Dua Pria Diduga Curi Cabai di Sawah Banyuwangi, Tepergok Petani

Friday, 28 August 2026 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Dua Pria Diduga Curi Cabai di Sawah Banyuwangi, Tepergok Petani (Sumber: Istimewa)

Gambar Dua Pria Diduga Curi Cabai di Sawah Banyuwangi, Tepergok Petani (Sumber: Istimewa)

FRENSIA.ID– Dua pria diamankan warga setelah diduga mencuri cabai di area persawahan di wilayah Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Keduanya kepergok saat petani tengah menjaga tanaman cabai yang sudah mendekati masa panen.

Kedua pria tersebut berinisial MD (31) dan S (32). Mereka kemudian diserahkan warga kepada Polsek Kabat pada Kamis (27/08/26) sekitar pukul 01.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan.

Kapolsek Kabat AKP Badrodin Dayat mengatakan, kejadian bermula ketika korban bersama seorang saksi melakukan penjagaan terhadap tanaman cabai miliknya pada Rabu malam.

“Pada saat korban bersama saksi sedang melakukan penjagaan tanaman lomboknya yang sudah dalam tahap persiapan panen, saat berkeliling melihat ada cahaya lampu di tengah-tengah tanaman lombok,” kata Badrodin, Jumat (28/08/26).

Melihat hal tersebut, korban kemudian curiga dan berteriak maling. Korban bersama saksi lalu melakukan pengejaran terhadap orang yang diduga berada di lahan tersebut.

“Korban berteriak maling dan melakukan pengejaran terhadap pelaku yang akhirnya dapat diamankan,” ujarnya.

Setelah berhasil diamankan, kedua pria tersebut kemudian diserahkan kepada polisi. Sejumlah barang yang diduga digunakan untuk melakukan pencurian juga turut diamankan.

“Selanjutnya korban membawa dan menyerahkan kedua pelaku ke Polsek Kabat untuk dilakukan proses lebih lanjut,” jelas Badrodin.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama dengan UNEJ untuk Tingkatkan Literasi Perlindungan Sosial

Dari lokasi, polisi mengamankan karung plastik bekas pupuk, dua pasang sandal, dua utas tali plastik, satu utas tali tambang berwarna biru, serta dua senter kepala dan dua senter jepit.

Polisi juga mengamankan sebuah tas pinggang, satu unit telepon seluler, sepeda motor Honda Beat, serta tas berisi cabai yang diduga merupakan hasil pencurian.

Badrodin mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kedua pria tersebut diduga pernah melakukan pencurian cabai di lokasi yang sama.

“Dari hasil interogasi awal, pelaku sebelumnya pernah juga sekali melakukan pencurian lombok di lokasi yang sama,” ungkapnya.

Dalam aksi sebelumnya, cabai yang diduga diambil mencapai sekitar 6 kilogram. Cabai tersebut kemudian dijual dan menghasilkan uang sekitar Rp 180 ribu.

“Mendapatkan hasil sekitar 6 kilogram lombok dan dijual oleh pelaku mendapatkan sejumlah uang sebesar Rp 180 ribu,” kata Badrodin.

Sementara dalam dugaan aksi terbaru, polisi memperkirakan cabai yang telah diambil kedua pria tersebut sekitar 1 kilogram.

“Sedangkan untuk saat ini diperkirakan lombok yang sudah diambil oleh pelaku sekitar 1 kilogram,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bawa Celurit saat Berburu Motor di Semboro Jember, Pria Asal Lumajang Terancam 7 Tahun Penjara

Jika digabungkan dengan dugaan pencurian sebelumnya, total cabai yang diduga telah diambil mencapai sekitar 7 kilogram.

Badrodin menyebut harga cabai di tingkat petani saat ini sekitar Rp 50 ribu per kilogram. Dengan demikian, kerugian korban dari dua kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 350 ribu.

“Biasanya petani menjual lombok per kilo dengan harga Rp 50 ribu, jadi total kerugian korban diperkirakan sebanyak 7 kilogram dengan nominal Rp 350 ribu,” jelasnya.

Setelah menerima penyerahan dari masyarakat, polisi langsung mengamankan kedua pria tersebut untuk menjalani proses pemeriksaan. Barang-barang yang diduga berkaitan dengan perkara juga diamankan sebagai bagian dari penyidikan.

Badrodin mengatakan, pihaknya masih melakukan proses lebih lanjut untuk mendalami dugaan pencurian tersebut, termasuk dugaan aksi yang sebelumnya dilakukan di lokasi yang sama.

Kedua pria tersebut saat ini masih berstatus terduga pelaku dan proses hukum masih berjalan. Polisi akan menentukan langkah selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang diperoleh.

Masyarakat yang mengetahui adanya dugaan tindak pidana juga diimbau segera melaporkannya kepada kepolisian dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. (Qhobid Z)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Agar Bantuan Sosial Tidak Terputus, Pendamping PKH Tegalwangi Mengedukasi untuk Menghindari Judol
Tim URC Macan Blambangan Tangkap Dua Spesialis Perampokan Pecah Kaca Lintas Negara
Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset
Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya
Menarik! Akademisi Universitas Muhammadiyah Teliti Pendidikan Seksulitas Pesantren
KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot
UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi
Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia

Baca Lainnya

Friday, 28 August 2026 - 21:47 WIB

Dua Pria Diduga Curi Cabai di Sawah Banyuwangi, Tepergok Petani

Friday, 28 August 2026 - 07:28 WIB

Agar Bantuan Sosial Tidak Terputus, Pendamping PKH Tegalwangi Mengedukasi untuk Menghindari Judol

Thursday, 27 August 2026 - 12:49 WIB

Tim URC Macan Blambangan Tangkap Dua Spesialis Perampokan Pecah Kaca Lintas Negara

Wednesday, 26 August 2026 - 09:15 WIB

Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset

Wednesday, 26 August 2026 - 08:56 WIB

Seks dan Relasi Kuasi Kiai Pesantren Diteliti, Ada Dua Salurannya

TERBARU

Gambar Dua Pria Diduga Curi Cabai di Sawah Banyuwangi, Tepergok Petani (Sumber: Istimewa)

Educatia

Dua Pria Diduga Curi Cabai di Sawah Banyuwangi, Tepergok Petani

Friday, 28 Aug 2026 - 21:47 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading