Frensia.Id- Dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga datang dari sektor UMKM (pedagang) dan perangkat desa. Program ini dinilai sukses menggerakkan roda perekonomian dari hulu hingga ke hilir.
Salah seorang pedagang pasar yang ikut berorasi, Fikri, mengaku omzetnya meningkat sejak program tersebut berjalan. Menurutnya, lonjakan permintaan pasar justru berimbas positif bagi para produsen di tingkat bawah.
“Kami para pedagang sangat terbantu dengan adanya program ini. Perekonomian di pasar benar-benar berputar,” kata Fikri di atas mobil komando, Sabtu (20/6/2026).
Fikri juga menepis isu miring soal ketidakstabilan harga sembako akibat program ini. Menurutnya, hal itu adalah dinamika pasar yang wajar dan justru menguntungkan para petani.
“Kalau ada yang bilang banyak harga bahan-bahan yang naik, itu adalah penyesuaian harga karena permintaan banyak,” ujarnya.
“Tapi coba tanyakan ke para petani, mereka juga pasti terbantu karena hasil panennya langsung ada pembelinya. Jadi program MBG ini adalah program yang baik,” paparnya.
Senada dengan Fikri, Kepala Desa Ledokombo yang juga bertindak sebagai koordinator lapangan (Korlap) aksi, Ipung Wahyudi, mendesak agar program MBG tetap dipertahankan. Ia bersaksi bahwa program ini sukses memangkas angka pengangguran di wilayah pedesaan.
“Saya sepakat kalau program MBG ini dilanjutkan. Banyak masyarakat desa yang awalnya pengangguran, akhirnya mendapatkan pekerjaan melalui program ini,” ungkapnya.
Pantauan di lokasi, hingga pukul 10:08 WIB massa aksi yang memadati gedung DPRD Jember terus menyuarakan tuntutan mereka agar evaluasi program MBG tidak berujung pada penghentian total. Mengingat banyaknya hajat hidup warga yang kini bergantung pada program tersebut.






