Hardiknas 2026 di Jember Tak Sekadar Upacara, Ribuan Karya Siswa Dipamerkan

Monday, 11 May 2026 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahyono, saat sambutan di Pameran Pendidikan (Foto: Istimewa).

Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahyono, saat sambutan di Pameran Pendidikan (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Jember digelar dengan cara berbeda.

Dinas Pendidikan Kabupaten Jember menggelar pameran besar yang memamerkan ribuan karya siswa dan guru di Aula Griya Wiyata.

Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahyono mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian besar peringatan Hardiknas 2026. Dia menyebut ajang ini merupakan pembuktian kualitas pelajar di Kabupaten Jember.

“Kami ingin menunjukkan bahwa karya anak-anak Jember luar biasa dan tidak kalah dengan karya orang dewasa,” katanya, Senin (11/5/2026).

Arief menjelaskan pameran ini dibagi dalam sejumlah klaster yang disesuaikan dengan karakter wilayah di Kabupaten Jember. Pembagian tersebut mencakup klaster perkotaan, perkebunan, pertanian, hingga perikanan.

Baca Juga :  LP2M UIN KHAS Jember Siapkan Akreditasi Ulang Jurnal di Tahun 2026

“Hal ini sengaja dilakukan untuk mewakili kondisi geografis serta potensi daerah yang dimiliki Jember,” ujarnya.

Menurut Arief, konsep Hardiknas tahun ini sengaja dibuat lebih membumi. Pihaknya tidak ingin peringatan hanya diisi oleh kegiatan formal seperti upacara bendera saja.

“Atas arahan Gus Bupati, peringatan Hardiknas tidak melulu seremonial. Kemarin ada talk show, sekarang ada gelar karya siswa dan guru,” paparnya.

Arief menambahkan, pameran ini melibatkan lembaga pendidikan secara menyeluruh, mulai dari tingkat TK, RA, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, MA hingga SLB dan PKBM. Masyarakat pun dipersilakan datang langsung untuk melihat hasil karya anak-anak Jember mulai pukul 07.00 sampai 15.00 WIB.

Baca Juga :  Axel Honeth, Sosiolog Jerman yang Mengeksplorasi Ide-Ide Jurgen Habermas

“Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan tarian bernuansa Tionghoa. Penampilan tersebut adalah simbol keberagaman masyarakat Jember yang multietnis dan multikultural,” ungkapnya.

“Maka dari itu, di lingkungan pendidikan tidak boleh ada tempat bagi intoleransi, bullying, maupun isu SARA,” tandasnya.

Sebagai informasi, beragam hasil kreativitas ditampilkan dalam ajang ini. Mulai dari produk UMKM, kerajinan tangan, inovasi bidang pertanian dan perikanan, hingga karya kreatif berbasis lingkungan.

Seluruh karya tersebut merupakan hasil tangan dingin para siswa dari berbagai jenjang sekolah di seluruh penjuru Jember.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Optimalkan Layanan Digital, UIN KHAS Jember Hadiri Penyusunan Daftar Informasi Publik PTKIN
“Rayuan Perempuan Gila”, Karya Nadin Disebut Kritik Konstruksi Budaya Tentang Perempuan
BEM Nusantara Tapal Kuda Tolak SPPG Dibangun di Kampus
Menarik! Review Kajian Bullying Mendorong Partisipasi Pencegahan Berbasis Teknologi
Kepala Kepelatihan Pagar Nusa UIN KHAS Jember Raih Juara di Kejurprov IBCA MMA Surabaya
Migrant Care Jember Soroti Modus Baru TPPO di Dalam Kampus
FTIK UIN KHAS Jember Tekankan Penguatan Ekosistem Akademik Mahasiswa di Rakerpim 2026
Diriset! Gambus Ternyata Berhubungan Dengan Ide-Ide Musik Al Farabi

Baca Lainnya

Monday, 11 May 2026 - 17:50 WIB

Hardiknas 2026 di Jember Tak Sekadar Upacara, Ribuan Karya Siswa Dipamerkan

Saturday, 9 May 2026 - 17:20 WIB

Optimalkan Layanan Digital, UIN KHAS Jember Hadiri Penyusunan Daftar Informasi Publik PTKIN

Friday, 8 May 2026 - 20:22 WIB

“Rayuan Perempuan Gila”, Karya Nadin Disebut Kritik Konstruksi Budaya Tentang Perempuan

Wednesday, 6 May 2026 - 21:56 WIB

BEM Nusantara Tapal Kuda Tolak SPPG Dibangun di Kampus

Wednesday, 6 May 2026 - 17:45 WIB

Menarik! Review Kajian Bullying Mendorong Partisipasi Pencegahan Berbasis Teknologi

TERBARU

demokrasi. Sumber gambar: AI.

Kolomiah

Gelagat Menjelang Pilkades

Sunday, 10 May 2026 - 19:04 WIB