Frensia.id – Kenaikan harga plastik telah mengakibatkan daya beli masyarakat menurun.
Salah satu pedagang plastik di Pasar Tanjung, Jember, Budi Makmur, mengeluh bahwa sejak harga plastik naik toko miliknya mulai sepi pembeli.
“Menurun banyak. Ya mulai harganya naik-naik semua itu. Kalau yang biasanya beli dua, beli satu,” kata dia, saat ditemui di Lapaknya, pada Selasa, (14/4/2026).
Kata dia, plastik mulai mengalami kenaikan harga setelah Hari Raya Idul Fitri.
“Dari awalnya 10 persen, 20 persen, 30 persen sekarang 50 persen sampai 60 persen,” kata dia.
Menurutnya, harga semua plastik naik, terutama plastik jenis PP (Polypropylene). Plastik ini sering digunakan untuk mewadahi gula, beras dan bakso.
Tidak hanya itu, wadah gelas minuman es berbahan plastik juga mengalami kenaikan harga.
“Satu karton naiknya Rp 100.000,” tuturnya.
Sedangkan untuk wadah mika, naik sebanyak 20 persen. Berbeda dengan Thinwall. Plastik ini kerap kali digunakan untuk wadah makan.
“Thinwall itu 60 persen sampai 80 persen,” katanya.
Kata dia, pembeli yang sering membeli plastik di tokonya merupakan para pedagang UMKM (Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah). Namun, kini sudah mulai jarang lagi membeli karena harga yang melonjak secara drastis.






