Jenderal TNI (Purn) Ali Moertopo Melarang Keras Machiavellianisme, Mengapa Demikian?

Tuesday, 13 August 2024 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto ali murtopo melarang machiavellianisme (Ilustrasi/Arif)

foto ali murtopo melarang machiavellianisme (Ilustrasi/Arif)

Frensia.id- Dalam tradisi politik Indonesia terminologi Machiavellianisme diartikan dengan pandangan yang sangat negatif. Disebut pula sebagai setan besar. Orang yang mengamalkan isme tersebut sedang melakukan dosa.

Hal ini selaras apabila kita membaca tulisan-tulisan Ali Moertopo, Machiavellianisme merupakan sesuatu yang amat terlarang.

Jenderal TNI yang pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan pada era orde baru tersebut mewanti-wanti agar tidak menganut pandangan Machiavelli.

Secara umum kata atau identitas Machiavelli tidak populer di tengah-tengah masyarakat, berbeda sekali dengan istilah komunisme dan marxisme, yang pernah menyejarah dalam batang tubuh kebudayaan Indonesia.

Machiavellianisme merupakan sebuah pandangan yang merujuk kepada seorang teoritisi politik dan diplomat asal Italia dengan nama yang sama, Niccolo Machiavelli (1469-1527).

Gagasan politik yang ia tuangkan dalam beberapa karyanya, memuat sebuah kesimpulan yang dimana mendapatkan penolakan atasnya.

Sebenarnya Machiavelli berbicara mengenai realitas politik secara faktual, bagaimana naluri manusia untuk selalu menginginkan kekuasaan yang abadi, memperoleh dan mempertahankannya dengan segala cara, upaya-upaya untuk membenarkan pengkhianatan dan sebagainya.

Itu semua memang benar-benar terjadi dan pengarang Il Principle tersebut menyampaikan secara apa adanya tanpa adanya aling-aling apapun yang membuatnya ragu.

Baca Juga :  Batikmatika Hadirkan Nusantara Series: Perpaduan Motif Matematika dengan Kekayaan Alam Indonesia di Hari Batik Nasional

Menjadi persoalan setelah buku yang dikarang selama tujuh tahun terhitung sejak 1512, dibicarakan dan mendapatkan interpretasi yang berkepanjangan, sampai akhirnya memperoleh satu garis lurus yang sama untuk mengidentifikasi pikirannya tersebut, yaitu adanya pemisahan antara moral dan politik.

Jauh sebelum Machiavelli lahir, Aristoteles dan Plato berbicara mengenai orientasi politik, dimana menurut keduanya adalah menuju kepada kehidupan yang baik. Sehingga dalam perjalanannya kesana para politisi mempunyai tugas untuk memastikan bahwa keadilan dan kesejahteraan benar-benar dapat dirasakan bersama oleh siapapun tanpa melihat status sosial, yang difasilitasi oleh kekuasaan.

Sedangkan Machiavelli berbicara tentang realpolitiknya, ketika para politisi memegang tampuk kekuasaan atau sedang mengejarnya justru kebalikan yang terjadi.

Pikira-pikirannya yang dianggap bahaya, Betrand Russel menyebut Il Principle adalah buku panduan untuk gangster, tersebut sebenarnya tidak sedikitpun memuat anjuran bagi pembacanya secara khusus untuk mengamalkan apa yang ia temukan dan amati pada abad 16, ketika republik Florence berada dalam genggaman kekuasaan keluarga Medicci.

Baca Juga :  Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas

Posisi Machiavelli memang benar-benar seorang teoritisi dan asumsi-asumsinya memang benar-benar berangkat dari fakta empiris yang terjadi kala itu dan era-era sebelumnya.

Menjadi problematik, setelah membaca karyanya tersebut, karena seseorang akan lebih cepat sadar mengenai bagaimana dunia politik beroperasi. Sehingga tidak perlu waktu lama seseorang bisa bertindak secara profesional, tanpa ragu dan gugup apabila bersentuhan atau terjun langsung. Karena posisinya adalah antara mengambil kesempatan dan mencapai tujuan atau tertipu dan menjadi pecundang.

Sebagai sesuatu yang dianggap berbahaya, Machiavelli juga mempunyai kontribusi dalam sejarah ilmu politik yang bisa dirasakan sampai hari ini. Gagasannya yang berdasarkan pada kondisi riil berkelindan dengan semangat renaissance yang mempunyai semangat untuk mengembalikan kejayaan Yunani.

Istilah republik yang sering didengar hari-hari ini, dalam perjalanan sejarah diskursus tersebut, tidak bisa dilepaskan dari sumbangsih Machiavelli, mengenai kebebasan, definisi korupsi dan bahayanya terhadap sesuatu yang publik.

Berbeda sekali dengan Il Principle, bukunya yang lain dan jarang dibaca berjudul Discourses On Livy membahas mengenai etika dan norma politik.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Batikmatika Hadirkan Nusantara Series: Perpaduan Motif Matematika dengan Kekayaan Alam Indonesia di Hari Batik Nasional
Bayi Laki-laki Terbungkus Handuk Ditemukan di Depan Rumah Warga Kalibaru Banyuwangi
UIN KHAS Jember Terima Kunjungan UniMAP, Jalin Kerja Sama Pengembangan Akademik dan Jejaring Internasional
Datangkan Pakar! MAN Lumajang Perkuat Skill Aktor Moderasi Beragama
Festival Budaya dan Pameran UMKM Bakal Digelar di Banyuwangi
Satgas MBG Jember Sidak SPPG Jatiagung Sebabkan Puluhan Siswa Keracunan
Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Arahkan Mahasiswa Manfaatkan Media Sosial untuk Berkarya
Prof Busriyanti Usul Ada Percepatan Karier Guru Besar Perempuan di UIN KHAS Jember

Baca Lainnya

Saturday, 3 October 2026 - 16:30 WIB

Batikmatika Hadirkan Nusantara Series: Perpaduan Motif Matematika dengan Kekayaan Alam Indonesia di Hari Batik Nasional

Saturday, 3 October 2026 - 15:04 WIB

Bayi Laki-laki Terbungkus Handuk Ditemukan di Depan Rumah Warga Kalibaru Banyuwangi

Thursday, 1 October 2026 - 23:18 WIB

UIN KHAS Jember Terima Kunjungan UniMAP, Jalin Kerja Sama Pengembangan Akademik dan Jejaring Internasional

Sunday, 27 September 2026 - 12:20 WIB

Datangkan Pakar! MAN Lumajang Perkuat Skill Aktor Moderasi Beragama

Friday, 25 September 2026 - 14:12 WIB

Festival Budaya dan Pameran UMKM Bakal Digelar di Banyuwangi

TERBARU

Gambar Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak (Sumber: Istimewa)

Regionalia

Evaluasi! Anggota DPRD Banyuwangi Jalani Tes Urine Serentak

Monday, 5 Oct 2026 - 16:27 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading