Frensia.Id – Nasib kurang beruntung dialami AR (16), remaja asal Kecamatan Mayang, Jember. Remaja yang dipasung akibat Gangguan Jiwa (ODGJ) ini ternyata sempat mengenyam bangku sekolah dasar (SD), namun terpaksa berhenti karena kondisinya.
AR tercatat pernah bersekolah di sebuah SD umum di lingkungannya. Sayangnya, pendidikan itu hanya bertahan hingga kelas 2 SD.
Perilaku AR yang tak terkendali membuat teman-teman sekelasnya ketakutan.
Sepupu AR, Muhammad Sobri menceritakan bahwa AR sering membuat ulah saat jam pelajaran berlangsung. Hal inilah yang memicu pihak sekolah angkat tangan.
“Sering buat ulah di sekolah. Teman-temannya itu dijewer,” kata Sobri, Kamis (2/4/2026).
Lantaran kondisi tersebut, guru di sekolah AR akhirnya meminta maaf kepada pihak keluarga. Pihak sekolah mengaku sudah tidak mampu lagi menangani perilaku AR yang kerap mengganggu siswa lain.
“Sejatinya, AR sudah mengalami gangguan kejiwaan sejak kecil. Namun, kondisinya memburuk drastis akhir-akhir ini, apalagi setelah ayahnya meninggal,” ujarnya.
Kata dia, MA sempat dirawat selama 20 hari di RSJ Lawang, Malang. Harapan sempat muncul saat AR pulang dan kondisinya membaik.
Namun, takdir berkata lain. Ayah AR meninggal dunia pada Februari lalu, yang menjadi pukulan berat bagi kejiwaannya.
“Setelah pulang sempat membaik sekitar empat hari. Namun kemudian kondisinya kembali memburuk setelah ayahnya meninggal dunia,” paparnya.
“Lantaran sering mengamuk pasca ditinggal sang ayah, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk memasung AR selama 1,5 bulan terakhir,” tandasnya.
Sebagai informasi, pada Rabu (1/3), pihak Dinsos Jatim turun langsung untuk mengevakuasi MA. Saat ini, pihak Dinsos Jatim tengah melakukan langkah-langkah penanganan agar AR bisa mendapatkan perawatan yang lebih layak dan manusiawi.






