PB PMII Gelar Labour Hub, Bahas Ancaman TPPO Digital terhadap Gen Z

Tuesday, 3 June 2025 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar

Gambar "PB PMII Gelar Labour Hub, Bahas Ancaman TPPO Digital terhadap Gen Z" sumber istimewa

Frensia.id – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Bidang Ketenagakerjaan menggelar Labour Hub Vol. 2 dengan tema “Ancaman TPPO Modus Scammer bagi Gen-Z Indonesia” pada Selasa, 3 Juni 2025.

Acara yang berlangsung di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta ini disiarkan secara langsung melalui kanal PMII Official Channel.

M. Raziq Ilham, Ketua Bidang Ketenagakerjaan PB PMII, menegaskan bahwa Labour Hub merupakan inisiatif strategis untuk menjawab persoalan ketenagakerjaan berbasis riset dan advokasi.

“TPPO adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Banyak anak muda berpendidikan tinggi menjadi korban akibat lemahnya literasi digital dan tekanan ekonomi,” ujarnya.

Rektor UNUSIA Jakarta, Dr. Syahrizal, dalam sambutannya mengapresiasi tema diskusi yang relevan dengan situasi global.

“TPPO bukan sekadar isu hukum, melainkan juga persoalan moral dan sosial. Kampus harus menjadi pusat advokasi dan riset untuk mendorong migrasi aman,” tegasnya.

Baca Juga :  Jalur Beasiswa STAI Ahmad Sibawayhie Dibuka! Siap Cetak Lulusan Terbaik Pendidikan Bahasan Arab

Testimoni disampaikan oleh Panji Apriana, penyintas TPPO yang pernah diperdagangkan dalam jaringan penipuan daring lintas negara.

Ia mengisahkan pengalamannya dijebak tawaran kerja ke Thailand, hanya untuk dipaksa menjadi penipu online di Myanmar.

“Di Indonesia masih banyak pekerjaan layak. Jangan mudah tergiur tawaran kerja luar negeri yang tidak jelas,” pesannya.

Ahsanul Minan, Staf Khusus Kepala BP2MI, mengungkapkan bahwa 40% korban TPPO adalah pemuda usia 15–24 tahun.

“Mereka direkrut melalui media sosial dan dieksploitasi di sektor penipuan daring Asia Tenggara,” jelasnya.

Nurharsono dari Migrant CARE menekankan bahwa TPPO semakin terstruktur dan menyasar generasi muda melalui pendekatan digital.

“Pemerintah perlu menghentikan paradigma migrasi sebagai bisnis,” tegasnya.

Setya Indra Arifi, Dosen UNUSIA, mengkritisi lemahnya regulasi.

“UU TPPO belum menyentuh jaringan korporasi dan pelaku transnasional. Banyak kasus hanya menjerat individu tanpa restitusi bagi korban,” katanya.

Baca Juga :  Puluhan Anak dan Wali Murid di Jember Diare Massal Usai Santap Makan Bergizi Gratis

Muhammad Yasser dari IOM Indonesia menekankan pentingnya pendekatan berbasis korban dengan strategi 4P: prevention, protection, prosecution, dan partnership.

Sementara itu, Ahmad Faisol dari APJATI menegaskan bahwa pekerja migran resmi tidak termasuk kategori TPPO.

“Upgrade kemampuan bahasa dan cari mentor bakat sebelum bekerja di luar negeri,” sarannya.

Nurul Dewi Saraswati dari Kementerian Luar Negeri RI mengungkapkan kasus TPPO terhadap WNI telah mencapai lebih dari 60.000 kasus.

“Kamboja dan Myanmar menjadi wilayah paling rawan. Kami memperkuat diplomasi perlindungan dengan prinsip 4P,” jelasnya.

Acara ini menghasilkan rekomendasi penting, antara lain penguatan literasi digital, edukasi migrasi aman hingga tingkat desa, reformasi regulasi, dan sinergi antar-kementerian untuk mencegah perdagangan orang.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot
UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi
Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia
Amat Serius! Kuatkan Kapasitas Dosen, Fakultas Dakwah UIN KHAS Gelar Short Course PAR Di Kongsi Tengah
Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi
Pengukuhan Guru Besar Prof Hamdanah Soroti Urgensi Kelembagaan Pendidikan Islam Berkeadilan Gender
Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas
Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Baca Lainnya

Monday, 17 August 2026 - 14:25 WIB

KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot

Saturday, 15 August 2026 - 18:55 WIB

UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi

Friday, 14 August 2026 - 23:08 WIB

Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia

Friday, 14 August 2026 - 19:38 WIB

Amat Serius! Kuatkan Kapasitas Dosen, Fakultas Dakwah UIN KHAS Gelar Short Course PAR Di Kongsi Tengah

Friday, 14 August 2026 - 18:44 WIB

Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading