Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset

Wednesday, 26 August 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset (Sumber: Grafis Frensia)

Gambar Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset (Sumber: Grafis Frensia)

FRENSIA.ID– Homoseksualitas pesantren merupakan fenomena yang cukup mencoreng. Hal ini diteliti oleh Lily Hidayati, seorang akademisi dari Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang. Penelitian ini terbit dalam Jurnal Syamil tahun ini, 2026. Melalui riset yang komprehensif, Lily membedah faktor-faktor pemicu serta merumuskan langkah-langkah strategis bagi pengasuh dan pengurus pesantren dalam menangani isu yang kerap dianggap tabu ini.

Dalam temuan jurnal tersebut, dijelaskan bahwa munculnya perilaku homoseksual di lingkungan pesantren sering kali bersifat situasional. Kondisi ini umumnya dipicu oleh lingkungan yang tersegregasi berdasarkan gender secara ketat. Di asrama, para santri yang tengah berada pada masa pubertas hidup jauh dari keluarga dan minim interaksi dengan lawan jenis. Selain itu, kurangnya edukasi seksual yang komprehensif serta pengawasan asrama yang longgar kerap menjadi celah berkembangnya perilaku tersebut di kalangan remaja.

Baca Juga :  Menengok Festival Ojung Jember, Ratusan Pendekar Saling Cambuk-Ajang Melestarikan Budaya

Namun, penelitian ini tidak sekadar memaparkan masalah, melainkan juga menghadirkan “cara jitu” berupa solusi preventif dan kuratif yang dapat diterapkan langsung oleh lembaga pendidikan Islam. Berikut adalah beberapa langkah utama yang direkomendasikan:

  • Penguatan Edukasi Seksual Berbasis Fikih: Edukasi ini dinilai sangat penting agar santri memahami batasan-batasan pergaulan, perubahan hormon saat pubertas, dan kesehatan reproduksi secara benar menurut kacamata syariat. Isu ini tidak boleh lagi sekadar dijadikan hal yang dihindari untuk dibicarakan.
  • Pengetatan Manajemen Asrama: Riset ini merekomendasikan perlunya regulasi yang jelas dan tegas terkait tata cara tidur, pembagian kamar, dan aktivitas santri di luar jam pelajaran. Pengurus dituntut untuk lebih peka terhadap dinamika santri, termasuk menghindari penempatan santri senior dan junior dalam satu kamar tanpa pengawasan ketat.
  • Pendekatan Konseling yang Humanis: Lily menekankan bahwa pendekatan hukuman fisik atau sanksi sosial yang mempermalukan (shaming) justru tidak efektif dan berdampak buruk bagi psikologis santri. Sebaliknya, pesantren perlu menyediakan layanan Bimbingan Konseling (BK) yang empatik. Santri memerlukan ruang aman untuk berdiskusi dan mendapatkan pendampingan psikologis tanpa merasa dihakimi.
Baca Juga :  UIN KHAS Lepas Kontingen PORSI JAWARA II 2026, 67 Atlet Siap Bertanding

Secara keseluruhan, riset yang dipublikasikan dalam Jurnal Syamil ini memberikan pencerahan baru bagi dunia pendidikan Islam. Pesantren diharapkan tidak lagi sekadar menutup mata terhadap isu ini, melainkan meresponsnya dengan langkah edukatif dan pembinaan yang mengedepankan kasih sayang.

Dengan kolaborasi yang baik antara kiai, ustaz, dan orang tua, lingkungan pesantren yang aman dan kondusif bagi perkembangan psikologis anak dapat terus dipertahankan.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Polisi Amankan 72 Remaja dan 40 Motor Diduga Terlibat Balap Liar di Muncar Banyuwangi
Desil Berubah, Warga Yosomulyo Banyuwangi Kehilangan Akses Bansos
Datang ke Jember, Kepala BP3MI Jatim Buka Akses Ribuan Lulusan SMK Kerja ke Luar Negeri
Batikmatika Hadirkan Nusantara Series: Perpaduan Motif Matematika dengan Kekayaan Alam Indonesia di Hari Batik Nasional
Bayi Laki-laki Terbungkus Handuk Ditemukan di Depan Rumah Warga Kalibaru Banyuwangi
UIN KHAS Jember Terima Kunjungan UniMAP, Jalin Kerja Sama Pengembangan Akademik dan Jejaring Internasional
Datangkan Pakar! MAN Lumajang Perkuat Skill Aktor Moderasi Beragama
Festival Budaya dan Pameran UMKM Bakal Digelar di Banyuwangi

Baca Lainnya

Thursday, 8 October 2026 - 21:23 WIB

Polisi Amankan 72 Remaja dan 40 Motor Diduga Terlibat Balap Liar di Muncar Banyuwangi

Thursday, 8 October 2026 - 21:20 WIB

Desil Berubah, Warga Yosomulyo Banyuwangi Kehilangan Akses Bansos

Thursday, 8 October 2026 - 13:23 WIB

Datang ke Jember, Kepala BP3MI Jatim Buka Akses Ribuan Lulusan SMK Kerja ke Luar Negeri

Saturday, 3 October 2026 - 16:30 WIB

Batikmatika Hadirkan Nusantara Series: Perpaduan Motif Matematika dengan Kekayaan Alam Indonesia di Hari Batik Nasional

Saturday, 3 October 2026 - 15:04 WIB

Bayi Laki-laki Terbungkus Handuk Ditemukan di Depan Rumah Warga Kalibaru Banyuwangi

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading