Warga Banyuwangi Jadi Korban KM Virgo, Istri : Terakhir Kontak Sabtu Pagi

Monday, 14 September 2026 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Warga Banyuwangi Jadi Korban KM Virgo, Istri : Terakhir   Kontak Sabtu Pagi (Sumber: istimewa)

Gambar Warga Banyuwangi Jadi Korban KM Virgo, Istri : Terakhir Kontak Sabtu Pagi (Sumber: istimewa)

FRENSIA.ID – Kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, menyisakan duka bagi keluarga di Banyuwangi. Salah satu penumpang kapal tersebut diketahui merupakan warga Dusun Tegalrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.

Korban bernama Ponco Budi Raharjo (46). Hingga Senin (14/09/26), pihak keluarga masih menunggu kabar terkait keberadaan Ponco setelah kapal yang ditumpanginya dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin mengalami kecelakaan.

Istri korban, Enik Tri Widayati (41), mengatakan suaminya yang berprofesi sebagai kernet memang biasa melakukan perjalanan menuju Kalimantan, khususnya wilayah Samarinda. Namun, pelayaran menuju Banjarmasin kali ini merupakan perjalanan pertamanya.

“Memang biasanya arah Samarinda, baru pertama kali ini ke Banjarmasin,” kata Enik saat ditemui di rumahnya, Senin (14/09/26).

Enik mengatakan suaminya berangkat membawa kendaraan ekspedisi dari Jakarta menuju Surabaya. Dari Surabaya, kendaraan tersebut kemudian akan dibawa menuju Banjarmasin menggunakan kapal.

Menurut Enik, komunikasi terakhir dengan suaminya terjadi pada Sabtu (12/09/26) pagi sekitar pukul 07.02 WIB. Saat itu, Ponco sempat mengabarkan bahwa dirinya akan berangkat menggunakan kapal.

Baca Juga :  Peserta Terserempet truck, Gerak Jalan HUT RI di Genteng Banyuwangi Nyaris Ricuh

“Ini mobilnya dari Jakarta ke Surabaya lalu ke Banjarmasin. Terakhir kalau kontak hari Sabtu pagi, ngabari kalau mau berangkat, kapalnya mau jalan,” ujarnya.

Namun, setelah komunikasi tersebut, Enik tidak lagi mendapatkan kabar dari suaminya.

“Kontak WhatsApp terakhir Sabtu. Sampai hari ini sudah tidak kontak lagi,” katanya.

Kabar kecelakaan KM Virgo Transport 8 justru pertama kali diterima Enik dari teman sesama sopir pada Minggu (13/09/26) siang.

Temannya mengirimkan foto sebuah truk dan SIM pengemudi untuk memastikan apakah kendaraan tersebut merupakan truk yang dibawa Ponco.

“Tahu kabar dari teman saya pada Minggu siang. Dikasih gambar truk dan SIM sopir. ‘Apa benar suamimu naik truk ini?’ Lalu saya jawab iya, betul. Itu berdasarkan kabar dari grup WhatsApp para sopir truk,” ungkap Enik.

Enik juga masih mengingat pakaian yang dikenakan suaminya saat terakhir berkomunikasi. Ponco disebut mengenakan baju bermotif garis-garis atau lorek.

Baca Juga :  Pengunjung Wanita Selundupkan Narkoba Lewat Area Kemaluan Digagalkan Petugas Lapas

“Terakhir pakai baju motif galur-galur, lorek-lorek,” tuturnya.

Enik mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum kabar kecelakaan tersebut datang. Menurutnya, Ponco baru sekitar satu tahun bekerja sebagai kernet.

“Enggak ada firasat apa pun,” katanya.

Sebelum menjadi kernet, Ponco pernah bekerja mengikuti pelayaran kapal pengangkut batu bara di wilayah Nusantara. Pekerjaan tersebut dijalani ketika anak mereka masih kecil.

Sementara itu, operasi pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 masih berlangsung. Basarnas mencatat kapal tersebut membawa total 243 orang dan mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Berdasarkan perkembangan operasi SAR hingga Senin (14/09/26) pukul 11.00 Wita, sebanyak 114 orang telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat dan enam orang meninggal dunia.

Dengan demikian, masih ada 129 orang yang belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan. (Qhobid Z)

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Warga Pulau Mandangin Tolak Lokasi KNMP di Pasir Putih: Setuju Programnya, Bukan Tempatnya
Merespon Karhutla, Wakil Ketua PC LPBI Kencong Mengkritik Keras Pemerintah dan Aktivis Organisasi
Imigrasi Kantongi PNBP Rp8,68 Triliun, 5.310 WNA Nakal Dideportasi
PLN UP3 Siapkan Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan Listrik di Jember dan Lumajang
Terduga Pembobol Rumah di Sobo Banyuwangi Dibekuk Tim URC Satreskrim Lewat Rekaman CCTV
Kebakaran Dua Kandang Ayam di Banyuwangi, 28 Ribu Ekor Ayam Mati Terpanggang
Tangis Istri dan Anak Kembar Pecah Sambut Jenazah Ponco Korban KM Virgo
Kemarau Panjang, 400 KK di Genteng Banyuwangi Digerojok 10 Ribu Liter Air Bersih

Baca Lainnya

Sunday, 18 October 2026 - 22:50 WIB

Warga Pulau Mandangin Tolak Lokasi KNMP di Pasir Putih: Setuju Programnya, Bukan Tempatnya

Friday, 16 October 2026 - 10:56 WIB

Merespon Karhutla, Wakil Ketua PC LPBI Kencong Mengkritik Keras Pemerintah dan Aktivis Organisasi

Thursday, 15 October 2026 - 22:52 WIB

Imigrasi Kantongi PNBP Rp8,68 Triliun, 5.310 WNA Nakal Dideportasi

Wednesday, 14 October 2026 - 23:44 WIB

PLN UP3 Siapkan Stasiun Pengisian Daya untuk Kendaraan Listrik di Jember dan Lumajang

Sunday, 11 October 2026 - 19:49 WIB

Terduga Pembobol Rumah di Sobo Banyuwangi Dibekuk Tim URC Satreskrim Lewat Rekaman CCTV

TERBARU

(Tengah memakai peci hitam) Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat setelah menggelar acara Bakti Sosial Kesehatan di RSD dr. Soebandi Jember. (Foto: Fadli/Frensia).

Politia

Gus Fawait Respons ‘Surat Cinta’ MUI Jember soal Sound Horeg

Saturday, 17 Oct 2026 - 23:50 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading