Tauladan! Walau Sibuk Dinas Dan Jadi Da’i Militer di Pedalaman, Perwira TNI Lulus Cumlaude Program Doktoral UIN KHAS Jember

Monday, 25 November 2024 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Tauladan! Walau Sibuk Dinas Dan Jadi Da’i Militer di Pedalaman, Perwira TNI Lulus Cumlaude Program Doktoral UIN KHAS Jember (Sumber: Frensia/Grafis)

Gambar Tauladan! Walau Sibuk Dinas Dan Jadi Da’i Militer di Pedalaman, Perwira TNI Lulus Cumlaude Program Doktoral UIN KHAS Jember (Sumber: Frensia/Grafis)

Frensia.id – Tauladan Di tengah hiruk-pikuk tugas militer di wilayah timur Indonesia, Mayor Infanteri Triyana, seorang perwira TNI Angkatan Darat, menjadi contoh nyata yang melampaui batas profesi.

Saat ini akhirnya dinobatkan lulus program doktoral Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dega predikat cumlaude.

Di balik kesuksesan akademiknya, sosok yang saat ini bertugas di Komando Resort Militer (Korem) 181 Sorong, Papua Barat, sebenarnye menyembunyaikan yang dapat menjadi tauladan bagi beberapa pihak.

“Saya pernah gagal sekolah pada tahun 1991. Setahun penuh saya tidak mengenyam pendidikan. Saat itu, saya merasa menjadi manusia yang paling terpuruk. Namun, saya berjanji kepada diri sendiri, jika suatu saat Allah memberikan kesempatan, saya akan belajar setinggi-tingginya,” kenang Triyana saat diwawancarai.

Ia menceritakan bahwa saat akan bertugas di Jayapura, pesan dari seorang gurunya terus terngiang olehnya.

“Mas, sampai dimanapun kau tugas ingat kau harus bisa dakwah di militer.”, demikian pesan yang dingat dan penting bagi perjalan hidup Triyana.

Di Sorong, Triyana tak hanya menjalankan tugas militer, tetapi juga aktif sebagai seorang da’i. Ia rutin menjadi khatib Jumat di masjid-masjid kota Sorong dan sekitarnya. Bahkan, di hari-hari besar Islam, ia kerap diundang hingga ke pelosok daerah, menempuh perjalanan darat hingga enam jam demi menyampaikan dakwah.

Baca Juga :  Buntut Dugaan Keracunan Siswa, Satgas MBG Jember Tinjau SPPG Umbulsari

Semua orang tahu, bahwa Papua bukan Jawa. Ia sebagai perwira yang lahir di Yogyakarta, tentu tidak mudah untuk beradaptasi dengan masyarakat dan menyampaikan ajaran Islam.

“dalam satu rumah atau satu keluarga itu ada beberapa kepala keluarga yang agamanya berbeda. Disitulah saya menyelami sampai di pedalaman untuk melaksanakan dakwah dan tentu suka dukanya sangat banyak karena kita harus mampu beradaptasi dengan kondisi sosial yang ada di masyarakat pedalaman,” pungkasnya.

Salah satu kunci keberhasilan dakwah Triyana di Papua adalah kemampuannya beradaptasi dengan masyarakat setempat. Mayor Triyana memahami bahwa untuk diterima, ia harus menghormati budaya lokal. Beruntung, istrinya merupakan putri asli Papua dari suku Misol, Raja Ampat.

Perjuangan kerasnya akhirya membuahkan hasil. Ia tidak hanya sukses dalam berdakwah, namun juga berhasil menyandakan lulusan program doktoral denga predikat cumlaude.

Sebagai seorang akademisi, Triyana mengangkat tesis doktoralnya tentang “Internalisasi Nilai Daya Juang dan Religiusitas melalui Pembinaan Mental: Studi Fenomenologi Kodam XVIII/Kasuari.”

Penelitiannya ini berfokus pada pengembangan nilai juang prajurit TNI di Papua Barat yang memiliki tipologi berbeda dengan prajurit di wilayah lain, terutama Jawa.

