Frensia.Id – Perum Bulog Cabang Jember memastikan stok pangan, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi aman selama bulan suci Ramadan hingga Idulfitri. Stok beras yang tersedia di gudang Bulog sebanyak 93 ribu ton hasil serapan dari petani lokal.
Kepala Perum Bulog Cabang Jember, Muhammad Ade Saputra, menyatakan langkah antisipasi sudah dilakukan sejak awal tahun. Pihaknya bergerak cepat melakukan penyerapan gabah petani lokal untuk menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Jadi dalam rangka menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional, tentunya di bulan suci Ramadan ini, kami di awal bulan Februari dan Januari kemarin juga telah menyiapkan antisipasi bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Jember,” katanya, Kamis (26/2/2026).
Saat ini, Bulog Jember menguasai stok beras hasil serapan petani lokal mencapai lebih dari 93 ribu ton. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah seiring proses pengolahan gabah yang masih berjalan di gudang-gudang Bulog.
“Kalau stok kita beras yang kami kuasai sampai hari ini kurang lebih 93.000 ton. Insya Allah itu aman sampai tahun akhir 2027,” tambahnya.
Selain mengamankan stok di gudang. Bulog bersinergi dengan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Ketahanan Pangan Jember untuk menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
“Langkah ini diambil untuk menekan potensi lonjakan harga di pasar,” ujarnya.
Dalam operasi pasar tersebut, Bulog menyiapkan komoditas utama berupa beras SPHP dan minyak goreng rakyat. Rata-rata setiap harinya, Bulog menyalurkan sekitar 2 ton beras SPHP dan 2.500 liter minyak goreng.
“Kalau untuk komoditi itu sendiri yang kami siapkan ialah beras SPHP dan minyak goreng rakyat,” paparnya.
“Untuk harga, masyarakat bisa mendapatkan beras SPHP sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 12.500 per kilogram. Sementara untuk minyak goreng rakyat dibanderol dengan harga Rp 15.700 per liter,” tambahnya.
Tak hanya berjualan di pasar murah, Bulog bersama Satgas Pangan Polres Jember juga rutin melakukan monitoring ke pasar-pasar tradisional, seperti Pasar Tanjung. Hal ini dilakukan guna memantau stabilitas harga dan memastikan tidak ada pihak yang bermain dengan pasokan pangan.
“Melalui langkah strategis ini, kami berharap masyarakat Jember bisa menjalani ibadah Ramadan dengan tenang tanpa perlu mengkhawatirkan kelangkaan bahan pokok,” tandasnya.







