Frensia.id- Anies Baswedan tampak santai naik MRT. Dalam akun resminya Instagramnya,@aniesbaswedan. ia memosting rutinitas yang santai dalam transportasi umum sambil membaca sebuah buku.
Tampaknya ia baru pulang kerja. Di dalam kereta tersebut, Anies tampak berkesempatan bersama penumpang lainnya.
“Beberapa hari jelang libur lebaran ini, lalin Jakarta di saat pulang kerja cukup menantang ya? Alhamdulillah, kami masih bisa pakai transum,” catatnya Anies memberi keterangan dalam postingannya.
Selain berfoto dengan penumpang lainnya. Anies tampak juga membaca sebuah buku. Buka tersebut cukup menjadi perhatian sebab juga diposting terpisah di akun Xnya, @aniesbaswedan.
Beberapa warganet menanyakan buku tersebut. Bahkan ada akun yang menanyakan link pemesanan buku tersebut.
“Link shopee nya pak🙏”, komentar akun bernama @MuhammadToha121.
Sebagian warganet telah membagikan banyak link pemesanannya. Sebagian yang lain, merasa kagum melihat tokoh nasional yang masih sempat membaca buku.
Lantas apa buku yang dibacanya? Frensia.id menelusuri buku tersebut berjudul “Berlayar Mengarungi Asa Di Pojok Negeri”. Penyusun buku ini adalah Tim One Peach Media. Penulisnya banyak, di antaranya, Maya Safitri, Yunita Dwy PutriTasya Rizki Maulida, Yuli Nurhasanah dan masih banyak lain yang lain.
Buku tersebut memberikan gambaran perjalanan emosional dan spiritual para Pengajar Muda Angkatan XXIII yang memilih untuk mengabdi di berbagai sudut negeri. Mereka menjauh dari kenyamanan kota dan kasih sayang keluarga mereka demi memenuhi panggilan kemerdekaan.
Pada laman resminya, onepeachmedia, diceritakan bahwa penulis-penulisnya menghadapi beragam tantangan. Mulai dari kesulitan dalam adaptasi dengan lingkungan baru hingga momen kebahagiaan yang tercipta dari hubungan yang mereka bangun dengan masyarakat setempat.
Para pembaca melalui buku ini disuguhkan dengan warna-warni kehidupan yang penulisnya alami. Dari tangis kesedihan saat merindukan keluarga hingga tawa kebersamaan dalam mengatasi kesulitan.
Pada intinya, ada satu benang merah yang mengikat: keikhlasan dalam pengabdian mereka. Dengan hati yang tulus, mereka menjalani setiap hari dengan penuh semangat dan dedikasi, menghadirkan harapan bagi pendidikan di negeri ini.
Jadi, buku yang dipegang Anies, tidak hanya sekadar menceritakan pengalaman individu, tetapi juga memberikan gambaran yang jelas tentang realitas pendidikan di Indonesia. Melalui cerita-cerita ini, pembaca diajak untuk melihat pendidikan dengan sudut pandang yang lebih optimis dan proaktif.