Ilustrasi Pinokio Pada Jokowi, Kata Banyak Akademisi Bukan Penghinaan

Monday, 5 August 2024 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi Pinokio Pada Jokowi, Kata Banyak Akademisi Bukan Penghinaan (Sumber: Ilustrasi/Imam)

Gambar Ilustrasi Pinokio Pada Jokowi, Kata Banyak Akademisi Bukan Penghinaan (Sumber: Ilustrasi/Imam)

Frensia.Id- Ilustrasi Pinokio Jawa ramai dibicarakan di Media X. Sebelumnya, sekitar tahun 2019, ilustrasi ini ramai dibicarakan sebab dihubung-hubungkan dengan tindakan politik Presiden Joko Widodo.

Saat ini biral kembali ilustrasi Pinokio Jawa di Media X, tampak berasal dari tulisan Sukidi di Majalah Tempo terbitan, 04/08/2024. Tulisan menggambarkan ilustrasi Pinokio Jawa yang mewariskan kultur kebohongan. Melakukan kedustaan demi kedustaan sebagai strategi untuk mengibuli rakyat.

Warganet ramai membahasnya di media X. Salah satunya, Mahfud MD.

“Tulisan Mas Sukidi di Majalah TEMPO edisi terbaru, 4 Agustus 2024. Gurih dan blak-blakan”, tulisnya, 05/08/2024.

Sebenarnya, ilustrasi Majalah tempoh telah ketiga kalinya memuat konten yang memakai simbol Pinokio. Yang menarik adalah saat jadi siluet gambar Jokowi pada terbitan 16 September 2019.

Cover majalah melahirkan sengketa dipublik. Bahkan ada yang menuntut Tempo secara hukum. Tempo dikatakan telah menghina presiden Jokowi.

Baca Juga :  Pemkab Jember Gelar Apel Armada Sebelum Peresmian Homecare

Namun tempo mengklarifikasi pada terbitan setelahnya, dan mengatakan bayangan tersebut bukan sang Presiden. Bahkan yang unik, komentar Jerinx SID. Ia menganggap cover tersebut menghina Jokowi, melainkan penghinaan martabat Pinokio.

Beberapa waktu kemudian, para akademisi dari banyak tertarik mengkaji cover tersebut. Misalnya ada Roos Yuliastina dari Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja Sumenep dan Mohammad Bagus Kurniawan yang berasal Pasca Sarjana Ilmu Kepolisian.

Riset keduanya akademisi yang diterbitkan dalam Public Corner pada tahun 2019, melihat cover majalah Tempo tersebut berhubungan dengan tindakan perlemahan KPK. Jadi ada kaitannya dengan masalah-masalah pemberantasan korupsi di negara ini.

Temuan tersebut kemudian didukung oleh hasil riset Dito Anjasmoro Ningtyas, Yogi Ariska dan Eddy Kusnadi yang berasal dari Universitas Bina Sarana Informatika. Mereka meneliti bersama  Haikal yang berasal dari Universitas Paramadina.

Kajian yang dilakukan dengan tinjauan semiotika Roland Barthes ini telah terbit dalam Journal Media Penyiaran tahun 2023 kemarin. Hasilnya, Majalah Tempo ternyata telah dianggap berimbang dalam menyajikan informasi.

Baca Juga :  Jember Terpilih Jadi Tempat Festival Kementerian UMKM

Begitu pun jika dikaji dalam tinjauan Charless Sanders Peirce. Pada Jurnal Pantarei, Rizka Amalia Dewi dan Rachmi Kurnia Siregar yang juga berasal dari Fakultas Ilmu KomunikasiUniversitas Budi Luhur, juga sama. Mereka menganggap cover tersebut berisi pesan moral yang berhubungan dengan RUU KPK.

Pernyataan paling jelas datang dari akademisi Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Tresna Ayu Imanda menyatakan secara tegas bahwa cover tersebut tidak berisi penghinaan presiden.

“..cover tersebut bukan sebuah penghinaan terhadap Presiden namun ilustrasi tersebut ingin menyampaikan sebuah kritik terhadap Presiden yang telah mengingkari janjinya terhadap KPK”, catatan dalam konklusi kajian yang telah terbit dalam repository UIN Syarif Hidayatullah tahun 2020.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026
Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029
Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025
Mantan Kepala Inspektorat Jember Akui Pernah Periksa Hisyam di Ruangannya
Mantan Kepala BKPSDM Jember Ngaku 2 Kali Surati Inspektorat Usut Polemik ASN 13 Hari Bolos Kerja
Mangkir Kerja 13 Hari Pejabat Pemkab Jember Dilaporkan ke BKN, Rupanya Bermasalah Sejak di Bawaslu
Bupati Jember Bagikan Makanan ke Warga saat Tinjau Antrean BBM di SPBU
Tinjau Antrean BBM di SPBU, Bupati Jember Minta Pertamina Buka Rute Cadangan

Baca Lainnya

Monday, 14 September 2026 - 20:58 WIB

Penjelasan Ketua DPRD Jember terkait Persetujuan Anggaran Raperda Perubahan APBD Tahun 2026

Monday, 14 September 2026 - 20:51 WIB

Respons Gus Fawait soal Desas-Desus Proyeksi Maju di Pilgub Jatim 2029

Monday, 14 September 2026 - 20:26 WIB

Gus Fawait Pastikan Revitalisasi Sekolah di Jember Tahun 2026 Naik 100 Persen Dibanding 2025

Friday, 11 September 2026 - 20:44 WIB

Mantan Kepala BKPSDM Jember Ngaku 2 Kali Surati Inspektorat Usut Polemik ASN 13 Hari Bolos Kerja

Thursday, 10 September 2026 - 21:33 WIB

Mangkir Kerja 13 Hari Pejabat Pemkab Jember Dilaporkan ke BKN, Rupanya Bermasalah Sejak di Bawaslu

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading