Dispendukcapil Sebut Hasil Verval Data Kemiskinan di Jember 200 Orang Tercatat Meninggal Ternyata Masih Hidup

Wednesday, 3 June 2026 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro (Foto: Istimewa).

Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember menemukan fakta mengejutkan, saat melakukan verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan Desil 1. Sebanyak 200 warga yang sebelumnya dilaporkan telah meninggal dunia, ternyata ditemukan masih hidup.

Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa kepastian status 200 warga tersebut didapat setelah petugas melakukan pengecekan silang secara ketat ke pihak keluarga hingga pengurus RT dan RW.

“Dari pengecekan petugas kami sampai di perangkat RW dan RT, ada sekitar 200-an orang yang masih hidup. Akhirnya, Dispendukcapil tidak mengeluarkan akta kematian untuk 200-an orang tersebut,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).

Bambang memaparkan, gerakan verval data kemiskinan oleh ASN Pemkab Jember ini berlangsung selama satu bulan penuh sejak pertengahan April hingga Mei 2026. Hasil awal verval mencatat ada 16.775 warga miskin yang dilaporkan sudah meninggal dunia namun datanya belum diperbarui.

Baca Juga :  Fraksi Gerindra Minta Dana Pembangunan Pemkab Jember Merata hingga Pelosok Desa

“Kami ngebut menerbitkan akta kematian tersebut. Dari 16.775 data warga yang diverval sudah meninggal, ada 12 ribuan yang sudah kami terbitkan akta kematian. Ini terus kami kebut,” ujarnya.

Pembaruan data ini dinilai sangat krusial. Selama ini, warga miskin kelompok Desil 1 yang sudah meninggal tetapi belum mengantongi akta kematian resmi, tercatat masih terus menerima kucuran bantuan sosial (bansos).

“Kini, seluruh penerbitan akta kematian baru tersebut telah dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Terkait penghapusan nama dari daftar penerima bansos, hal itu sepenuhnya menjadi otoritas pusat,” paparnya.

Baca Juga :  Petani di Songgon Ditemukan Meninggal di Gubuk Kandang Sapi

“Penerbitan akta kematian itu nantinya secara langsung terlaporkan ke Kemendagri. Namun untuk pencoretan dari daftar penerima bantuan sosial, baik yang bersumber dari APBN maupun APBD, itu merupakan kewenangan Kementerian Sosial,” tandasnya.

Sebagai informasi, selain mendata warga meninggal, verval ini juga mengungkap data migrasi penduduk. Tercatat ada 10.700 warga yang pindah domisili, dengan rincian 670 orang pindah ke luar Kabupaten Jember, sementara sisanya hanya berpindah tempat tinggal antar-desa setempat.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Komisi B DPRD Jember Soroti Insentif Pajak Petani yang Lahannya Masuk LP2B
Dinas Pertanian Jember Beri Penjelasan soal Dugaan Pembengkakan Anggaran Perjalanan Dinas
Sekda Jember Angkat Bicara Soal ASN yang Bolos Kerja Malah Naik Jabatan
Kirab Ancak Agung Jember Pecahkan 2 Rekor MURI Sekaligus
Semarak Pawai Ancak Agung di Jember, Gus Fawait Bawa Pesan Toleransi dan Kemanusiaan
Frensia Institute: Buku “Presiden Solusi” Banjir Pemberitaan, Tapi Minim Uji Independen
Komisi A DPRD Jember Minta Inspektorat & BKPSDM Periksa ASN Mangkir Kerja yang Malah Naik Jabatan
Respons Gus Fawait Usai Kebijakan PPPK Bisa Jadi PNS: Ini Kado Kemerdekaan

Baca Lainnya

Wednesday, 26 August 2026 - 17:56 WIB

Komisi B DPRD Jember Soroti Insentif Pajak Petani yang Lahannya Masuk LP2B

Wednesday, 26 August 2026 - 15:56 WIB

Dinas Pertanian Jember Beri Penjelasan soal Dugaan Pembengkakan Anggaran Perjalanan Dinas

Wednesday, 26 August 2026 - 14:33 WIB

Sekda Jember Angkat Bicara Soal ASN yang Bolos Kerja Malah Naik Jabatan

Sunday, 23 August 2026 - 13:40 WIB

Kirab Ancak Agung Jember Pecahkan 2 Rekor MURI Sekaligus

Sunday, 23 August 2026 - 13:30 WIB

Semarak Pawai Ancak Agung di Jember, Gus Fawait Bawa Pesan Toleransi dan Kemanusiaan

TERBARU

Gambar Diduga Tanah Diserobot Perusahaan, Massa Nyaris Ricuh dengan Petugas (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Diduga Tanah Diserobot Perusahaan, Massa Nyaris Ricuh dengan Petugas

Wednesday, 26 Aug 2026 - 19:34 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading