Frensia.id – Kepala Kepelatihan, Bidang Keatletan Pencak Silat Pagar Nusa UIN KHAS Jember, Supriady Ali Sahbana, berhasil meraih juara di ajang Kejuaraan Provinsi IBCA MMA, Piala Walikota Surabaya.
Acara tersebut dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya ke-733, yang berlangsung pada 30 April hingga 3 Mei 2026, di Gelora Pancasila, Surabaya.
Dalam ajang pertandingan tersebut, diikuti oleh para atlet berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk dari kalangan TNI, Brimob dan Puslatda Jawa Timur.
Capaian tersebut merupakan kado terindah bagi Pagar Nusa UIN KHAS Jember, yang baru saja resmi berdiri sekitar delapan bulan lalu.
“Kalau peserta banyak, kalau tidak salah 100-an lebih,” kata Ali, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, pada Senin (4/5/2026).
Ali dalam ajang ini masuk dalam kategori kelas Putra Senior Standfight dengan berat badan 56,7 Kilogram, yang mewakili Kabupaten Jember.
Ali berhasil melewati babak penyisihan saat seleksi awal dan lanjut ke babak semi final.
Meskipun demikian, di babak semi final, dia harus kalah melawan atlet Puslatda Jawa Timur.
Ali menceritakan kekalahannya saat semi final dengan melawan rivalnya dulu yang pernah bertemu saat bertanding.
“Dari kota Blitar, di Porprov 2025 saya bertemu juga kota Blitar. Jadi dari Kejurprov 2025, Porprov 2025 hingga Kejurprov 2026 ini, di kelas yang sama, saya kalah terus dari kota Blitar dan orang yang sama jadi rival abadi,” kata dia.
Dengan kekalahannya di babak semi final, Ali membawa pulang medali perunggu.
Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember itu, mengakui bahwa dirinya masih perlu banyak berlatih.
Menurutnya, juara 3 bukan kemenangan yang sesungguhnya, itu hanya juara tambahan.
Sebab, kata dia, seseorang hanya dikatakan juara, ketika mereka memperoleh juara satu.
“Tapi setidaknya saya sudah menyumbangkan 1 medali perunggu buat Jember. Di pertandingan semi final barusan saya belajar harus banyak berlatih lagi, banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Tapi ini bukanlah akhir, di fight selanjutnya saya akan jadi lebih baik,” kata Ali.
Ali menekankan kepada anggota Pagar Nusa UIN KHAS Jember agar memiliki mental petarung jika ingin mengikuti jejak prestasinya.
“Jika kalian ingin menjadi seorang juara atau petarung, yang harus kalian bentuk pertama kali adalah mental petarung. Karena ketika sudah memasuki arena, bahkan sebelum masuk arena, yang pertama kali bertarung adalah mental di dalam diri kalian,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ali menyampaikan bahwa menjadi seorang pesilat tidak boleh ragu untuk menyerang, memukul dan menendang ketika sudah dalam gelanggang.
“Jangan melihat siapa lawanmu, tapi buatlah lawanmu yang melihat siapa dirimu,” tuturnya.
Melalui capaian prestasi tersebut, Pagar Nusa UIN KHAS Jember berkomitmen untuk menjadi wadah pembinaan dan pendidikan atlet beladiri yang fokusnya pada prestasi.






