Frensia.id – Warga Dusun Plalangan, Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang, Jember, digegerkan dengan penemuan tengkorak manusia di kebun singkong, pada Selasa (9/6/2026).
Tengkorak tersebut ditemukan saat warga akan mencabut singkong di lahan milik salah satu warga setempat bernama Nur Ajib.
Setelah menemukan tengkorak, warga langsung melaporkannya ke pihak perangkat desa.
Kepala Dusun Plalangan, Handoso, menyampaikan bahwa ketika menerima laporan tersebut, dirinya langsung melanjutkan kabar itu ke pihak kepolisian.
“Tadi ada yang mencabut singkong, terus dia nemu mayat lari ke rumah laporan sama saya. Langsung saya ke polsek,” kata dia, yang berada lokasi kejadian.
Pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengindentifikasi temuan tengkorak tersebut.
“Dicek ke sini sama pak polisi, terus langsung ditanya-tanya ada orang hilang. Ternyata masih warga saya,” ujarnya.
Berdasarkan pengakuan Handoso, warga yang hilang itu atas nama Sana alias HB (37).
Dia menyebut bahwa warganya dikabarkan hilang di wilayah desanya sudah sekitar 2 bulan.
Lebih lanjut, Handoso menceritakan peristiwa warganya hilang itu akibat rasa depresi setelah diceraikan oleh sang istri.
Korban sudah lebih satu bulan dicari oleh warga setempat, dan baru kali ini ditemukan dalam keadaan tinggal kerangkanya.
Dia memastikan bahwa kerangka tersebut adalah Sana alias HB, karena telah mengenali salah satu pakaian yang terletak di samping tengkorak.
“Baju, celana, sama sarung itu lagi,” tuturnya.
Menurut dia, korban ditemukan hingga tersisa tengkorak disebabkan murni karena meninggal.
Sementara itu, Kapolsek Mayang, AKP Dian Eko Timuriyono, menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan laporan penemuan tengkorak tersebut sejak pukul 06.00 WIB dari warga setempat.
Ketika mendatangi lokasi kejadian, dengan kondisi jenazah sudah berubah menjadi kerangka, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Jember.
“Kami langsung menghubungi tim identifikasi dari Polres Jember, untuk selanjutnya dilakukan proses olah TKP,” kata dia, saat ditemui di Polsek Mayang.
Menurut dia, saat dilakukan olah TKP bahwa tengkorak tersebut merupakan identik dengan salah satu warga Dusun Plalangan berinisial HB yang sebelumnya telah dikabarkan hilang.
“Keluarga juga menyatakan bahwa memang korban adalah salah satu anggota keluarganya yang selama ini hilang,” tuturnya.
Sedangkan untuk hasil visum, kata dia, masih dalam tahap proses, namun saat pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Dia juga menyampaikan pihaknya sebelumnya sudah pernah menerima laporan hillangnya korban, hingga berkoordinasi dengan berbagai perangkat desa untuk mencari korban.
“Kami sudah waktu itu juga bekerja sama dengan beberapa kepala desa, perangkat desa dan masyarakat untuk mencari informasi terhadap keberadaan korban,” tegasnya.






