Soroti Dana Talangan Rp 786 M, PKB Jember: TAPD Gagal Yakinkan DPRD

Tuesday, 4 August 2026 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi saat ditemui di Kantor DPC PKB Jember (Foto: Sigit/Frensia).

Ketua DPC PKB Jember, Ayub Junaidi saat ditemui di Kantor DPC PKB Jember (Foto: Sigit/Frensia).

Frensia.Id- Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi menyoroti wacana pengajuan dana talangan sebesar Rp 786,57 miliar dalam KUA-PPAS APBD 2027.

Ayub menilai Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) belum maksimal dalam meyakinkan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember.

“Seharusnya TAPD yang mampu meyakinkan Badan Anggaran. Ketika bupati sampai harus turun tangan menjelaskan, itu menjadi bahan evaluasi,” katanya, Selasa (4/8/2026).

Kendati demikian, Ayub menganggap perbedaan pandangan antara eksekutif dan legislatif merupakan hal yang lumrah dalam proses penyusunan anggaran. Menurutnya, dinamika yang terjadi saat ini tidak seharusnya dimaknai sebagai konflik.

“Kalau tidak ada dinamika, itu bukan pembahasan, tetapi perintah. Dalam demokrasi, perbedaan pandangan itu sesuatu yang wajar,” ujarnya.

Ayub menjelaskan, tugas utama TAPD adalah menerangkan secara rinci seluruh program yang diajukan pemerintah kepada DPRD. Apabila penjelasan TAPD tidak utuh, pembahasan otomatis akan menemui jalan buntu.

Baca Juga :  Pemkab Jember dan DPRD Setujui KUA PPAS 2027

“Kami, PKB telah lebih dulu berdiskusi dengan anggota Banggar untuk memahami kondisi fiskal Kabupaten Jember sebelum pembahasan KUA-PPAS dimulai,” paparnya.

Ayub juga menyebut ruang fiskal Jember, saat ini memang terbatas akibat beban utang daerah, kewajiban pembiayaan PPPK, hingga pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat. Kondisi ini menuntut pemerintah daerah untuk cermat menentukan prioritas pembangunan.

“Karena itulah pemerintah mempertimbangkan skema pinjaman atau dana talangan. Namun, langkah tersebut tetap harus mengikuti seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” paparnya.

“Yang harus dipastikan dulu adalah mekanisme persetujuannya. Setelah itu baru dijelaskan untuk apa pinjaman tersebut digunakan,” tambahnya.

Ayub menilai Banggar DPRD maupun masyarakat akan lebih mudah menerima usulan dana talangan tersebut jika alokasinya jelas ditujukan untuk pelayanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Baca Juga :  Komisi A DPRD Jember Minta Inspektorat & BKPSDM Periksa ASN Mangkir Kerja yang Malah Naik Jabatan

Dia mencontohkan program Universal Health Coverage (UHC) dan Home Care yang membutuhkan pembiayaan besar seiring meningkatnya warga yang berobat, kebutuhan fasilitas rawat inap, hingga layanan kesehatan keliling.

“Kalau untuk kepentingan masyarakat seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur, saya yakin akan didukung. Tapi kalau untuk belanja konsumtif, tentu masyarakat akan menolak,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia mendesak TAPD untuk lebih terbuka memaparkan target pembangunan mulai dari jalan, irigasi, Penerangan Jalan Umum (PJU), hingga sarana pendidikan dan pesantren.

“Transparansi akan menghilangkan kecurigaan publik, sekaligus memudahkan DPRD memberikan persetujuan apabila seluruh program memang berpihak pada kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Bupati Jember akan Renovasi Pasar Tanjung Senilai Rp250 Miliar dari Dana APBN
Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026
Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029
Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025
Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya
Mantan Kepala BKPSDM Jember Ngaku 2 Kali Surati Inspektorat Usut Polemik ASN 13 Hari Bolos Kerja
Mangkir Kerja 13 Hari Pejabat Pemkab Jember Dilaporkan ke BKN, Rupanya Bermasalah Sejak di Bawaslu
Bupati Jember Bagikan Makanan ke Warga saat Tinjau Antrean BBM di SPBU

Baca Lainnya

Monday, 14 September 2026 - 20:58 WIB

Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

Monday, 14 September 2026 - 20:51 WIB

Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029

Monday, 14 September 2026 - 20:26 WIB

Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025

Monday, 14 September 2026 - 19:53 WIB

Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya

Friday, 11 September 2026 - 20:44 WIB

Mantan Kepala BKPSDM Jember Ngaku 2 Kali Surati Inspektorat Usut Polemik ASN 13 Hari Bolos Kerja

TERBARU

Plt. Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Phil. Sahiron, saat mengukuhkan 4 guru besar di Gedung Kuliah Terpadu (GKT). (Foto: Fadli/Frensia).

Educatia

UIN KHAS Jember Kukuhkan 4 Guru Besar

Thursday, 17 Sep 2026 - 19:23 WIB

ilustrasi kenaikan indeks dollar (sumber: Pixabay)

Economia

Kenaikan Indeks Dollar Berpotensi Menekan Nilai Tukar Rupiah

Thursday, 17 Sep 2026 - 12:01 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading