Melanjutkan Tradisi Baik: Pakai Sarung Sepekan, UIN KHAS Rayakan Hari Santri

Saturday, 19 October 2024 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Melanjutkan Tradisi Baik: Pakai Sarung Sepekan, UIN KHAS Rayakan Hari Santri (Sumber: Frensia/Imam)

Gambar Melanjutkan Tradisi Baik: Pakai Sarung Sepekan, UIN KHAS Rayakan Hari Santri (Sumber: Frensia/Imam)

Frensia.id- Melanjutkan tradisi, sebagai bentuk semangat memperingati Hari Santri Nasional tahun 2024, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali menghidupkan tradisi yang sarat dengan nilai-nilai luhur santri.

Selama sepekan penuh, terhitung sejak Senin, 21 Oktober 2024, seluruh civitas akademika, mulai dari dosen, karyawan, hingga mahasiswa, akan mengenakan sarung.

Sebagai simbol kesederhanaan, sarung tak sekadar menjadi pakaian sehari-hari, tetapi juga mencerminkan kekuatan karakter dan jiwa santri yang penuh tawadhu’ dan kemandirian.

Kebijakan ini telah menjadi tradisi tahunan yang diinisiasi oleh UIN KHAS sejak beberapa tahun terakhir.

Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk penghormatan kepada Hari Santri dan sebuah pengingat akan nilai-nilai yang dijunjung oleh kaum santri.

“Kebijakan ini sudah kami terapkan sejak lama. Kami ingin seluruh sivitas akademika turut merasakan kebanggaan sebagai bagian dari santri yang tidak hanya dikenal karena kepatuhan mereka kepada agama, tetapi juga karena keteladanan dalam sikap kesederhanaan dan kemandirian,” ujar Prof. Hepni,19/10/2024.

Menurut Prof. Hepni, sarung bukan sekadar busana. Sarung menjadi simbol yang kuat tentang kehidupan sederhana yang dijalani para santri di pesantren. Tanpa memandang latar belakang sosial atau ekonomi, siapapun dapat mengenakannya.

Baca Juga :  Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Luluskan 86 Mahasiswa pada Yudisium ke-XXXI Juli 2026

“Sarung itu menyiratkan kesederhanaan dan kesetaraan. Siapapun bisa memakainya, tanpa perlu melihat dari kasta atau status sosial. Inilah semangat yang ingin kami tanamkan di kampus,” tambahnya.

Momentum Hari Santri bagi Prof. Hepni juga merupakan pengingat sejarah panjang perjuangan kaum santri dalam menjaga kedaulatan bangsa.

“Hari Santri menjadi pengingat perjuangan KH Hasyim Asy’ari dan para santri melalui Resolusi Jihad yang memanggil seluruh santri untuk melawan penjajah. Ini adalah bagian dari sejarah besar yang tidak boleh dilupakan oleh generasi kita,” jelasnya.

Semangat perjuangan inilah yang terus diwariskan kepada generasi penerus, baik di lingkungan pesantren maupun di kampus.

Kebijakan mengenakan sarung selama sepekan disambut baik oleh seluruh sivitas akademika, termasuk Ghani Ramadan, salah satu tenaga kependidikan UIN KHAS.

Menurutnya, mengenakan sarung adalah salah satu cara sederhana untuk menunjukkan sikap tawadhu’ dan kebanggaan sebagai santri.

Baca Juga :  Tim Sekretariat UIN KHAS Jember Tingkatkan Kompetensi melalui Penguatan Profesionalitas

“Saya pribadi merasa akan lebih baik jika kita bisa mengenakan sarung setiap hari Jumat juga,” ujar Ghani dengan penuh antusias.

Sarung, meski sederhana, mengandung makna mendalam bagi setiap pemakainya. Di UIN KHAS Jember, sarung tidak hanya menjadi identitas pakaian, tetapi juga simbol solidaritas, kemandirian, dan kebersahajaan.

Melalui tradisi ini, kampus berharap dapat merawat dan menanamkan nilai-nilai santri yang diwariskan oleh para ulama kepada generasi selanjutnya.

Prof. Hepni menegaskan bahwa kampus UIN KHAS akan terus menjadikan tradisi ini sebagai bagian tak terpisahkan dari semangat akademik, sekaligus menghidupkan semangat juang para santri dalam mempertahankan nilai-nilai kebangsaan dan agama.

Dengan mengenakan sarung selama sepekan, UIN KHAS Jember tidak hanya merayakan Hari Santri, tetapi juga mengajarkan pada dunia tentang makna kesederhanaan yang mendalam.

Bukan sekadar gaya berpakaian, tetapi sebuah pelajaran akan semangat perjuangan, kebersamaan, dan sikap rendah hati.

Tradisi ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai luhur santri tetap hidup dan relevan dalam menghadapi zaman yang terus berubah.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas
Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu
Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik
KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso
Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta
Siswi SLB Negeri Jember Raih Juara Nasional, Ortu Berharap Pemkab Beri Apresiasi
Luapan Sungai Gerus Plengsengan di Sempu Banyuwangi, Nyaris Hantam Bangunan Warga
Puting Beliung Terjang Purwoharjo Banyuwangi, 12 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Timpa Bangunan

Baca Lainnya

Tuesday, 4 August 2026 - 23:40 WIB

Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Monday, 3 August 2026 - 19:15 WIB

Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik

Thursday, 30 July 2026 - 17:19 WIB

KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso

Thursday, 30 July 2026 - 14:28 WIB

Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta

Tuesday, 28 July 2026 - 18:15 WIB

Siswi SLB Negeri Jember Raih Juara Nasional, Ortu Berharap Pemkab Beri Apresiasi

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading