Frensia.Id- Tim SAR Gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap Muhammad Sheva Yusuf (21), wisatawan asal Cianjur yang hilang terseret arus di Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma), Jember, Jawa Timur. Hingga Jum’at (3/4/2026), keberadaan korban belum juga ditemukan.
Pemuda tersebut dilaporkan hanyut di keganasan Pantai Selatan sejak Sabtu (28/3), tepat pada saat puncak libur lebaran Idulfitri.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa operasi hari ini terbagi dalam tiga tim (SRU).
“Sru 1 dan 2 melakukan penyisiran di permukaan laut menggunakan perahu karet milik Basarnas. Sru 3 fokus pada pemantauan udara menggunakan drone Senkom, dan ada sebagian personel menyisir area bibir pantai secara manual.
“Area pencarian laut pun telah diperluas hingga ke perairan Pantai Cangaan, Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu,” katanya, Jum’at (3/4/2026).
Selanjutnya kata dia, proses pencarian menghadapi kendala alam yang cukup berat. Selain hujan ringan yang mengguyur area pencarian, tinggi gelombang yang mencapai 1,5 hingga 2 meter turut menyulitkan pergerakan tim di lapangan.
“Kondisi cuaca dan gelombang tinggi cukup mengganggu proses pencarian. Hingga saat ini, korban belum berhasil ditemukan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil koordinasi Tim SAR Gabungan, operasi pencarian aktif untuk hari ini terpaksa dihentikan sementara karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.
“Selanjutnya, kami akan tetap melakukan pemantauan intensif selama dua hari ke depan,” paparnya.
Sebelumnya, Kapolsek Wuluhan, Iptu Handoko menyebutkan, kejadian itu bermula saat korban bersama rombongan pengurus LDII PAC Umbulsari yang berjumlah 13 orang tiba di Pantai Papuma pada Jum’at sore. Untuk camping alias berkemah.
“Pada Sabtu paginya, korban bersama dua temannya nekat memasuki zona larangan batas pengunjung demi mencari spot foto. Tiba-tiba ombak tinggi datang yang langsung menyapu ketiganya,” ungkapnya.
Dua teman Sheva yang bernama Fabe Satria (22) dan Fabe Darmawan (14)berhasil menyelamatkan diti dengan berenang ke tepi. Sementara kotban yang terseret arus, gagal menyelamatkan diri dan hilang ditelan ombak.
“Korban sebenarnya sudah diingatkan agar tidak melewati batas aman yang telah ditandai pengelola. Korban sampai sekarang masih dalam tahap pencarian,” tandasnya.






