Cerita Pasien Jantung Asal Banyuwangi Temukan Harapan di RSD Soebandi Jember

Tuesday, 16 June 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Rumah Sakit Dr Soebandi Jember (Foto: Sigit/Frensia).

Gedung Rumah Sakit Dr Soebandi Jember (Foto: Sigit/Frensia).

Frensia.Id- Perjuangan melawan penyakit kronis kerap menguras energi dan kesabaran pihak keluarga.

Hal inilah yang dirasakan oleh Budi, seorang warga Banyuwangi, saat mendampingi sang ayah yang berjuang melawan penyakit jantung koroner dan penyumbatan pembuluh darah.

Kisah ini bermula pada pertengahan Maret 2026 lalu. Sang ayah didiagnosis menderita penyakit jantung setelah menjalani proses kateterisasi di RSUD Blambangan, Banyuwangi.

Karena kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, pihak RSUD Blambangan kemudian memberikan rujukan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

“Baru sekitar 28 April 2026, ayah kami bawa ke RS Saiful Anwar Malang. Kenapa lama? Karena mempertimbangkan kondisi ayah yang saat itu masih lemas dan kecapekan,” kata Budi, Selasa (16/6/2026).

Setibanya di RSSA Malang, Budi mengaku pelayanan yang diberikan oleh dokter spesialis di poli jantung sebenarnya sangat baik dan responsif. Setelah pemeriksaan awal, pihak rumah sakit meminta mereka pulang ke Banyuwangi sembari menunggu panggilan untuk tindakan medis selanjutnya.

Komunikasi sempat berjalan lancar saat petugas RSSA Malang menghubungi Budi pada 20 Mei 2026 untuk meminta data rekam medis dari RSUD Blambangan.

Baca Juga :  Curi 2 Alat Survei di Gudang Perusahaan, Pria di Banyuwangi Diciduk Polisi

“Setelah itu, hingga awal Juni 2026, belum ada kabar lagi (dari RSSA Malang),” ujarnya.

Melihat kondisi sang ayah yang kian memprihatinkan—kerap lemas dan selalu terengah-engah (ngos-ngosan), Budi tidak tinggal diam. Ia mencoba berkoordinasi dengan kerabatnya di Mojokerto untuk mencari alternatif pengobatan lain.

Atas saran kerabat, pilihan akhirnya jatuh ke RS dr. Soebandi Jember, yang dikenal memiliki rekam jejak bagus dalam menangani kasus penyakit jantung. Setelah mengurus rujukan baru dari RSUD Blambangan, sang ayah langsung dilarikan ke Jember.

“Ayah tiba di IGD RS Soebandi pada Jumat, 12 Juni 2026. Pelayanan di IGD sangat responsif dan cepat, begitu pula dengan penyiapan ruangan perawatan,” cerita Budi dengan nada lega.

Tak hanya cepat, Budi juga mengapresiasi kejelasan informasi yang diberikan oleh tim medis Jember. Dokter spesialis yang menangani ayahnya menjelaskan kondisi penyakit secara mendetail.

Baca Juga :  Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi

“Bahkan pada hari yang sama, dokter memastikan bahwa tindakan operasi bisa dilakukan dan RS dr. Soebandi mampu menanganinya dengan baik,” paparnya.

Meski RS dr. Soebandi menyatakan kesiapannya, pihak keluarga memiliki pertimbangan lain terkait kondisi fisik sang ayah. Budi dan keluarga akhirnya memilih agar sang ayah dirujuk ke Rumah Sakit Pusat (RSP) Kemenkes di Surabaya.

Hebatnya, proses transisi rujukan ini dibantu penuh oleh pihak rumah sakit di Jember tersebut.

“Alhamdulillah, dengan bantuan tim RS Soebandi, kami menemukan kejelasan untuk penanganan di Surabaya. Kami berterima kasih dan memberikan apresiasi yang luar biasa kepada tim medis serta pelayanan RS Soebandi yang responsif dan prima bagi ayah kami,” ungkapnya.

Budi berharap, dedikasi dan kualitas pelayanan yang ditunjukkan oleh RS dr. Soebandi Jember dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

“Harapannya, ke depan RS Soebandi bisa menjadi pilihan utama untuk mendapatkan layanan kesehatan paripurna bagi warga di sekitar wilayah Tapal Kuda,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Morula IVF Surabaya Berkunjung ke Jember, Prof Budi Santoso Jelaskan Layanan Bayi Tabung
Morula IVF Surabaya Beri Edukasi Layanan Bayi Tabung di Jember
Alfamart dan Sweety Lanjutkan Program Sahabat Posyandu, Jangkau 8.400 Penerima Manfaat
Dinkes Jember Temukan 271 Orang Terdiagnosa TBC per Juni 2026
Peringati Hari Anak Nasional, Alfamart Edukasi Gizi Ibu dan Anak di Jember
Pemkab Jember akan Luncurkan Layanan Homecare, Berikut Cara Mengaksesnya
Kisah Lutfiyah, Warga Sukowono Jember yang Takut Berobat setelah Idap Kanker Payudara
Alfamart Gandeng Baby Happy Targetkan 6.000 Ibu dan Anak Raih Layanan Kesehatan Gratis

Baca Lainnya

Saturday, 8 August 2026 - 17:40 WIB

Morula IVF Surabaya Berkunjung ke Jember, Prof Budi Santoso Jelaskan Layanan Bayi Tabung

Saturday, 8 August 2026 - 17:30 WIB

Morula IVF Surabaya Beri Edukasi Layanan Bayi Tabung di Jember

Thursday, 6 August 2026 - 17:00 WIB

Alfamart dan Sweety Lanjutkan Program Sahabat Posyandu, Jangkau 8.400 Penerima Manfaat

Friday, 31 July 2026 - 19:42 WIB

Dinkes Jember Temukan 271 Orang Terdiagnosa TBC per Juni 2026

Thursday, 23 July 2026 - 12:53 WIB

Peringati Hari Anak Nasional, Alfamart Edukasi Gizi Ibu dan Anak di Jember

TERBARU

Puluhan sound horeg saat memadati kawasan lokasi wisata Dira Kafe, Kecamatan Kencong, Jember. (Foto: Istimewa).

News

Puluhan Sound Horeg Beraksi di Lokasi Wisata Dira Kafe

Saturday, 12 Sep 2026 - 17:44 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading