FRENSIA.ID – Terlihat, ada ratusan pelayat dari berbagai kalangan memadati prosesi pemakaman Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Hepni.
Kepergian sosok pemimpin akademis ini terbilang sangat mengejutkan banyak pihak, meninggalkan kesedihan yang mendalam tidak hanya bagi civitas akademika, tetapi juga bagi masyarakat luas dan kalangan pesantren.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, gelombang pelayat terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir. Kehadiran ratusan orang tersebut mencerminkan betapa luasnya pengaruh dan kepribadian almarhum semasa hidup.
Sejumlah tokoh ulama terkemuka turut hadir di tengah-tengah pelayat, di antaranya Pengurus PBNU KH Abdullah Syamsul Arifin, Pengasuh PP. Al Azhar KH. Hamid Hasbullah, Gus Mamak, Pengasuh PP Nurul Islam KH Muhyiddin Abdusshomad, putra KH. Ahmad Shiddiq yakni Gus Firjoun, serta KH. Ahmad Nasihin, KH. Baihaqi Kalisat, Prof. KH. Halim Soebahar, dan Pengasuh PP Madinatul Ulum KH. Lutfi Cangkring. Selain para pemuka agama, tampak hadir pula Kepala Kementerian Agama Jember, Dr. Santoso.S.Ag., M.Pd.
Banyaknya tokoh pesohor agama dan ribuan masyarakat yang mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhirnya dinilai sebagai bukti nyata atas dedikasi luar biasa almarhum semasa hidup.
Ach. Barocky Zaimina, seorang dosen yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Ilmu Pengetahuan Sosial, mengungkapkan bahwa membeludaknya pelayat, terutama dari kalangan pesantren, menjadi tanda betapa besarnya rasa kehilangan yang dirasakan publik.
Menurutnya, hal ini tidak lepas dari rekam jejak kepemimpinan Prof. Hepni yang selalu bersinergi dengan dunia pesantren.
”Kehadiran para kiai dan tokoh agama, karena memang jasa Prof Hepni selama hidup. Utamanya saat menjadi rektor,” ujar Rocky saat memberikan kesaksian di sela-sela prosesi pemakaman.
Rocky menjelaskan bahwa selama menakhodai UIN KHAS Jember, almarhum memiliki visi yang kuat dan konsisten untuk mengintegrasikan dunia pendidikan tinggi dengan nilai-nilai luhur pesantren. Kebijakan-kebijakan yang diambil almarhum selalu berorientasi pada kemajuan institusi tradisional tersebut.
”Beliau fokus menjadikan UIN KHAS sebagai pusat studi pengembangan pesantren,” tambahnya.
Sebelum dihantarkan ke liang lahat, jenazah Prof. Hepni terlebih dahulu disalatkan dengan khidmat oleh ratusan jamaah di Masjid Baitul Muttaqin, Ajung.






