Frensia.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait, memberi bocoran strategi terkait performa perekonomian di daerahnya terpilih menjadi yang terbaik di wilayah Sekar Kijang (Situbondo, Banyuwangi, Bondowoso, Jember, dan Lumajang).
Hal itu, dia sampaikan saat setelah membacakan Nota Penjelasan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di Ruang Sidang Utama DPRD Jember, pada Sabtu, (20/6/2026) malam hari.
Menurutnya, ada dua indikator yang menjadi kunci dari performa perekonomian di Jember meningkat, yaitu pertumbuhan ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Di mana pertumbuhan ekonomi kita, tertinggi selama 5 tahun dan PAD kita pertumbuhannya, perkembangannya itu adalah yang tertinggi se-Jawa Timur,” kata dia.
Bupati yang memiliki sapaan akrab Gus Fawait itu, juga menyampaikan bahwa dalam kuartal pertama di tahun 2026, pertumbuhan ekonomi di Jember lebih tinggi 6 sekian persen.
Kata Gus Fawait, salah satu faktor yang menjadi pendukung dari pertumbuhan tersebut yaitu investasi.
“Investasi kita naik, karena secara teori investasi naik, maka dia akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.
Meskipun, kata dia, dana transfer daerah berkurang, namun Pemkab Jember telah banyak mendapatkan bantuan program dari pemerintah pusat, baik di sektor pendidikan, maupun pertanian.
Selain itu, kata dia, Pemkab Jember, berupaya mengoptimalisasikan program dari pemerintah pusat, yaitu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di banyak titik Kabupaten Jember.
“Secara teori itu government expenditure, mendorong pertumbuhan ekonomi kita,” ujarnya.
Gus Fawait juga menyampaikan alasan di balik pertumbuhan perekonomian di Jember meningkat, dengan kondisi APBD yang sedang menurun.
“Logikanya ketika APBD Jember itu turun, maka akan menurunkan pertumbuhan ekonomi juga. Nah, tapi kenapa kok bisa APBD kita turun, tapi meningkat. Nah, itu salah satunya adalah optimalisasi program nasional,” kata dia.
Gus Fawait mencontohkan salah satu progam nasional yang menjadikan pertumbuhan ekonomi di Jember meningkat yaitu adanya KDKMP.
“Logikanya begini, bangun koperasi Desa Merah Putih secara serentak. Pasirnya beli di Jember, pekerjanya orang Jember, yang ngantarkan pasir orang Jember. Maka di situlah faktor pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.
Dia berharap pertumbuhan ekonomi di Jember bisa bertahan dan lebih baik lagi di tahun 2026.






