Peringati Hari Bumi: KUA Kaliwates Tanam Pohon Matoa, Dukung Penguatan Ekoteologi Menteri Agama

Tuesday, 22 April 2025 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Kepala KUA Kaliwates Peringati Hari Bumi: KUA Kaliwates Tanam Pohon Matoa, Dukung Penguatan Ekoteologi Menteri Agama (Sumber: Grafis Frensia)

Gambar Kepala KUA Kaliwates Peringati Hari Bumi: KUA Kaliwates Tanam Pohon Matoa, Dukung Penguatan Ekoteologi Menteri Agama (Sumber: Grafis Frensia)

Frensia.id – Dalam suasana pagi yang sejuk di Jember, semangat hijau menyala dari halaman Kantor Urusan Agama (KUA) Kaliwates. Seluruh pegawai, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga tenaga honorer, kompak menyingsingkan lengan baju: mereka menanam pohon Matoa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang digagas Kementerian Agama (Kemenag) dalam rangka penguatan ekoteologi—salah satu dari delapan prioritas (Asta Protas) Menteri Agama, KH. Nasaruddin Umar.

Sebagai respons terhadap krisis iklim global yang semakin mengkhawatirkan, Kemenag RI meluncurkan program tanam pohon Matoa secara serentak di seluruh Indonesia. Momentum ini dipilih bertepatan dengan peringatan Hari Bumi, 22/04/2025, dan menjadi bentuk konkret komitmen spiritualitas Agama atas kelestarian alam.

KUA Kaliwates menjadi salah satu instansi yang menunjukkan dukungan penuh. Kepala KUA Kaliwates, M. Syaiful Hadi, menyampaikan rasa bangganya terhadap langkah Kemenag.

Baca Juga :  Gus Fawait Genjot Sektor Pertanian Jember, Anggaran 2025 Pecahkan Rekor 4 Dekade!

“Ini adalah oase di tengah krisis. Kami bukan hanya menanam pohon, tapi juga menanam harapan dan kepedulian. Saya bangga, Pak Menteri telah membuka pintu menuju Indonesia Emas lewat ekoteologi,” ujarnya.

Tidak hanya pejabat struktural, para penyuluh agama pun turut turun tangan langsung. Ririn Athifatul Umam, Penyuluh Agama Islam Fungsional, memaknai penanaman pohon ini dari sisi religius. “Nabi mengajarkan bahwa siapa pun yang menanam pohon, lalu buahnya dimakan oleh manusia, hewan, atau burung, maka itu menjadi sedekah baginya. Matoa adalah simbol dari ajaran itu,” jelas Ririn.

Ia menambahkan, pemilihan pohon Matoa bukan tanpa alasan. Matoa adalah tanaman endemik Indonesia yang mudah tumbuh, cepat berbuah, serta bernilai ekonomi. Lebih dari itu, Matoa melambangkan dua hal: keuletan dan keteduhan.

Baca Juga :  Jembatan Penghubung Dua Dusun di Jember Putus Diterjang Banjir Luapan Sungai

“Ia tumbuh di hampir seluruh wilayah Nusantara, bahkan di tanah yang tandus sekalipun. Dalam situasi krisis iklim, kita butuh lebih banyak ‘Matoa’, dalam arti harfiah maupun simbolik,” tambahnya.

Program ini menjadi bukti bahwa urusan agama tidak berhenti di atas mimbar atau ruang konsultasi. Ia merambat ke tanah, tumbuh sebagai pohon, dan memberi buah bagi siapa pun yang membutuhkan. KUA Kaliwates menunjukkan bahwa spirit religiusitas dapat berpadu dengan gerakan lingkungan yang konkret—menciptakan harmoni antara langit dan bumi.

Dengan langkah serentak di seluruh penjuru tanah air, Kemenag RI mengajak seluruh umat untuk memahami bahwa menjaga bumi adalah bagian dari ibadah. Dan di Kaliwates, Matoa yang ditanam hari ini mungkin baru setinggi pinggang. Tapi maknanya, sudah menjulang setinggi langit.

Penulis : Mas Ima

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Bupati Jember Gus Fawait Tinjau Perumahan di Bantaran Sungai Jember
Tawaran Penegakan Hukum Dalam Kasus Epstein, Dari Roslyn Myers
Psikolog, Joachim Hagopian, Kaji Kasus Epstein Sebagai Anatomi Sistem Pemerasan Seksual
Kejahatan Epstein Diungkap Seorang Aktivis, Semua Ditulis Dalam Buku ini!
Kasus Epstein Disebut Akademisi “Heteropatriarki Kulit Putih” Hukum
Kejahatan Jeffrey Epstein Ternyata Telah Diriset, Ancaman Kejahatan Seksual Kelas Elit
Ngaku Dizalimi, Ternyata Wabup Djoko Selama Ini Masih Terima Hak dan Fasilitasnya
Pemkab Jember Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir Bandang Panti dan Cari Korban Hilang

Baca Lainnya

Saturday, 7 February 2026 - 13:56 WIB

Bupati Jember Gus Fawait Tinjau Perumahan di Bantaran Sungai Jember

Saturday, 7 February 2026 - 11:57 WIB

Tawaran Penegakan Hukum Dalam Kasus Epstein, Dari Roslyn Myers

Saturday, 7 February 2026 - 11:17 WIB

Psikolog, Joachim Hagopian, Kaji Kasus Epstein Sebagai Anatomi Sistem Pemerasan Seksual

Saturday, 7 February 2026 - 10:48 WIB

Kejahatan Epstein Diungkap Seorang Aktivis, Semua Ditulis Dalam Buku ini!

Saturday, 7 February 2026 - 10:27 WIB

Kasus Epstein Disebut Akademisi “Heteropatriarki Kulit Putih” Hukum

TERBARU

Gambar Tawaran Jalan Penegakan Hukum Dalam Kasus Epstein, Dari Roslyn Myers  (Sumber: grafis Frensia)

Politia

Tawaran Penegakan Hukum Dalam Kasus Epstein, Dari Roslyn Myers

Saturday, 7 Feb 2026 - 11:57 WIB