“Yang mentelatar belakangi kenapa saya harus mengambil itu bahwa ada sisi yang sangat potensi bagi saya. karena prajurit-prajurit yang ada di wilayah Kodam 18 Kaswari ini tentu berbeda tipologinya dengan prajurit yang dari wilayah luar Kodam 18 Kaswari, terutama kalau dari Jawa,” terang Triyana.

Baca Juga :  Durian Lokal Jember Naik Kelas! Riset Ungkap Potensi Varietas Eksklusif di Lereng Argopuro dan Raung

Di balik kesuksesannya, Triyana mengaku bahwa keberhasilan yang dicapai tidak terlepas dari dukungan penuh para atasan di lingkungan TNI Angkatan Darat.

“Saya sangat bangga, bersyukur, dan berterima kasih kepada komandan saya, atasan saya, panglima saya, dan jelas seluruh pimpinan yang ada di jajaran Angkatan Darat, sangat mensupport dan sangat mendukung apa yang menjadi tugas saya dan misi dakwah saya, dengan dibuktikan bahwa saya kuliah sambil dinas, dari mulai S1 di Tarbiah, S2 juga Tarbiah, sampai kepada yang sekarang saya tempuh S3 di Universitas Islam Negeri Kiai Haji Ahmad Siding Jember ini.

Perjalanan hidup Mayor Triyana adalah cerminan dedikasi tanpa batas. Dari keterpurukan masa lalu, ia bangkit menjadi sosok yang berkontribusi tidak hanya bagi bangsa dan negara, tetapi juga bagi agama.

Semangatnya untuk belajar, berdakwah, dan melayani masyarakat patut menjadi teladan. Dibalik kesibukan tugas dinas militernya, ia masih bisa menjalankan dakwah di masyarakat dan bahkan dapat menuntaskan studi program doktoralnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Buku Dewan Fiqh Amerika, Menggugat Mitos Rukyah dan Menuju Kepastian Astronomi
Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir
Menarik! Riset Prof Joni Aasi, Direktur UNESCO, Tentang Kerusakan Akibat Bom di Gaza
CEO Tesla Merasa Tidak Bahagia, Begini Penjelasannya
Peneliti Universitas Esa Unggul Sebut Kepentingan Konglomerat Media Rusak Demokrasi Pers
Logika Penguasaan Negara Pada Karya Jurnalistik Diteliti Akademisi
Dispendik Jember Lakukan Trauma Healing di SDN 02 Jelbuk Usai Insiden Guru Over Reaktif
Oknum Guru SD di Jelbuk Jember Telanjangi Murid Gegara Hilang Uang, Dispendik Tarik Pelaku dari Sekolah

Baca Lainnya

Saturday, 14 February 2026 - 01:53 WIB

Buku Dewan Fiqh Amerika, Menggugat Mitos Rukyah dan Menuju Kepastian Astronomi

Saturday, 14 February 2026 - 01:29 WIB

Riset Orientalis Ungkap Inkonsistensi Moral dan Disiplin Diri Saat Ramadhan Para Pemuda Mesir

Saturday, 14 February 2026 - 01:01 WIB

Menarik! Riset Prof Joni Aasi, Direktur UNESCO, Tentang Kerusakan Akibat Bom di Gaza

Wednesday, 11 February 2026 - 15:57 WIB

CEO Tesla Merasa Tidak Bahagia, Begini Penjelasannya

Tuesday, 10 February 2026 - 18:34 WIB

Peneliti Universitas Esa Unggul Sebut Kepentingan Konglomerat Media Rusak Demokrasi Pers

TERBARU

Foto: Istimewa. Gambar Telur Puyuh Ditimbang di Salah Satu SPPG

Regionalia

Permintaan Telur Puyuh Melonjak Drastis, Harga Masih Stagnan

Monday, 16 Feb 2026 - 21:48 WIB

Foto: Istimewa. Salah satu lokasi terdampak banjir.

Regionalia

Kesaksian Warga Gumelar atas Kronologi Banjir

Sunday, 15 Feb 2026 - 15:09 WIB

Foto: Istimewa.

News

Laka di Jember Libatkan Bus vs Sepeda Motor, 1 Tewas

Sunday, 15 Feb 2026 - 10:32 WIB