Frensia.id – Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapan atas pengunduran Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Dilansir dari laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia pada Sabtu (7/12), Presiden Prabowo menyebut bahwa Gus Miftah kemungkinan tidak memiliki niat buruk atau niat untuk menghina penjual Es Teh saat pengajiannya di Magelang.
“Tapi terlepas mungkin ya salah ucap, beliau sadar beliau salah, beliau bertanggung jawab, beliau mengundurkan diri,” ujar Prabowo dalam keterangan pers pada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (6/12).
Sebelumnya di hari yang sama, Gus Miftah menyatakan pengunduran dirinya lewat konferensi pers di pondok pesantren miliknya di Yogyakarta.
“Kepada Bapak Presiden, kepada Bapak Presiden, saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya atas amanah dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya,” ujar Miftah, dalam tayangan live CNN Indonesia.
Presiden Prabowo juga menyatakan, pengunduran diri tersebut merupakan bentuk tanggung jawab atas pernyataan yang dilontarkan Gus Miftah.
Sekalipun begitu, Prabowo mengakui belum lihat langsung cuplikan video yang membuat jagat maya heboh dalam sepekan ini.
“Tapi di laporan, beliau sudah mengundurkan diri. Komentar saya, saya kira itu adalah tindakan bertanggung jawab,” sambung Presiden Prabowo.
Prabowo juga berkomentar apa yang telah dilakukan Gus Miftah sebagai tindakan kesatria. Dan sangat jarang Rakyat Indonesia yang dapat melakukan hal serupa (merasa bersalah, bertanggung jawab dan mengundurkan diri, red).
“Saya kira kita hargai, sikap kesatria itu. Saya kenal beliau, ya beliau biasa bergaul dengan kalangan bawah, mungkin bahasa beliau, niatnya bukan niat jahat,” jelas Prabowo.
Selanjutnya, untuk mencari pengganti Gus Miftah mengisi jabatan setingkat menteri itu, Prabowo menegaskan akan mencari sosok yang tepat.
Di sisi lain juga akan mempertimbangkan usulan sertifikasi bagi juru dakwah, Prabowo menyebut akan melibatkan berbagai pihak untuk memberikan masukan.
“Nanti kita lihat kalangan yang mengerti masalah ini semua, mungkin nanti mereka akan kasih masukan. Majelis Ulama, kalangan-kalangan dari ormas-ormas keagamaan, dan sebagainya nanti kita minta pendapat dari mereka,” pungkasnya.