Tembok Pembatas RS UNEJ Berpotensi Roboh, Warga Mengeluh Karena Tak Kunjung Diperbaiki

Monday, 20 January 2025 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Tembok Pembatas RS UNEJ Berpotensi Roboh, Warga Mengeluh Karena Tak Kunjung Diperbaiki (Sumber: Isitimewa)

Gambar Tembok Pembatas RS UNEJ Berpotensi Roboh, Warga Mengeluh Karena Tak Kunjung Diperbaiki (Sumber: Isitimewa)

Frensia.Id- Tembok pembatas Rumah Sakit (RS) Universitas Jember (UNEJ) dengan pemukiman warga Jalan Slamet Riadi, Kelurahan Patrang, Jember berpotensi roboh. Warga mengeluh, pasalnya tembok itu sudah retak dan tak kunjung diperbaiki.

Abdul Hamid yang merupakan warga sekitar menyatakan bahwa tembok pembatas dengan RS UNEJ sempat roboh pada Sabtu (04/01). Mengakibatkan jalan masuk ke rumah warga terhalang.

Lebih lanjut kata Hamid, jika temboknya tidak segera diperbaiki, maka sangat berpotensi roboh kembali.

“Kalau tidak segera ditangani, maka akan roboh lagi. Apalagi tekanan tanah tingginya sekitar satu meter lebih di sisi bagian dalam,” katanya, Senin (20/01/2025).

Menurutnya, warga setempat sudah meminta pihak kampus untuk segera membangun tembok baru seusai tembok sebelumnya runtuh. Kata Hamid, UNEJ berjanji akan melakukan renovasi. Namun, sampai sekarang janji itu belum ditepati.

“Sampai sekarang janji itu belum terealisasi. Temboknya sudah miring, ditambah lagi ada tekanan tanah. Kami sangat khawatir tembok itu akan roboh lagi,” terangnya.

Baca Juga :  Datang ke Jember, Wamenkes Sebut Program Homecare Potensial Jadi Percontohan Nasional

Kata Hamid, dampak dari bekas reruntuhan tembok juga menjadi penyebab aur hujan dari proyek Rumah Sakit meluber ke rumah warga hingga membuat banjir genangan.

“Air hujan dari proyek ini masuk ke beberapa rumah warga. Sekalipun tak memakan korban, hal itu menimbulkan kerugian material,” paparnya.

Warga kemudian sepakat untuk memasang pembatas menggunakan karung berisi tanah di depan rumah mereka. Pasalnya, kalau tidak diantisipasi dengan pembatas, air hujan dari area proyek akan meluber ke rumah warga sekitar.

“Kalau tidak diberi pembatas, takutnya aliran air hujan dari area proyek nanti akan masuk lagi ke rumah warga,” tandasnya.

Sementara itu, secara terpisah, Wakil Ketua Tim Kerja Hubungan Masyarakat UNEJ, Iim Fahmi Ilman mengatakan bahwa pihak kampus sesang mempersiapkan pembangunan ulang tembok di sebelah selatan RS Perguruan Tinggi Negeri (PTN) UNEJ. Pihak kampus juga telah mendatangi lokasi guna mempersiapkan perencanaan pembangunan kembali.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerja Sama dengan UNEJ untuk Tingkatkan Literasi Perlindungan Sosial

“Tim dari UNEJ juga telah mendatangi lokasi pada Jum’at (16/01) untuk mempersiapkan perencanaan pembangunan ulang tembok RSPTN yang sudah rapuh karena usia,” katanya.

Menurutnya, pembangunan ulang tembok harus mengikuti mekanisme yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Pihak UNEJ telah melakukan pertemuan dengan warga, perwakilan kelurahan dan Polsek Patrang. Hasilnya, warga mengusulkan untuk diberikan akses yang lebih lancar bagi kendaraan roda empat ketika proses pembangunan dilakukan. Terutama ambulan yang akan menuju pemakaman, agar supaya bisa melewati gang dengan lancar.

“Permohonan ini difasilitasi oleh UNEJ yang nantinya akan melakukan pembangunan kembali tembok yang dimaksud,” terangnya.

Iim berharap proses pembangunan bisa segera dikerjakan dalam waktu dekat. Kata Iim, proses pembangunan tembok berpotensi terhambat karena sering hujan deras.

“Sekitar dua bulan ke depan, mengingat di bulan-bulan ini kondisi cuaca sering hujan deras. Hal itu berpotensi menghambat pembangunan tembok, jelasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Usung Konsep Berbeda, PBAK Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Tanam Pohon dan Sedekah Oksigen
Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Bagikan 3 Kunci Jadi ‘Orang Besar’ di Depan Maba
Kutip Kitab Klasik, Prof. Dr. Phil. Sahiron Bakar Semangat 2.235 Mahasiswa Baru Di PBAK UIN KHAS Jember
Prof Askal Tantang Mahasiswa Baru UIN KHAS: Jangan Hanya Mengejar IPK!
Dua Pria Diduga Curi Cabai di Sawah Banyuwangi, Tepergok Petani
Agar Bantuan Sosial Tidak Terputus, Pendamping PKH Tegalwangi Mengedukasi untuk Menghindari Judol
Tim URC Macan Blambangan Tangkap Dua Spesialis Perampokan Pecah Kaca Lintas Negara
Cara Jitu Atasi Budaya Homo di Pesantren dari Hasil Riset

Baca Lainnya

Tuesday, 1 September 2026 - 18:21 WIB

Usung Konsep Berbeda, PBAK Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Tanam Pohon dan Sedekah Oksigen

Tuesday, 1 September 2026 - 12:15 WIB

Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Bagikan 3 Kunci Jadi ‘Orang Besar’ di Depan Maba

Monday, 31 August 2026 - 11:54 WIB

Kutip Kitab Klasik, Prof. Dr. Phil. Sahiron Bakar Semangat 2.235 Mahasiswa Baru Di PBAK UIN KHAS Jember

Monday, 31 August 2026 - 11:49 WIB

Prof Askal Tantang Mahasiswa Baru UIN KHAS: Jangan Hanya Mengejar IPK!

Friday, 28 August 2026 - 21:47 WIB

Dua Pria Diduga Curi Cabai di Sawah Banyuwangi, Tepergok Petani

TERBARU

Pemadam Kebakaran saat memadamkan api di Kantor Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Jalan Sriwijaya, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Jember (Foto: Istimewa).

News

Kantor Taman Nasional Meru Betiri Jember Terbakar

Tuesday, 1 Sep 2026 - 09:30 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading