Frensia.Id- Polsek Kencong, bersama Muspika Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan LPG 3 kg.
Hasilnya, petugas menemukan pangkalan yang nekat menjual gas melon di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) hingga mencapai Rp 30 ribu per tabung.
Sidak ini dilakukan menyusul adanya keluhan warga terkait kelangkaan dan melonjaknya harga gas subsidi di wilayah tersebut. Selain soal harga, petugas juga mendapati stok gas yang kosong di beberapa titik.
“Dari beberapa tempat yang kami datangi memang ada kekosongan stok di pangkalan, dan kami juga mendapatkan laporan harga jual di atas HET, bahkan sampai Rp 30 ribu per tabung,” kata Kapolsek Kencong, AKP Sunarto, Jum’at (10/4/2026).
Selanjutnya kata dia, tak hanya soal harga, polisi juga menemukan adanya praktik distribusi yang tidak sesuai aturan. Ada dugaan pangkalan mengambil stok gas dari luar wilayah distribusi resmi demi menutupi kelangkaan.
“Praktik mengambil kuota dari kecamatan lain tidak dibenarkan karena justru akan mengganggu keseimbangan distribusi di wilayah tersebut, sehingga terjadi kelangkaan,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan para pemilik pangkalan, kata dia, berkurangnya pasokan dari pihak agen menjadi biang kerok utama kelangkaan. Biasanya, pangkalan mendapat jatah hingga 150 tabung, namun belakangan hanya menerima sekitar setengahnya.
“Kondisi inilah yang diduga dimanfaatkan oknum pangkalan maupun pengecer untuk menaikkan harga secara sepihak,” paparnya.
Guna memastikan distribusi merata, Muspika Kencong kini membatasi pembelian LPG 3 kg maksimal satu tabung per warga. Polisi pun memberikan peringatan keras kepada pemilik pangkalan agar tidak melayani pembelian partai besar kepada pengecer yang berniat melakukan spekulasi harga.
“Jika imbauan tidak diindahkan, kami tidak segan melakukan penindakan hukum terhadap pelaku penimbunan atau yang mencari keuntungan pribadi,” tandasnya.






