Gandeng ITB dan PT DI, Imigrasi Inisiasi ‘Pagar Digital’ Pakai Drone untuk Jaga Perbatasan

Wednesday, 1 July 2026 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktorat Jenderal Imigrasi saat mengadakan rapat bersama Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) (Foto: Istimewa).

Direktorat Jenderal Imigrasi saat mengadakan rapat bersama Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) (Foto: Istimewa).

Frensia.Id- Direktorat Jenderal Imigrasi menggandeng Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menginisiasi program ‘Pagar Digital’. Sistem pengawasan keimigrasian berbasis teknologi drone ini dirancang untuk memperkuat pengamanan di wilayah perbatasan darat dan laut Indonesia.

Langkah ini diambil untuk mengatasi berbagai tantangan di garis batas negara. Mulai dari maraknya perlintasan ilegal, keterbatasan infrastruktur digital, hingga ancaman tindak pidana lintas negara.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengungkapkan bahwa ide ini muncul setelah dirinya memantau perkembangan teknologi pengamanan perbatasan di sebuah pameran pertahanan di Singapura.

“Dari situlah saya terpikirkan untuk mencoba menggandeng kampus terbaik di Indonesia di bidang teknologi, untuk menginisiasi ‘Pagar Digital’, sistem pengamanan perbatasan dengan menggunakan drone. Kita ini punya 3.111 km wilayah perbatasan darat yang sangat luas dan rawan perlintasan ilegal,” kata Hendarsam, dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).

Hendarsam memaparkan, dari total 3.111 kilometer garis perbatasan darat Indonesia, saat ini baru tersedia 18 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan 38 Pos Lintas Batas (PLB) yang tersebar di Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagian di antaranya bahkan belum aktif atau terkendala perjanjian lintas batas.

Baca Juga :  Temui Massa Aksi Pasar Tanjung, Bupati Jember Gus Fawait Ajak Dialog Lesehan di Pendopo

Berdasarkan data Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) darat periode Januari hingga April 2026, jumlah pelintas resmi tercatat mencapai 679.867 orang. Namun, pengawasan terhadap jalur non-resmi alias ‘jalur tikus’ masih menjadi PR besar. Jalur-jalur ini rawan dimanfaatkan untuk:

• Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

• Penyelundupan manusia (human smuggling)

• Penyelundupan komoditas ilegal.

Hendarsam menyebut, prioritas penerapan Pagar Digital ini akan difokuskan pada wilayah darat di Kalimantan, Papua, dan NTT.

Sementara untuk wilayah laut, fokus utamanya berada di Kepulauan Riau, Batam, dan jalur penyeberangan di sekitarnya.

Sistem Pagar Digital ini nantinya akan mengoptimalkan drone hasil pengembangan ITB sejak 2019, yang diproduksi bersama PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Teknologi yang disiapkan menggabungkan dua jenis drone canggih:

  1. Drone HALE (High-Altitude Long-Endurance): Berfungsi untuk pemantauan jarak jauh secara nonstop selama 24 jam.
  2. Drone Mantis: Digunakan untuk melakukan pendekatan taktis (intercept) ketika terdeteksi pergerakan yang mencurigakan.
  3. ⁠
    “Pagar digital memang tidak secara fisik bisa menghentikan orang, tetapi memberikan kesadaran situasional (situational awareness) secara real-time,” jelas Hendarsam.
Baca Juga :  Imigrasi Jember Bentuk Desa Binaan di Senduro Lumajang, Edukasi Paspor hingga TPPO

“Saat drone mendeteksi pergerakan di blind spot perbatasan, sistem langsung mengirimkan koordinat ke pos imigrasi atau penjaga perbatasan terdekat. Langkah ini bisa memangkas waktu respons patroli konvensional secara drastis,” lanjutnya.

Selain respons cepat, penggunaan pesawat tanpa awak ini dinilai jauh lebih efisien dan memangkas biaya operasional dibandingkan dengan menggunakan aset udara berawak.

“Mengingat luasnya wilayah pengawasan, keberadaan mata udara yang cepat dan fleksibel memberikan data awal yang akurat sebelum tim bergerak melakukan penindakan. Ini jauh lebih hemat,” pungkas Hendarsam.

Dalam jangka panjang, proyek kolaborasi antara Imigrasi, ITB, dan PT DI ini diproyeksikan menjadi fondasi kuat bagi kemandirian siber dan kedaulatan teknologi dalam negeri di lingkungan keimigrasian nasional.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Antrean Pasien Menumpuk, Pemkab Jember Percepat Peningkatan Kapasitas RS Rujukan
Datang ke Jember, Komisi D DPRD Jatim Bahas Jalan Rusak dan Tambang Ilegal
DPRD Jember Lapor Polisi terkait Hilangnya 2 Batu Yoni Situs Pocangan Sukowono
DPRD Jember Dorong Adanya Klarifikasi Dugaan Disiplin ASN Pemkab Jember
Pemkab Jember Lakukan Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Samanhudi Depan Pasar Tanjung
Gus Fawait Tegaskan Kebijakan Perubahan Tata Kelola Pasar Tanjung Jember atas Usulan Pedagang
Gus Fawait Sampaikan Penjelasan Raperda APBD 2027, Targetkan Pendapatan Daerah Senilai Rp 4.520 Triliun
Komisi A DPRD Jember Gelar Hearing Terkait Dugaan Indisipliner ASN

Baca Lainnya

Wednesday, 30 September 2026 - 17:48 WIB

Antrean Pasien Menumpuk, Pemkab Jember Percepat Peningkatan Kapasitas RS Rujukan

Tuesday, 29 September 2026 - 18:42 WIB

Datang ke Jember, Komisi D DPRD Jatim Bahas Jalan Rusak dan Tambang Ilegal

Tuesday, 29 September 2026 - 16:06 WIB

DPRD Jember Lapor Polisi terkait Hilangnya 2 Batu Yoni Situs Pocangan Sukowono

Tuesday, 29 September 2026 - 11:57 WIB

DPRD Jember Dorong Adanya Klarifikasi Dugaan Disiplin ASN Pemkab Jember

Monday, 28 September 2026 - 22:20 WIB

Pemkab Jember Lakukan Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Samanhudi Depan Pasar Tanjung

TERBARU

Gambar Polisi Gerebek diduga Tempat Sabung Ayam di Muncar, 31 Motor Diamankan (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Polisi Gerebek diduga Tempat Sabung Ayam di Muncar, 31 Motor Diamankan

Wednesday, 30 Sep 2026 - 22:31 WIB

Gambar Anggota DPRD Banyuwangi Diduga Terciduk Nyabu, Begini Penjelasan BK (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Anggota DPRD Banyuwangi Diduga Terciduk Nyabu, Begini Penjelasan BK

Wednesday, 30 Sep 2026 - 22:27 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading