Sir Arthur Conan Doyle, Penulis Novel Sherlock Holmes Terbukti Angkat Fakta Jadi Fiksi

Monday, 9 September 2024 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Sir Arthur Conan Doyle, Penulis Novel Shelock Holmes Terbukti Angkat Fakta Jadi Fiksi

Gambar Sir Arthur Conan Doyle, Penulis Novel Shelock Holmes Terbukti Angkat Fakta Jadi Fiksi

Frensia.id- Sir Arthur Conan Doyle, penulis novel terkenal yang banyak menginspirasi banyak karya fiksi kriminal di berbagai negara. Bahkan komik asal Jepang memakai namanya, “Conan” sebagai serial cerita detektif bergambar.

Hal uniknya cerita yang disusun ternyata tidak lepas dari fakta yang terjadi. Hal ini banyak diakui beberapa pihak termasuk beberapa pakar.

Salah satu buku yang disusun M. Esfand, judulnya, “Beyond Sherlock Holmes”, menyibak banyak cerita ternyata kisah fiksi Sir Arthur Conan Doyle senada dengan kasus yang terjadi. Karya diterbitkan pada tahun 2014.

Salah satu yang dibeda misalnya, cerita tentang misteri pembunuhan Queens Terrace. Banyak memiliki kesamaan dengan cerita ini.

Beberapa di antaranya, Oscar Slater salah tokoh dalam cerita yang ternyata merupakan aktor nyata. Ia seorang migran Jerman yang berdarah Yahudi.

Bahkan juga dibuktikan dengan adanya dokumen Oscar yang Check ini di Western hotel. Juga ada bukti tiket kapal menuju New York.

Baca Juga :  Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Dari kartu nama, Oscar lahir di Upper Silesia. Ia piundah ke London Pada tahun 1893 atau 1894. Pernah pindah ke Edinburgh dan mengaku jadi dokter gigi.

Dijelaskan juga, tampaknya Sir Arthu Conan Doyle begitu serius mengikuti kasus yang ditulisnya. Bahkan ada beberapa fakta di persidangan yang diungkapnya secara baik.

Sebagaimana fakta yang ada, pada mei 1909, Oscar dinyatakan bersalah. Dia dijatuhi hukuman mati karena telah membunuh Gilchrist.

Bagi M. Esfand, cara Doyle sangat keren dalam menarasikan cerita dalam novelnya. Ia bukan menceritakan ulang sesuatu yang ada, namun hal-hal yang belum ada atau belum terungkap.

Salah satu misalnya, tentang adanya bukti Bros Bulan Tsabit, Doyke menduga kunci pembunuhan tersebut dapat ditemukan pada barang tersebut. Pembunuh tentu berhubungan dengannya.

Baca Juga :  Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Muncar Nyaris Diamuk Massa

Pembunuh mesti orang yang merasa harapannya akan terpenuhi saat korban terbunuh. Artinya, kepolisian mestinya mengawali pemeriksaannya berkenaan dengan hal-hal tersebut.

Dari narasi cerita Doyle, perempuan korban pembunuhan pasti memiliki hubungan erat dengan pembunuh. Karena nalar ini, Doyle dengan tokoh Sherlock Holmes menggambarkan tidak mungkinnya Oscar sebagai yang rela berimigrasi dengan Gilchrist.

Akibat dari cerita Doyle ini, publik akhirnya juga berpikiran bahwa pembunuh Gilchrist bukanlah Oscar. Bahkan beberapa kriminologi dan jurnalis, saat itu juga berpendapat sama. Galsgow misalnya, serius menulis The Truth About Oscar Slater, untuk membela Oscar yang telah dihukum.

Akhirnya, Oscar dibebaskan. Pengadilan mengangkat kasusnya kembali Pada tahun 1927. Walaupun demikian, saat dia bebas, sayangnya, ia belum mengatakan terima kasih pada Doyle hingga di hari kewafatannya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Penganiayaan Siswi SD di Jember Gegara Cemburu Saling Follow TikTok
Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu
Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik
KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso
Dua Pria Pencuri Kopi di Gunung Pasang Jember Ditetapkan Jadi Tersangka
Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster senilai ratusan juta
Nekat Curi Kopi di Perkebunan Gunung Pasang Jember, 2 Pria Dibekuk
Siswi SLB Negeri Jember Raih Juara Nasional, Ortu Berharap Pemkab Beri Apresiasi

Baca Lainnya

Saturday, 8 August 2026 - 18:35 WIB

Penganiayaan Siswi SD di Jember Gegara Cemburu Saling Follow TikTok

Tuesday, 4 August 2026 - 23:40 WIB

Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Monday, 3 August 2026 - 19:15 WIB

Polije Gaet Kampus Korsel Gelar WFK-ICT 2026, Libatkan 10 Politeknik

Thursday, 30 July 2026 - 17:19 WIB

KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso

Thursday, 30 July 2026 - 17:14 WIB

Dua Pria Pencuri Kopi di Gunung Pasang Jember Ditetapkan Jadi Tersangka

TERBARU

Suasana saat mediasi oleh pihak Polsek, Koramil, pihak desa, dan Dinas Pendidikan serta warga desa (Foto: Istimewa).

Criminalia

Penganiayaan Siswi SD di Jember Gegara Cemburu Saling Follow TikTok

Saturday, 8 Aug 2026 - 18:35 WIB

Arik Lisarja, Head Division of Morula IVF Surabaya (dari kiri), Prof. Arief Boediono, Direktur Scientific Morula IVF Indonesia, Prof. Budi Santoso, Konsultan Fertilitas Morula IVF Indonesia, dr. Anita Fadhilah, Direktur IHC Rumah Sakit Perkebunan Jember Klinik (kanan) (Foto: Fadli/Frensia).

Healthia

Morula IVF Surabaya Beri Edukasi Layanan Bayi Tabung di Jember

Saturday, 8 Aug 2026 - 17:30 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading