KAI Daop 9 Jember Terbangkan Drone untuk Awasi Titik Rawan Pelemparan Batu

Wednesday, 24 June 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas KAI Daop 9 Jember yang sedang memberi imbauan kepada anak-anak di sekitar wilayah rel kereta api (Foto: Humas KAI Daop 9 Jember).

Petugas KAI Daop 9 Jember yang sedang memberi imbauan kepada anak-anak di sekitar wilayah rel kereta api (Foto: Humas KAI Daop 9 Jember).

Frensia.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember, mulai meluncurkan drone untuk memantau titik wilayah yang rawan aksi pelemparan batu pada gerbong kereta.

Alasan peluncuran drone tersebut, berawal dari laporan adanya Orang Tidak Dikenal (OTK) yang melempar batu saat Kereta Api (KA) Logawa dan KA Ijen Ekspres sedang melintas, di petak jalan antara Stasiun Leces dan Probolinggo, pada Minggu (21/6/2026).

Meskipun, dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, namun menyisakan rasa trauma bagi penumpang kereta.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan bahwa pihaknya mengutuk keras terhadap oknum pelemparan batu tersebut.

“Pelemparan terhadap kereta api yang sedang berjalan adalah tindakan yang sangat berbahaya. Dampaknya bisa fatal jika batu menembus kaca dan melukai kru KA atau penumpang di dalamnya,” kata Cahyo, dalam keterangan Press Release, pada Rabu (24/6/2026).

Baca Juga :  Kepala Terjepit Sound Horeg Saat Lewati Gapura, Pemuda di Jember Tewas

Menurutnya, dari data yang dihimpun oleh KAI Daop 9 Jember, menunjukkan bahwa aksi pelemparan batu mengalami penurunan dari tahun 2025 ke tahun 2026.

Adapun untuk tahun 2025 tercatat ada sebanyak 6 kasus, sedangkan di tahun 2026 ditemukan 5 kasus.

Cahyo mengatakan dengan adanya peristiwa tersebut, pihaknya akan terus melakukan langkah preventif, di antaranya sosialisasi edukasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), patroli, dan pemanfaatan drone, serta angjangsana kepada tokoh masyarakat.

Menurut Cahyo, perbuatan melempar batu akan berkonsekuensi hukum, sehingga menyeret pelaku ke penjara.

Sebagaimana yang tertera pada Pasal 194 Ayat (1) KUHP Tahun 2023, bahwa tindakan pelemparan merupakan kejahatan yang berakibat dipenjara hingga 15 tahun.

Baca Juga :  Ansor dan Lesbumi Kencong Lestarikan Budaya Indonesia melalui Ngaji Mocopat dan Manuskrip Pesantren

Di sisi lain, perilaku pelemparan batu juga telah melanggar Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, yang dapat dilaporkan secara pidana maupun perdata.

Lebih lanjut, Cahyo, mengimbau kepada masyarakat yang berada di wilayah operasional KAI Daop 9 Jember, untuk meningkatkan kepedulian dan pengawasan terhadap lingkungan sekitar rel kereta api.

“Jangan biarkan anak-anak maupun oknum tidak bertanggung jawab melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api. Apabila melihat aktivitas mencurigakan atau berpotensi mengganggu operasional kereta api, segera laporkan kepada petugas stasiun terdekat atau pihak kepolisian,” tegas Cahyo.

Menurutnya, keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tanggung jawab KAI, tetapi juga membutuhkan dukungan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Melaju Kencang, Pengendara Scoopy Tabrak Truk di Patrang Jember
Disnaker Jember Kirim 1.357 PMI ke Luar Negeri, Posisi Housemaid Paling Banyak Diminati Pekerja
Pria di Jember Meninggal Dunia Usai Tersangkut Gapura di Atas Truk Sound
Kepala Terjepit Sound Horeg Saat Lewati Gapura, Pemuda di Jember Tewas
Cerita Suparno saat Budidaya Kopi di Perkebunan Jember hingga Belasan Tahun: Perusahaan Berharap Biaya Dikit, Penghasilannya Lumayan
Yakuza Maneges Jember Resmi Dideklarasikan, Usung Visi Humanity and Social Justice
Laka Lantas Libatkan Motor Revo dan Vario di Wuluhan Jember, 1 Orang Meninggal Dunia
Pengendara Honda CB Tabrak Motor Beat di Kaliwates Jember, 1 Orang Alami Luka Ringan

Baca Lainnya

Wednesday, 5 August 2026 - 19:23 WIB

Melaju Kencang, Pengendara Scoopy Tabrak Truk di Patrang Jember

Tuesday, 4 August 2026 - 22:44 WIB

Disnaker Jember Kirim 1.357 PMI ke Luar Negeri, Posisi Housemaid Paling Banyak Diminati Pekerja

Tuesday, 4 August 2026 - 14:19 WIB

Pria di Jember Meninggal Dunia Usai Tersangkut Gapura di Atas Truk Sound

Tuesday, 4 August 2026 - 00:34 WIB

Kepala Terjepit Sound Horeg Saat Lewati Gapura, Pemuda di Jember Tewas

Monday, 3 August 2026 - 19:07 WIB

Cerita Suparno saat Budidaya Kopi di Perkebunan Jember hingga Belasan Tahun: Perusahaan Berharap Biaya Dikit, Penghasilannya Lumayan

TERBARU

Sumber: Pixabay

Kolomiah

Kades adalah Politikus bukan Raja Jawa

Sunday, 9 Aug 2026 - 06:19 WIB

Suasana saat mediasi oleh pihak Polsek, Koramil, pihak desa, dan Dinas Pendidikan serta warga desa (Foto: Istimewa).

Criminalia

Penganiayaan Siswi SD di Jember Gegara Cemburu Saling Follow TikTok

Saturday, 8 Aug 2026 - 18:35 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading