Frensia.Id– Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember, Wahyu Prayudi Nugroho (Nuki), meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember segera mencairkan insentif guru ngaji sebelum Hari Raya Idulfitri.
Desakan ini muncul menyusul kabar bahwa pendataan terhadap 22.000 guru ngaji di mayoritas desa dan kelurahan di Kabupaten Jember telah rampung.
“Saat ini hanya tersisa 26 desa dari total 248 desa dan kelurahan yang belum menyelesaikan pendataan. Untuk rincian nama desanya, kami masih menunggu pembaruan data dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra),” jelas Nuki usai Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (2/3/2026).
Insentif senilai Rp1,5 juta per orang tersebut diharapkan menjadi “hadiah” bagi para guru ngaji di bulan Ramadan 2026 ini. Oleh karena itu, Nuki menekankan pentingnya transparansi dalam proses pendataan.
“Kami menyarankan agar hasil pendataan dipampang di media publikasi kantor desa atau kelurahan setempat,” ujarnya.
“Transparansi ini penting untuk memastikan anggaran sebesar Rp46 miliar dalam APBD 2026 benar-benar tepat sasaran,” paparnya.
Sebagai informasi, Pemkab Jember mengalokasikan anggaran sebesar Rp 46 miliar untuk kebutuhan insentif 22.000 guru ngaji, guru kitab suci non muslim, dan mudin, 3.000 marbot, 2.000 ketua pengajian Muslimah.
Dan untuk tahun 2026 ini data yang disampaikan Kepala Bagian Kesra Pemkab Jember, Nurul Haifd Yasin 22.000 guru ngaji, 44 persen nama baru serta 40 persennya dipenuhi oleh guru ngaji kitab suci non muslim.







