Frensia.Id- Universitas Jember (UNEJ) menyambut baik dorongan agar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ikut serta dalam membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rektor UNEJ, Iwan Taruna, mengungkapkan bahwa pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul harus dimulai dari penguatan mutu gizi masyarakat.
Oleh karena itu, UNEJ melihat program SPPG ini sebagai peluang kolaborasi sangat baik.
“UNEJ melihat ini sebagai peluang kolaborasi yang sangat baik antara pendidikan tinggi dengan agenda pembangunan nasional, termasuk di dalamnya program MBG,” katanya, Senin (18/5/2026).
Meski menyambut positif, Iwan menekankan bahwa implementasi SPPG di lingkungan perguruan tinggi tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa.
Perlu ada rancangan yang matang dan berkelanjutan agar program ini berjalan efektif dalam jangka panjang.
“Namun ada beberapa poin krusial yang wajib dipertimbangkan oleh setiap perguruan tinggi sebelum mengeksekusi program tersebut,” ujarnya.
“Perguruan tinggi tentu harus mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, model operasional, sumber pendanaan, tata kelola, serta efektivitas manfaat jangka panjangnya,” tambahnya.
Guna memastikan kontribusi yang diberikan berjalan optimal, Iwan memaparkan bahwa pihak kampus saat ini sedang bergerak aktif melakukan persiapan di interna dan menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
“Oleh sebab itu, UNEJ saat ini terus melakukan kajian internal dan membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk melihat bentuk kontribusi yang paling tepat, realistis, dan berdampak,” paparnya.
Dia menegaskan, prinsip UNEJ mendukung program nasional ini adalah keseimbangan antara aksi nyata dan kapasitas yang dimiliki institusi.
“Prinsip kami sederhana, bagaimana UNEJ dapat hadir mendukung program nasional secara konkret, tetapi tetap berbasis tata kelola yang baik dan kapasitas institusi yang terukur,” tandasnya.






