Frensia.Id- Berpantun, Prof Hepni, Rektor Universitas Islam Negeri Kiai Haji Ahmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember mengajak bersama-sama melakukan peningkatan mutu Perguruan Tinggi yang ada di bawah naungan kementerian agama (Kemenang). Ajakan tersebut disampaikan saat acara Opening Asesmen Lapangan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) 01/08/2024.
Selain menceritakan rentetan pendirian kampus yang dipimpinnya saat ini, ia mengaku bahwa untuk meningkatkan mutu PTKIN tidak mudah, utamanya kampus yang dipimpinnya.
Apalagi UIN KHAS Jember memiliki amanah yang besar. Dalam filosofi pendidikannya, selain bertanggung jawab untuk membumikan gagasan trilogi ukhawah Kiai Haji Akhmad Shiddiq, juga harus berupaya menguatkan wawasan KeIndonesiaan dan KeIslaman.
“Tentu untuk mencapai itu semua, tidak semuda membalik tangan. Kami paham betul bahwa untuk menikmati indahnya purnama, perlu melewati kegelapan malam. Karena itu kami sadar betul untuk mencoba dan berusaha”, ungkapnya.
Walaupun demikian, ia sangat optimis bisa meraih mutu yang unggul. Pasalnya, UIN KHAS Jember telah meningkatkan kapasitas SDM dan sistem pengelolaannya. Telah banyak guru besar, beberapa fakultas dan unit telah diurus secara profesional.
“Diharapkan dengan semua itu, developmentasi institusi UIN KHAS Jember betul-betul dapat terealisasi sesuai harapan, menjadi investasi positif bermakna, berkah dan bermanfaat bagi agama dan kemanusiaan”, harapnya.
Namun, ia sadar bahwa seluruh yang diupayakannya harus terus berprinsip pada kebersamaan.
“’alaikum bi al jama’ah, fainna yada allah ma’a al jama’ah”, tambahnya menguatkan.
Karena itu, guru besar yang juga lulusan UIN KHAS Jember ini, mengajak seluruh pihak untuk bergotong royong meningkatkan mutu PTKIN. Bahkan diikuti dengan pantun yang cukup membuat para undangan di acara tersebut bertepuk tangan.
“Palembang Jakarta saru arah, Gandeng Yogyakarta dan Surakarta. Jangan bimbang terus berkarya ukir sejarah, untuk PTKIN Kementerian Agama dan Indonesia”, bunyi pantunnya.
Bahkan di akhir sambutannya, sebelum mengakhiri dengan salam, ia mengeluarkan lagi pantun pamungkasnya.
“Bunga mekar di perbukitan, Sawah luas di pedesaan. Terima kasih atas segala perhatian dan mohon maaf atas segala kekhilafan”, pungkasnya mengakhiri pidato.