FRENSIA.ID– Suasana dinamika organisasi menjelang penentuan kepemimpinan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jember mulai menghangat di tengah ruang publik. Fenomena ini ditandai dengan beredarnya sebuah tautan polling daring yang memuat sejumlah nama tokoh sebagai deretan kandidat calon Ketua PCNU Jember.
Polling yang tersebar secara masif melalui berbagai grup percakapan dan platform media sosial tersebut serta-merta memancing beragam spekulasi maupun reaksi dari berbagai kalangan, khususnya jemaah dan warga Nahdliyin di seluruh kawasan Jember.
Merespons fenomena kemunculan polling tersebut, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Jember, Erfan Efendi, segera memberikan pandangan kritisnya. Pemuda NU yang sehari-harinya juga aktif mengabdi sebagai dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember ini menilai bahwa hasil dari sebuah polling virtual sama sekali tidak menentukan arah masa depan organisasi.
Menurutnya, masyarakat secara umum dan para Nahdliyin secara khusus sudah semestinya meletakkan standar penting yang jauh lebih esensial dalam menyeleksi serta menaruh harapan pada figur pemimpin. Siapa pun figur yang tepat nantinya akan memikul tanggung jawab besar untuk memimpin jalannya kemudi organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Kabupaten Jember ini ke depan.
Kriteria pemimpin ideal untuk PCNU Jember tentu wajib mencerminkan kedalaman ilmu agama dan karakter kepemimpinan yang mumpuni. Erfan secara tegas merumuskan kualifikasi utama yang patut dimiliki oleh seorang ketua agar roda organisasi berjalan di jalur yang benar.
“PCNU ke depan harus orang Alim, visioner dan beritegritas dan memiki akhlak yang baik,” ujar Erfan Efendi.
Ia menegaskan bahwa rekam jejak moral, kejujuran, serta kapasitas intelektual merupakan fondasi mutlak bagi seorang nahkoda organisasi para ulama ini.
Lebih jauh lagi, aspek pengabdian serta kemampuan merangkul seluruh elemen baik struktural maupun kultural juga menjadi sorotan utamanya. Pemimpin PCNU Jember wajib memiliki rekam jejak dan bukti nyata kecintaannya pada ikatan kejamiyahan melalui dedikasi yang konsisten sejak lama.
“yang paling penting, harus figur yang terbukti berkhidmat di NU. Yang mampu menyatukan warga Nahdliyin,” tambahnya.
Kapasitas sebagai tokoh pemersatu ini sangat krusial di tengah luasnya keberagaman warga Nahdliyin tingkat akar rumput, sehingga seluruh potensi umat dapat bersinergi secara maksimal.
Kehadiran pemimpin dengan spesifikasi karakter paripurna tersebut diharapkan mampu membawa kemajuan signifikan bagi jalannya roda organisasi di masa-masa mendatang. Harapan puncaknya bermuara pada peningkatan kualitas khidmah organisasi demi kemaslahatan masyarakat luas.
“semoga semakin PCNU maju, bermanfaat begi ummat,” tutup Erfan.






