FRENSIA.ID– Bellingham, mega bintang Real Madrid yang saat ini bermain di timnas negaranya, tampil luar biasa. Ia mengubur mimpi Erling Haaland, sang terminator Norwegia, di panggung perempat final Piala Dunia 2026. Dalam pertarungan epik yang digelar di bawah suhu panas ekstrem Miami yang menyentuh angka 33 derajat Celcius, tim nasional Inggris berhasil memastikan satu tempat bergengsi di babak semifinal, 12/07.
Lewat perjuangan dramatis dan menguras air mata, skuad Tiga Singa sukses mengunci kemenangan tipis 2-1 setelah melewati babak perpanjangan waktu yang sangat melelahkan. Laga ini bukan sekadar perebutan tiket menuju fase empat besar, melainkan panggung pembuktian kasta tertinggi bagi dua raksasa sepak bola Eropa modern. Magis seorang Jude Bellingham terbukti sukses membungkam ketajaman mematikan Haaland, penyerang yang sebelumnya tampil beringas menyingkirkan juara dunia lima kali, Brasil, di babak enam belas besar.
Sejak peluit pertama dibunyikan oleh sang pengadil lapangan, atmosfer ketegangan sudah terasa begitu pekat menyelimuti setiap sudut stadion. Tim nasional Inggris yang berada di bawah asuhan strategi Thomas Tuchel tampil mendominasi penguasaan bola pada fase awal pertandingan. Mereka mencoba mendikte ritme permainan lewat umpan-umpan matang dari lini tengah yang dikomandoi oleh Declan Rice dan Elliot Anderson. Namun, tim nasional Norwegia bukanlah sekumpulan pemain yang bisa dipandang sebelah mata.
Skuad asuhan Stale Solbakken ini menunjukkan kedisiplinan tingkat tinggi, meredam gelombang serangan lawan, dan perlahan mulai keluar dari tekanan. Publik Inggris justru harus terdiam pada menit ketiga puluh enam ketika gawang Jordan Pickford robek oleh sebuah gol pembuka yang mengejutkan. Berawal dari kelengahan kapten Harry Kane yang kehilangan bola di area pertahanan sendiri, Martin Odegaard dengan cerdik langsung mengirimkan umpan silang akurat kepada Andreas Schjelderup.
Sayap lincah tersebut berhasil mengecoh bek Ezri Konsa sebelum melepaskan tembakan melengkung dari sisi kiri, yang melesat mulus ke sudut atas gawang dan membawa armada Viking unggul satu gol.
Situasi tertinggal di tengah cuaca yang mencekik tersebut sempat memicu kepanikan sesaat di kubu Tiga Singa. Bayang-bayang rekor buruk mereka yang kerap tersingkir oleh tim-tim Eropa di fase gugur kembali menghantui. Akan tetapi, tepat pada masa tambahan waktu babak pertama, mentalitas baja seorang Bellingham berbicara dengan lantang. Melalui skema serangan balik yang cepat dan terukur, Anthony Gordon berhasil menembus pertahanan sisi kanan Norwegia setelah memenangi duel sengit melawan Julian Ryerson.
Pemain sayap eksplosif itu kemudian menyodorkan umpan tarik yang sangat presisi ke tepi kotak penalti. Bellingham, yang berlari kencang dari lini kedua, tanpa ragu sedikit pun menyambut umpan tersebut dengan sebuah tembakan kaki kiri keras yang sama sekali tidak mampu dijangkau oleh kiper Orjan Nyland. Gol penyama kedudukan pada menit ke-45+2 ini seketika merubah total dinamika ruang ganti dan mengembalikan nyawa permainan tim asuhan Tuchel sebelum turun minum.
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan berubah menjadi duel fisik dan taktik yang sangat brutal. Kelembapan udara Florida membuat tempo permainan sedikit melambat, namun intensitas benturan antar pemain justru semakin meninggi. Norwegia sejatinya sempat kembali merobek gawang Pickford melalui sontekan jarak dekat Torbjorn Heggem, memanfaatkan kemelut tendangan sudut.
Namun, sorak-sorai pendukung Skandinavia itu harus terhenti seketika karena gol tersebut secara dramatis dianulir oleh wasit. Tinjauan teknologi VAR membuktikan adanya pelanggaran yang lebih dulu dilakukan oleh Erling Haaland terhadap pemain bertahan Inggris dalam proses terjadinya gol. Sang “Terminator” benar-benar dibuat tumpul dan frustrasi sepanjang pertandingan oleh pengawalan luar biasa ketat dari duet bek tengah John Stones dan Marc Guehi.
Tercatat dalam statistik, ini adalah kali pertama dalam kurun waktu 636 hari Haaland gagal mencetak gol untuk Norwegia di laga kompetitif. Ketegangan memuncak ketika sundulan Kristoffer Ajer nyaris mengoyak jala Inggris jika saja tidak membentur keras bagian atas mistar gawang.
Karena skor imbang satu sama terus bertahan hingga waktu normal berakhir, kedua tim terpaksa melanjutkan pertarungan hidup dan mati di babak perpanjangan waktu. Di fase paling krusial inilah Bellingham kembali memantapkan statusnya sebagai pahlawan absolut malam itu.
Pada menit kesembilan puluh tiga, gelombang serangan tanpa henti dari Inggris membuahkan hasil emas. Tembakan melengkung nan keras dari pemain pengganti Morgan Rogers dari jarak dua puluh lima yard hanya mampu ditepis secara tidak sempurna oleh penjaga gawang Nyland.
Bellingham, dengan insting predator yang tajam, langsung melompat menyambar bola liar tersebut. Jala gawang Norwegia kembali bergetar hebat, membawa skuad Tiga Singa berbalik unggul 2-1 untuk pertama kalinya.
Sisa waktu perpanjangan dipenuhi oleh rentetan insiden menegangkan, termasuk dibatalkannya keputusan tendangan penalti untuk Inggris karena Djed Spence terbukti melakukan diving yang ceroboh.
Stale Solbakken yang mulai putus asa bahkan mengambil keputusan besar dengan menarik keluar Haaland pada menit keseratus lima demi menyuntikkan tenaga baru di lini depan. Meski mendapat gempuran bertubi-tubi di menit-menit akhir dari barisan penyerang Norwegia, tembok pertahanan Inggris tetap berdiri kokoh tak tertembus. Peluit panjang akhirnya memastikan Inggris melangkah gagah ke semifinal.
Jude Bellingham pulang sebagai sang juru selamat yang sukses membangkitkan harapan besar jutaan penggemar Inggris, menenggelamkan asa Norwegia di tengah gemuruh stadion Miami.






