Frensia.id – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember telah mengumumkan pemenang lomba film pendek dan karya tulis ilmiah bertema Moderasi Beragama, pada Selasa (23/6/2026).
Pengumuman lomba digelar di Gedung Kuliah Terpadu UIN KHAS Jember.
Peserta lomba diikuti oleh pelajar setingkat SMA/Sederajat se-Jawa Timur.
Ajang bergengsi ini diselenggarakan setiap tahun oleh Pusat Moderasi Beragama di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN KHAS Jember.
Wakil Rektor (Warek) 1 Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN KHAS Jember, Prof. Muhammad Khusna Amal, menyampaikan digelarnya lomba tersebut untuk memberikan wadah kreativitas dan gagasan bagi anak muda setingkat pelajar yang diwujudkan melalui karya tulis ilmiah dan film pendek.
“Gagasan-gagasan yang dituangkan oleh anak-anak muda terutama Generasi Z, anak-anak SLTA ini, memiliki harapan agar anak-anak muda yang sesungguhnya sangat kreatif, inovatif dan idealisme, memiliki kesempatan untuk menuangkan itu semuanya,” tutur Prof. Amal.
Prof. Amal mengatakan lomba tersebut merupakan komitmen dari UIN KHAS sebagai Kampus yang merealisasikan salah satu program prioritas Kementerian Agama, yaitu moderasi beragama.
Selain itu, kata dia, ajang ini juga memiliki tujuan agar program-program dan kebijakan yang dilakukan UIN KHAS Jember berdampak positif dan dirasakan kebermanfaatannya bagi masyarakat.
Di sisi lain, menurut Prof. Amal dengan adanya lomba para pelajar bisa mengenal UIN KHAS lebih mendalam.
“Sehingga bagi anak-anak muda, yang nanti mau melanjutkan studi perguruan tinggi, bisa menjadikan UIN sebagai alternatif utama dalam pilihan studi lanjut mereka,” ujarnya.
Sementara itu, untuk lomba film pendek dimenangkan oleh siswa SMK Plus Al-Mujahidi, Gumukmas, Jember, atas nama Muhammad Fajar Rizki dan Emeylia Widhiana Putri.
Film tersebut berjudul Soto yang ditetapkan menjadi juara 1 dengan nilai 227,8.
Sutradara Film, Emeylia Widhiana Putri, menceritakan alasan di balik pemilihan judul Soto sebagai objek utama dalam film tersebut.
“Jadi ada satu tokoh muslim, dia itu sangat kekeh kepada agamanya sendiri. Dia tidak mau berbaur sama teman yang berbeda agama yang minoritas yang Kristen itu,” kata dia.
Dia juga menyampaikan dari film tersebut memberi pesan bahwa dalam pertemanan seseorang harus bisa berbaur tidak hanya dengan latar belakang agama yang sama.
“Pesannya itu agar kita berbaur tidak hanya dengan sesama muslim, tetapi merangkul semua agama dan perbedaan yang ada,” tegasnya.
Sedangkan untuk lomba karya tulis ilmiah, dimenangkan oleh siswa MAN 1 Pamekasan atas nama Ulfiatun Isma Rohmawati dan Nabila Yuna Aprilia.
Artikel berjudul “Green Moderation Learning (Gml): Model Penguatan Moderasi Beragama” ditetapkan menjadi juara 1.
Ulfiatun Isma Rohmawati, menyampaikan bahwa judul dari karya tulisnya berfokus pada model pembelajaran di lingkungan madrasah.
“Karena seperti yang kita tahu, kalau indeks religiusitas masyarakat di Indonesia itu lebih rendah pada tingkat Gen Z. Terutama seperti kami di tingkat SMA sederajat seperti itu,” tutur Ulfi.
Menurutnya, dengan rendahnya religiusitas tersebut, pelajar sekarang membutuhkan pembelajaran yang lebih interaktif dan sesuai dengan zaman digital.






