Ketua Satgas Tata Ruang Jember Sebur Longsor GOR Bukti Kejahatan Tata Ruang

Wednesday, 21 January 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Satgas Tata Ruang Jember, Achmad Imam Fauzi. (Foto: Istimewa).

Ketua Satgas Tata Ruang Jember, Achmad Imam Fauzi. (Foto: Istimewa).

Frensia.Id – Ketua Satgas Tata Ruang Kabupaten Jember, Achmad Imam Fauzi, angkat bicara terkait musibah longsor yang menimpa kawasan GOR Jember, pada Rabu sore (21/1/2026).

Dia menyebut insiden tersebut sebagai alarm keras atas carut-marutnya tata ruang akibat praktik pembangunan yang menyimpang.

Menurut Fauzi, peristiwa ini bukanlah sekadar bencana alam biasa. Melainkan dampak akumulatif dari pelanggaran tata ruang yang telah dibiarkan selama bertahun-tahun.

Pelanggaran Hak Sungai dan Keserakahan Pengembang

Fauzi mengungkapkan bahwa Satgas menemukan indikasi kuat adanya perampasan hak sungai untuk melekuk secara alami. Ia secara terbuka menuding keserakahan pihak pengembang (developer), sebagai faktor utama yang menghambat fungsi alami sungai, yang pada akhirnya memicu bencana.

“Ini bukan sekadar kelalaian, tapi hak sungai yang telah dirampas. Ketika alam dipaksa tunduk pada kepentingan bisnis, maka bencana tinggal menunggu waktu,” tegasnya saat dikonfirmasi, pada Rabu (21/1/2026).

Baca Juga :  Pemuda di Jember Hilang Terseret Arus Sungai saat Berburu Biawak

Menagih Rekomendasi Dari DPRD Jember

Terkait langkah Komisi C DPRD Kabupaten Jember yang memanggil warga terdampak, Fauzi memberikan apresiasi. Namun, ia mengingatkan agar keberpihakan legislatif tidak berhenti pada forum dengar pendapat semata, melainkan harus berlanjut pada rekomendasi resmi yang tegas.

“Rekomendasi DPRD sangat kami butuhkan. Itu bukan sekadar formalitas, melainkan amunisi hukum dan politik bagi kami untuk mengeksekusi pelanggaran tata ruang di lapangan secara nyata,” ujarnya.

Sertifikat Ilegal dan Ancaman Pidana

Pernyataan paling tajam diarahkan pada munculnya sertifikat lahan di area bantaran sungai. Fauzi menegaskan bahwa proses sertifikasi di lahan tersebut, adalah tindakan ilegal dan memiliki indikasi kuat ke arah tindak pidana, apa pun alasannya.

“Tidak ada pembenaran dalam bentuk apa pun. Bantaran sungai tidak boleh disertifikasi. Jika itu terjadi, berarti telah terjadi pelanggaran hukum yang serius,” cetusnya.

Dia juga melihat adanya indikasi praktik rente dan penyalahgunaan kewenangan dalam proses legalisasi sertifikat yang menabrak aturan lingkungan tersebut.

Baca Juga :  Bayi Laki-Laki di Jember Ditemukan Tak Bernyawa di Atas Makam

“Kami melihat ada indikasi permainan kepentingan. Legalisasi yang menabrak aturan ini bukan lagi kesalahan administratif biasa, melainkan potensi kejahatan struktural,” tambah Fauzi.

Langkah Hukum Simultan

Satgas Tata Ruang menyatakan tidak akan ragu untuk menyeret temuan ini ke jalur hukum. Tak tanggung-tanggung, Fauzi menyebut pihaknya akan menempuh empat jalur hukum sekaligus secara simultan:

  1. Pidana (jika ditemukan unsur pelanggaran hukum pidana).
  2. Perdata.
  3. Tata Usaha Negara (TUN).
  4. Hukum Administrasi Negara (HAN).

“Semua jalur akan kami tempuh. Tidak ada ruang kompromi untuk pelanggaran yang mengorbankan keselamatan warga demi keuntungan sepihak,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Fauzi menegaskan komitmen Satgas Tata Ruang untuk berdiri tegak di sisi masyarakat.

“Kami berpihak pada korban. Tata ruang harus berfungsi melindungi rakyat, bukan menjadi alat legitimasi kejahatan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Mobil Operasional Diskominfo Jember Jatuh Terbawa Longsoran Tanah Saat Parkir
Damkar Jember Evakuasi 3 Cincin Nyangkut di Jari ODGJ
Lampu Merah Perempatan Ambulu Kini Terpasang CCTV untuk Pantau Kamtibmas
Pemuda Hilang di Sungai Tanggul Jember Ditemukan Dalam Keadaan Tewas
Proyek Dam Pelimpah Rp15,5 Miliar di Jember Ambrol, Kontraktor Terancam di Blacklist
Perempuan di Jember Ditemukan Tewas saat Hanyut di Sungai
Pemuda di Jember Hilang Terseret Arus Sungai saat Berburu Biawak
Laka Truk vs Motor di Jember, 1 Orang Tewas

Baca Lainnya

Wednesday, 21 January 2026 - 22:00 WIB

Ketua Satgas Tata Ruang Jember Sebur Longsor GOR Bukti Kejahatan Tata Ruang

Wednesday, 21 January 2026 - 21:38 WIB

Mobil Operasional Diskominfo Jember Jatuh Terbawa Longsoran Tanah Saat Parkir

Wednesday, 21 January 2026 - 14:40 WIB

Damkar Jember Evakuasi 3 Cincin Nyangkut di Jari ODGJ

Monday, 19 January 2026 - 13:16 WIB

Pemuda Hilang di Sungai Tanggul Jember Ditemukan Dalam Keadaan Tewas

Monday, 19 January 2026 - 13:08 WIB

Proyek Dam Pelimpah Rp15,5 Miliar di Jember Ambrol, Kontraktor Terancam di Blacklist

TERBARU

News

Damkar Jember Evakuasi 3 Cincin Nyangkut di Jari ODGJ

Wednesday, 21 Jan 2026 - 14:40 WIB