Frensia.id – Jumat adalah hari yang sungguh mulia dalam agama Islam, dalam lipatan tujuh hari dalam seminggu, hari Jumat menempati klaster terbaik.
Allah memberikan keistimewaan bagi umat Nabi Muhammad saw dengan perantara hari istimewa ini, yang tidak pernah diberikan kepada umat nabi-nabi sebelumnya.
Beberapa kutipan dalam laman Nu online tentang pendapat Ulama yang menunjukkan keutamaan hari Jumat banyak dicantumkan. Diantaranya seperti pendapat Syeh Ihsan bin Dahlan dalam karyanya Manahij al Imdad:
“Allah menciptkan kepada makhluk tidak bernyawa tentang pengetahuan yang terjadi pada hari Jumat. Rahasia dari kekhawatirean mereka adalah kiamat yang dituliskan akan berlangsung pada hari Jumat (antara waktu subuh hingga matarhari terbit). Maka binatang-binatang khawatir datangnya hari kiamat pada hari Jumat. Kala pagi tiba, mereka semua memuji Allah dan memberikan ucapan sesamanya. Mereka mengatakan bahwa ini hari baik, kiamat tidak terjadi pada pagi Jumat ini.”
Senada dengan itu, Imam Ahmad dan Imam Tarmidzi juga meriwayatkan hadits yang berisikan bahwa seorang Muslim yang mati pada hari Jumat, maka Allah menjaganya dari fitnah kubur.
Imam al Manawi pun mengafirmasi keterangan hadits tersebut dengan pernyataan bahwa Muslim tadi tidak akan ditanya oleh Malaikat di alam kubur.
selain itu, hadits yang diriwayatkan oleh Imam Hakim tentang anjuran memperbanyak bacaan shalawat saat hari Jumat.
“Perbanyaklah membaca shawalat kepadaku di hari dan malam Jumat. Barangsiapa membaca shalawat padaku (Nabi Muhammad saw), maka Allah yang akan membalasnya dengan balasan sepuluh kali lipat.”
Masih banyak hikmah hari Jumat lain yang menjadikannya begitu mulia. Seharusnya tidak ada hal lain yang dilakukan seorang Muslim pada hari Jumat kecuali memperbanyak ibadah dan terus meningkatkan keshalehan. (*)