Ning In’am Singgung Perjodohan di Kalangan Kiai, Begini Cara Perjodohan Keluarga Pesantren Lirboyo Kediri!

Wednesday, 8 May 2024 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bersama Keluarga Pesantren Lirboyo Kediri (Sumber: Instagram @Pondok Lirboyo)

Foto Bersama Keluarga Pesantren Lirboyo Kediri (Sumber: Instagram @Pondok Lirboyo)

Frensia.id – In’am Nafila, seorang putri kiai juga menantu dari kiai yang memiliki pesantren yang cukup tua di Jember, menggegerkan dunia pesantren dan viral di beberapa media sosial usai kehadirannya di Podcast CURHAT BANG Denny Sumargo.

Salah satu alasan keberanian Ning In’am (sapaan akrabnya) membeberkan kasus perselingkuhan sang suami yang tidak wajar (berselingkuh dengan waria dan ibu-ibu) ialah agar menjadi atensi para keluarga kiai pesantren untuk tidak menjodohkan putrinya hanya memandang nasab yang akan berakibat seperti yang ia alami.

Namun, penelitian yang dilakukan oleh Zakiyuddin Abdul Halim dengan judul “Perjodohan di Kalangan Keluarga Kiai Pesantren Lirboyo (Perspektif Antropologi Hukum Islam)” membantah yang disampaikan oleh Ning In’am.

Dalam penelitian untuk memperoleh gelar Magister Hukum di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga tersebut, Zakiyuddin memperoleh data faktor-faktor penyebab adanya perjodohan di kalangan keluarga kiai pesantren Lirboyo telah memuat hal-hal yang menjadi harapan Ning In’am.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Umumkan Pemenang Lomba Film Pendek dan Karya Ilmiah Bertema Moderasi Beragama

Faktor-faktor penyebab adanya perjodohonan yang dimaksud diantaranya adalah sebagai berikut:

Pertama, idealisme orang tua (kiai) untuk mendapatkan calon menantu atau pasangan yang baik secara agama, nasab dan budi pekerti untuk anak-anaknya kelak.

Kedua, pemahaman terkait hukum-hukum perkawinan, khususnya dalam hal penerapan kafa’ah dan ijbar, yang mana pemahaman ini sebagai landasan pola berfikir dan berprilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, faktor Pendidikan pesantren menjadikan anak hidup dalam nilai-nilai religi sehingga cenderung memasrahkan perkara jodoh kepada orang tua, sehingga para anak akan fokus mencari ilmu dan menghindar dari menyibukkan diri untuk mencari pasangan.

Selain itu, cara perjodohan yang di praktikkan di kalangan Pesantren Lirboyo Kediri, para kiai tidak serta-merta menjodohkan putra-putrinya, melainkan seperti yang disebutkan dalam hasil penelitian tersebut beberapa mekanisme yang diterapkan.

Baca Juga :  Tim Robotik Indonesia Rebutkan Tiket Robocon Internasional di KRAI 2026

Para orang tua (kiai) memberikan tawaran pasangan pada anaknya. Anak dalam posisi ini berhak menolak dan menerima pasangan yang telah ditawarkan setelah melakukan pertimbangan yang matang.

Selanjutnya, jika anak menerima pasangan yang ditawarkan akan dilanjutkan dengan pertunangan hingga pernikahan.

Selain itu, juga ada sebagian putra-putri mahkota pesantren menyerahkan sepenuhnya pada para orang tua.

Perjodohan yang dilakukan ada kalanya masih dengan keluarga atau kerabat dari pesantren, terkadang pula dilakukan dengan luar keluarga yang masih sepaham.

Sepaham yang dimaksud masih sesama pengasuh pesantren yang berlandaskan paham Ahlussunnah Wal Jama’ah. Bahkan tak jarang juga yang menjadi calon menantu adalah alumni Lirboyo sendiri.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu
Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik
KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso
Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta
Audiensi Ditolak-Surat Tak Dibalas, MWCNU se-Jember Kecewa pada Pengurus Karteker PCNU
Siswi SLB Negeri Jember Raih Juara Nasional, Ortu Berharap Pemkab Beri Apresiasi
Luapan Sungai Gerus Plengsengan di Sempu Banyuwangi, Nyaris Hantam Bangunan Warga
Puting Beliung Terjang Purwoharjo Banyuwangi, 12 Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Timpa Bangunan

Baca Lainnya

Tuesday, 4 August 2026 - 23:40 WIB

Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Monday, 3 August 2026 - 19:15 WIB

Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik

Thursday, 30 July 2026 - 17:19 WIB

KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso

Thursday, 30 July 2026 - 14:28 WIB

Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta

Wednesday, 29 July 2026 - 19:00 WIB

Audiensi Ditolak-Surat Tak Dibalas, MWCNU se-Jember Kecewa pada Pengurus Karteker PCNU

TERBARU

Sumber: Pixabay

Kolomiah

Kades adalah Politikus bukan Raja Jawa

Sunday, 9 Aug 2026 - 06:19 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading