Kesaksian Manusia vs Teknologi: Dimensi Keadilan Etis Yurisprudensi Zina

Thursday, 3 October 2024 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id -Dalam sebuah postingan di akun Facebook pribadinya @afifuddin Muhajir, KH. Afifuddin Muhajir menegaskan bahwa kesaksian Closed Circuit Television (CCTV) tidak dapat menggantikan kesaksian empat orang dalam kasus perizinaan, mengingat visi Islam semata-mata bukan sebatas mencari akurasi fakta.

“Kesaksian empat orang saksi terhadap peristiwa perzinaan tidak bisa diganti dengan cctv, karena visi Islam bukan semata akurasi fakta.” Tulis Dr (H.C) KH. Afifuddin Muhajir

Postingan Kyai Afif mengenai ketidakbolehan menggantikan kesaksian empat saksi dengan rekaman CCTV pada kasus perzinaan mengandung dimensi mendalam dari  yurisprudensi Islam (fiqh). Topik ini merefleksikan pandangan Islam yang lebih luas, tidak semata-mata mengutamakan pada validitas informasi, bahasa kyai afif –akurasi fakta — semata, tetapi sekaligus memperhatikan aspek etika, moral dan sosial.

Dalam yurisprudensi Islam klasik, klausul syarat empat saksi untuk menunjukkan perbuatan seksual diluar nikah (zina) lebih dari sekadar mengenai apakah perbuatan itu benar-benar terjadi atau tidak. Ketentuan ini mengandung beberapa tujuan, salah satunya melindungi terdakwa dari tuduhan tidak berdasar (fitnah) dan menjaga harmoni sosial.

Sehingga persyaratan ini sangat ketat, nyaris mustahil dapat dipenuhi terkecuali aksi terlarang tersebut dilakukan secara terbuka di depan umum. Hal ini selaras dengan prinsip Al-Qur’an dalam melindungi martabat manusia serta menghindari tuduhan palsu.

Baca Juga :  Kasus 2 WNA Rusia Pemakai Ganja di Pantai Plengkung Banyuwangi Dilimpahkan ke Kejaksaan

Pasalnya konsekuensi berat dari zina seperti hukuman fisik, menuntut sikap kehati-hatian ekstra. Supaya orang yang tidak bersalah terhindar dari hukuman yang salah.

Rekaman CCTV, walaupun akurat dalam merekam kejadian bahkan menyimpannya, tidak ada dimensi manusiawi yang melekat kesaksian saksi. Saksi seharusnya memiliki sifat-sifat seperti integritas, kredibilitas dan kesadaran moral.

Kesaksian mereka lebih sekedar merekam fakta, namun juga ada kewajiban etis yang mempengaruhi tatanan sosial, seperti persepsi publik, keputusan hakim dan sebagainya. Sementara, CCTV hanya mengabadikan  secara mekanis tanpa menimbang moral dan sosial.

Yurisprudensi Islam menempatkan keadilan sebagai sesuatu yang lebih dari sebatas proses teknis pembuktian fakta. Ini adalah soal menjaga tatanan etika dan spiritual dalam masyarakat, yang mengandung pencegahan fitnah dan memberi kesempatan pelaku zina untuk bertobat. Selain itu, memperbaiki kualitas diri untuk menjadi orang lebih baik, ketimbang harus berkonfrontasi dengan penghinaan dan cacian publik.

Penegasan Islam pada tobat dalam dan rahmat menggawangi peran yang sangat penting. Ketiadaan kemungkinan terpenuhinya syarat untuk membuktikan zina melalui saksi sampai 4 orang memberikan ruang bagi pelaku untuk menyesali dan bertaubat kepada Allah daripada menghadapi ‘beban sosial’ seperti rasa malu di hadapan publik.

Baca Juga :  Prof Busriyanti Usul Ada Percepatan Karier Guru Besar Perempuan di UIN KHAS Jember

Aspek keadilan Islam ini menekankan prioritas agama atas rahmat ketimbang hukuman. Utamanya dalam hal dosa pribadi, dimana potensi fitnah sangat rentan. Disinilah visi Islam sesungguhnya, menutup aib orang senyampang tidak menyangkut hak-hak adami.

Konklusinya, pernyataan Kyai Afif yang dikenal sebagai sang Faqh Ushuli dari Timur dan saat ini sebagai Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, mencerminkan sebuah pemahaman mendalam tentang sistem hukum Islam, yakni keadilan tidak direduksi pada persoalan validasi teknologi cctv suatu perbuatan semata. Lebih jauh dari itu, berkaitan pada pertimbangan etis, sosial dan moral, yang melampaui akurasi dan validasi fakta.

Penentuan empat saksi berfungsi sebagai langkah Perlindungan, baik itu bagi masyarakat ataupun individu yang terlibat. Memastikan serta menegaskan bahwa keadilan diterapkan dengan hati-hati, bermartabat dan penuh rahmat.*

*Moh. Wasik (Santri Dar Al Falasifah Institut)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Datangkan Pakar! MAN Lumajang Perkuat Skill Aktor Moderasi Beragama
Festival Budaya dan Pameran UMKM Bakal Digelar di Banyuwangi
Satgas MBG Jember Sidak SPPG Jatiagung Sebabkan Puluhan Siswa Keracunan
Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Arahkan Mahasiswa Manfaatkan Media Sosial untuk Berkarya
Prof Busriyanti Usul Ada Percepatan Karier Guru Besar Perempuan di UIN KHAS Jember
28 Siswa MI di Jember Keracunan Makanan Gratis, Susu Kedelai Diduga Jadi Pemicu
Puluhan Siswa MI di Jember Diduga Keracunan Program Makan Bergizi Gratis
Kasus 2 WNA Rusia Pemakai Ganja di Pantai Plengkung Banyuwangi Dilimpahkan ke Kejaksaan

Baca Lainnya

Sunday, 27 September 2026 - 12:20 WIB

Datangkan Pakar! MAN Lumajang Perkuat Skill Aktor Moderasi Beragama

Friday, 25 September 2026 - 14:12 WIB

Festival Budaya dan Pameran UMKM Bakal Digelar di Banyuwangi

Thursday, 24 September 2026 - 15:32 WIB

Satgas MBG Jember Sidak SPPG Jatiagung Sebabkan Puluhan Siswa Keracunan

Thursday, 24 September 2026 - 10:03 WIB

Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Arahkan Mahasiswa Manfaatkan Media Sosial untuk Berkarya

Wednesday, 23 September 2026 - 10:22 WIB

Prof Busriyanti Usul Ada Percepatan Karier Guru Besar Perempuan di UIN KHAS Jember

TERBARU

Gambar Polisi Gerebek diduga Tempat Sabung Ayam di Muncar, 31 Motor Diamankan (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Polisi Gerebek diduga Tempat Sabung Ayam di Muncar, 31 Motor Diamankan

Wednesday, 30 Sep 2026 - 22:31 WIB

Gambar Anggota DPRD Banyuwangi Diduga Terciduk Nyabu, Begini Penjelasan BK (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Anggota DPRD Banyuwangi Diduga Terciduk Nyabu, Begini Penjelasan BK

Wednesday, 30 Sep 2026 - 22:27 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading