Kwon Jong Gun, Dirjen Kementerian Luar Negeri Korea Utara: Tegaskan Hubungan Permusuhan dengan Amerika Serikat

Saturday, 18 May 2024 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gambar Kwon Jong Gun dari laman kfaspain.es

Ilustrasi gambar Kwon Jong Gun dari laman kfaspain.es

Frensia.id – Direktur Jenderal Departemen Urusan Amerika Serikat Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Kwon Jong Gun menegaskan bahwa hubungan antara Korea Utara dengan AS tengah bermusuhan.

Pernyataan hungan permusuhan antara Korut-AS yang diucapkan Kwon Jong Gun ini sebagaimana penyampaiannya pada pers di Pyongyang pada tanggal 18 Mei 2024.

Menurut Kwon Jon Gun, awal permusuhan ini disebabkan karena Departemen Luar Negeri AS menetapkan bahwa Korut dianggap tidak koperatif dalam memerangi terorisme.

Baru-baru ini, Departemen Luar Negeri AS menetapkan Korea Utara sebagai negara yang tidak kooperatif dalam memerangi terorisme. Karena Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) tidak berkerjasama dalam upaya anti-teroris.

“Tidak perlu menjelaskan tentang semua praktik kebiasaan yang tiap tahun selalu terjadi pada negara-negara independen anti-AS. Tapi perlu untuk menjelaskan sikap kita (DPRK), mengingat AS berbicara tentang kerjasama tanpa memahami realitas,dan sama sekali tidak peduli akan hal tersebut. Kondisi terkini antara Korea Utara dan AS adalah konfrontasi” Ucap Kwon Jong Gun.

Dirjen Kemenlu Korea Utara menjelaskan bahwa tidak ada kerjasama antara DPRK dan AS, bahkan bisa dipastikan permusuhan anatara antara keduanya.

Baca Juga :  Gus Fawait Pastikan Pembangunan Sekolah Rakyat di Jember Selesai Akhir Juli

“Kesimpulannya, Korea Utara dan AS secara pasti berada dalam hubungan yang bermusuhan, dan dapat dikatakan tidak ada bidang kerjasama antara Korea Utara dan AS,” jelas Dirjen Kementerian Luar Negeri Kore Utara pada 18/05/2024.

Menurut Kwon Jong Gun, upaya anti-teroris yang dilakukan AS adalah pelanggaran terselubung terhadap kedaulatan, yang bertujuan untuk campur tangan dalam urusan internal negara lain dan membenarkan upaya tersebut untuk menjatuhkan sistem sosial dan tindakan agresi mereka.

Ia menganggap bahwa AS tidak serius untuk memberantas terorisme, tidak ada hubungannya dengan upaya internasional yang sungguh-sungguh untuk memberantas terorisme.

Intensifikasi AS terhadap upaya anti teroris justru menyebabkan munculnya berbagai kelompok teroris dan meningkatkan siklus balas dendam serangan teror. Hal menurut Kwon Jong Gun jauh dari upaya dalam meredakan bahaya terorisme di berbagai belahan dunia.

Hal itu menjadi penyebab slogan “anti-terorisme” AS kini diserang dan ditolak oleh komunitas internasional dan digunakan secara internasional sebagai istilah resmi untuk menggambarkan kebijakan luar negeri Washington yang agresif.

Baca Juga :  Menpar Puji JFC, Sebut Jember Jadi Inspirasi dan Bawa Budaya Indonesia ke Dunia

AS disarankan bekerja keras untuk menghentikan sekutu kecilnya di Timur Tengah yang sedang melakukan tindakan terorisme, yang didukung mereka.

Daripada membuang energinya dalam tindakan bodoh dengan menyebut negara lain sebagai “negara teroris” dengan dalih upaya melawan terorisme.

Kwon Jong Gun mennyebut bahwa dengan tidak bekerjasama dengan AS, adalah sikap konsisten Korea Utara untuk secara tegas menentang segala bentuk terorisme yang mengancam perdamaian dan stabilitas internasional.

“kami tidak memiliki niat maupun minat dalam berkerjasama dengan AS dalam upaya melawan terorisme yang secara eksklusif digunakan sebagai alat untuk campur tangan dan melakukan agresi terhadap negara-negara berdaulat lainnya,” jelas Kemenlu DPRK.

Korea Utara akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengungkapkan kepada masyarakat internasional, campur tangan dan tindakan agresi yang secara terang-terangan oleh AS di bawah tanda “kerjasama dalam memerangi terorisme” dan untuk menggagalkannya secara menyeluruh.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Anggota DPR RI Muhammad Khozin Berharap Layanan Peta Cinta Pemkab Jember Bisa Lebih Ditingkatkan
Dirjen Dukcapil Ungkap Jember Kurang 3 Persen Warganya Selesai Perekaman KTP
Dirjen Dukcapil Apresiasi Layanan Peta Cinta Pemkab Jember
Ombudsman RI Apresiasi Layanan Homecare Kesehatan di Jember, Minta Daerah Lain Meniru
Datang ke Jember, Waka Ombudsman RI Puji Pelayanan Publik-Kesehatan Kalahkan Klinik Swasta Jakarta
Soroti Dana Talangan Rp 786 M, PKB Jember: TAPD Gagal Yakinkan DPRD
Gus Fawait Wujudkan Asta Cita ke 4 dan 6 Presiden Prabowo melalui Program Homecare
Pemkab Jember Siapkan Renovasi Pembangunan TPA Senilai Rp 2 Triliun

Baca Lainnya

Thursday, 6 August 2026 - 21:50 WIB

Dirjen Dukcapil Ungkap Jember Kurang 3 Persen Warganya Selesai Perekaman KTP

Thursday, 6 August 2026 - 21:44 WIB

Dirjen Dukcapil Apresiasi Layanan Peta Cinta Pemkab Jember

Wednesday, 5 August 2026 - 19:44 WIB

Ombudsman RI Apresiasi Layanan Homecare Kesehatan di Jember, Minta Daerah Lain Meniru

Wednesday, 5 August 2026 - 19:32 WIB

Datang ke Jember, Waka Ombudsman RI Puji Pelayanan Publik-Kesehatan Kalahkan Klinik Swasta Jakarta

Tuesday, 4 August 2026 - 19:40 WIB

Soroti Dana Talangan Rp 786 M, PKB Jember: TAPD Gagal Yakinkan DPRD

TERBARU

Suasana saat mediasi oleh pihak Polsek, Koramil, pihak desa, dan Dinas Pendidikan serta warga desa (Foto: Istimewa).

Criminalia

Penganiayaan Siswi SD di Jember Gegara Cemburu Saling Follow TikTok

Saturday, 8 Aug 2026 - 18:35 WIB

Arik Lisarja, Head Division of Morula IVF Surabaya (dari kiri), Prof. Arief Boediono, Direktur Scientific Morula IVF Indonesia, Prof. Budi Santoso, Konsultan Fertilitas Morula IVF Indonesia, dr. Anita Fadhilah, Direktur IHC Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik (kanan) (Foto: Fadli/Frensia).

Healthia

Morula IVF Surabaya Beri Edukasi Layanan Bayi Tabung di Jember

Saturday, 8 Aug 2026 - 17:30 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading