Sya’ban bulan Sholawat, Memandu Cinta pada Nabi

Tuesday, 18 February 2025 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Frensia.id – Sya’ban bukan bulan yang riuh dengan gema takbir seperti Ramadhan, atau dipenuhi peristiwa agung seperti Isra’ Mi’raj di bulan Rajab. Ia datang tanpa hiruk-pikuk, tenang seperti angin sepoi di tengah peralihan musim. Namun, justru dalam ketenangan itulah tersimpan rahasia besar: bulan ini menjadi panggung bagi shalawat, doa yang menghubungkan kita dengan Rasulullah SAW.

Bulan ini menyimpan keistimewaan luar biasa, salah satunya adalah turunnya ayat perintah shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Perintah ini bukan sekadar anjuran kosong, melainkan undangan dari Allah bagi kaum beriman untuk mendekat kepada Nabi dengan cara paling sederhana namun penuh makna: bershalawat.

Allah dan para malaikat-Nya sendiri bershalawat kepada Nabi, lalu kita—hamba yang penuh kekurangan—justru enggan melakukannya? Tentu bukan karena Rasulullah membutuhkan shalawat kita. Bagaimana mungkin seorang manusia paling mulia masih membutuhkan doa dari kita, umatnya? Justru sebaliknya, shalawat adalah bukti cinta, rasa terima kasih, dan penghormatan kita kepada beliau.

Seorang ulama besar, Syaikh Izzudin bin Abdissalam, pernah menjelaskan bahwa bershalawat kepada Nabi bukan berarti kita bisa memberikan syafaat kepada beliau. Itu jelas mustahil. Sebab, siapa kita dibandingkan dengan Rasulullah SAW? Beliau adalah sumber syafaat, bukan penerimanya. Namun, dalam hukum moral dan spiritual, ada satu prinsip yang tak bisa dibantah: membalas budi.

Baca Juga :  Khotbah Idul Adha Di Polres Jember, Prof Hepni Sebut Ritual Sa'i Sebagai Ajaran Kepedulian Sosial

Siapa yang paling berjasa dalam kehidupan kita? Jika dipikir-pikir, orang tua adalah yang pertama. Namun, siapa yang membimbing manusia hingga mengenal Allah, membukakan jalan keselamatan, dan memberikan tuntunan menuju kebahagiaan dunia-akhirat?

Tak lain adalah Nabi Muhammad SAW. Jika ada satu orang yang paling layak mendapatkan rasa terima kasih dari umat manusia, beliaulah orangnya. Namun, apa yang bisa kita berikan sebagai balas budi kepada Rasulullah? Kita tak punya apa-apa yang sepadan dengan kebaikan beliau.

Di sinilah shalawat menjadi jawaban. Allah, dalam kasih sayang-Nya, memberi kita cara sederhana untuk membalas kebaikan Nabi: mengirimkan doa dan salam kepadanya. Setiap kali kita bershalawat, kita sejatinya sedang menegaskan cinta dan penghormatan kita.

Baca Juga :  Haul KH Achmad Mohammad Nawawi ke 21 di Sampang Dihadiri Ribuan Jemaah

Lebih dari itu, Allah menjadikan shalawat sebagai jalan bagi kita untuk mendapatkan cinta-Nya. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.”

Betapa murahnya tiket menuju kasih sayang Allah! Hanya dengan mengucapkan Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad, kita telah menempuh jalan menuju keberkahan.

Bulan Sya’ban adalah bulan yang mengingatkan kita akan kebesaran shalawat. Ini bukan bulan biasa, ini adalah bulan di mana perintah shalawat diturunkan. Jangan sampai kita melewatkannya tanpa meningkatkan dzikir ini.

Jika Ramadhan adalah bulan maghfirah dan rahmat, maka Sya’ban adalah bulan cinta kepada Rasulullah. Dan bukankah mencintai beliau adalah tanda keimanan sejati?

Maka, di bulan Sya’ban ini, mari kita perbanyak shalawat. Bukan hanya karena pahalanya besar, bukan sekadar agar doa kita dikabulkan, tapi karena shalawat adalah bentuk cinta. Dan mencintai Rasulullah adalah kebahagiaan yang sejati.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Haul KH Achmad Mohammad Nawawi ke 21 di Sampang Dihadiri Ribuan Jemaah
Khotbah Idul Adha Di Polres Jember, Prof Hepni Sebut Ritual Sa’i Sebagai Ajaran Kepedulian Sosial
Khotbah Di Masjid Roudhotul Muchlisin, Gus Aab Sampaikan Falsafah Sa’i Untuk Kehidupan
Kepala KUA Tanggul Jember Sampaikan Fokus Transformasi Pelayanan di 100 Hari Kerja
Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Peran MUI di Pembukaan Musda ke-XI
Perempuan Cantik Tidak Disunnahkan Mengikuti Sholat Idul Fitri, Begini Penjelasan dalam Kitab Fathul Qorib
Warga Desa Suger Kidul Jember Rayakan Lebaran Lebih Awal
Berkah Tidak Mesti Identik dengan Kekayaan, Begini Penjelasan Dr. Haidar Baqir

Baca Lainnya

Wednesday, 27 May 2026 - 21:44 WIB

Haul KH Achmad Mohammad Nawawi ke 21 di Sampang Dihadiri Ribuan Jemaah

Wednesday, 27 May 2026 - 08:27 WIB

Khotbah Idul Adha Di Polres Jember, Prof Hepni Sebut Ritual Sa’i Sebagai Ajaran Kepedulian Sosial

Wednesday, 27 May 2026 - 07:26 WIB

Khotbah Di Masjid Roudhotul Muchlisin, Gus Aab Sampaikan Falsafah Sa’i Untuk Kehidupan

Saturday, 18 April 2026 - 22:00 WIB

Kepala KUA Tanggul Jember Sampaikan Fokus Transformasi Pelayanan di 100 Hari Kerja

Saturday, 4 April 2026 - 15:05 WIB

Rektor UIN KHAS Jember Sampaikan Peran MUI di Pembukaan Musda ke-XI

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading