Frensia.Id- Nasib nahas menimpa Yusuf Hariawan (35), seorang pemburu burung asal Desa Grenden, Kecamatan Puger, Jember.
Yusuf tewas usai tertembak senapan angin miliknya sendiri saat berburu di lahan tegalan Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan.
Insiden “senjata makan tuan” ini terjadi pada Selasa (21/7/2026). Kapolsek Wuluhan Iptu Handoko menceritakan, Insiden “senjata makan tuan” ini bermula saat korban pergi berburu burung bersama rekannya, Riskon Devianto (38), sekitar pukul 05.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 05.30 WIB, di tengah aktivitas berburu, keduanya sempat beristirahat di sebuah warung kopi milik pak Cucup yang tak jauh dari lokasi. Korban diketahui bolak-balik antara lahan tegalan dan warung kopi.
“Korban dua kali kembali ke warung untuk minum kopi, sementara rekannya menunggu di warung,” katanya, Kamis (23/7/2026).
Selanjutnya, petaka terjadi pada pukul 06:00 WIBc saat korban kembali ke warung untuk yang ketiga kalinya. Yusuf menghampiri rekannya dalam kondisi bersimbah darah dan meminta pertolongan.
“Untuk ketiga kalinya, korban datang ke warung lagi, tetapi sudah terluka. Kepada rekannya, dia minta tolong bilang kalau kebedil (tertembak) sendiri,” ujarnya.
Melihat kondisi korban yang terluka parah, Riskon bersama pemilik warung langsung memberikan pertolongan pertama. Mengamankan senapan angin, dan melapor ke Polsek Wuluhan.
“Namun nahas, nyawa korban tidak dapat diselamatkan saat polisi tiba di lokasi kejadian,” paparnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tim petugas Puskesmas Lojejer, Kecamatan Wuluhan, korban mengalami luka tembak fatal di bagian tubuh sebelah kanan.
Peluru dari senapan angin mengenai area di bawah tulang rusuk kanan hingga menembus organ paru-paru korban
“Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau unsur penganiayaan oleh pihak lain dalam peristiwa ini. Keluarga Yusuf Hariawan menyatakan telah menerima kejadian ini murni sebagai musibah,” tandasnya.






