Frensia.Id- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Jember yang meluncurkan program layanan Homecare bagi warga kurang mampu.
Layanan jemput bola ini dinilai berpotensi menjadi percontohan nasional dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pemerataan dan peningkatan kualitas hidup serta kesehatan masyarakat Indonesia.
“Pak Prabowo ingin sekali kualitas hidup dan kesehatan di Indonesia maju,” katanya saat diwawancarai, Jum’at (24/7/2026).
Benjamin menilai, skema Homecare yang diterapkan Pemkab Jember sangat menyentuh akar masalah kesehatan di daerah pinggiran. Petugas medis mendatangi langsung rumah-rumah warga miskin yang sakit dan tidak memiliki akses atau biaya untuk berobat ke fasilitas kesehatan.
“Orang yang nggak mampu didatengin. Memang fakta yang terjadi, di masyarakat pinggiran masih banyak yang tidak mampu berobat. Maka program Homecare ini dihadirkan untuk menjawab itu,” ujarnya.
Dengan kondisi wilayah Jember yang cukup luas, terobosan ini dinilai sangat efektif. Jika pelaksanaannya terbukti konsisten dan sukses, Kemenkes membuka peluang untuk mengadopsi skema ini ke tingkat nasional pada 2027 mendatang.
“Artinya Jember ini menjadi percontohan bagi kabupaten lain yang wilayahnya juga luas. Kalau program ini berjalan bagus, maka di 2027 akan kami ajukan menjadi program nasional,” paparnya.
Dia pun menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bupati Jember, Muhammad Fawait. Atas inisiasi program yang menjadi penggerak awal di Indonesia ini.
“Saya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada Bupati Jember, dan ini yang pertama di Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keprihatinannya melihat kondisi masyarakat di kawasan pelosok. Mereka kerap tak berdaya saat jatuh sakit.
“Saya hidup di desa pelosok Jember dan banyak melihat warga kurang mampu yang sakit hanya terbaring di rumah karena tidak mampu berobat. Maka kami hadirkan program layanan Homecare ini agar tenaga kesehatan yang mendatangi rumah mereka,” ungkapnya.
Pria yang karib disapa Gus Fawait itu juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi pelaksanaan program di lapangan. Jika ada kekurangan dari pelayanan, maka pihaknya berharap agar masyarakat melaporkan melalui saluran pengaduan resmi daerah.
“Saya mohon doa agar program ini berjalan lancar. Jika dalam pelaksanaannya ada kekurangan atau kekeliruan, mohon dilaporkan langsung melalui kanal Wadul Gus’e,” tandasnya.






