Penting! Ternyata Sex Juga Ada Tinjauan Filsafatnya

Friday, 13 September 2024 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Penting! Ternyata Sex Juga Ada Tinjauan Filsafatnya (Sumber: Canva)

Gambar Penting! Ternyata Sex Juga Ada Tinjauan Filsafatnya (Sumber: Canva)

Frensia.id- Penting! Sex adalah hal yang penting dalam kehidupan. Tidak hanya tentang proses berkembang biak, namun juga berhubungan dengan konsepsi tentang keindahan, moral, hasrat dan bahkan agama. Tidak heran, jika sejumlah filosof juga menganggapnya penting.

Filosof yang membahasnya juga tidak receh. Mulai dari tokoh tenar filsafat Yunani kuno, hingga modern membahasnya serius.

Hal yang banyak dibahas oleh mereka, berhubungan dengan seksualitas, adalah tinjauan aksiologinya. Keberadaannya memiliki konsekuensi moral, sehingga mesti berikatan dengan asumsi kebenaran bahkan kepercayaan. Jadi dikursus sex bukan sesuatu yang imoral (tak ada kaitannya dengan moral.

Setidaknya, Alan Soble pada tahun 2013 menggambarkan konsep sex dalam pandangan filosof menjadi dua hal inti. Dalam hal ini, terdapat jurang pemisah yang dalam antara para filsuf yang mungkin disebut sebagai kaum optimis seksual metafisik dan mereka yang mungkin disebut sebagai kaum pesimis seksual metafisik.

Pandangan Metafisika Seksual Pesimisme

Metafisika merupakan ruang nalar filsafat yang erat kaitannya dengan pembentukan asumsi moral tindakan manusia. Sederhananya, seksualitas selama ini dipandang sebagai momok yang menghancurkan kesucian jiwa. Keberadaannya dianggap bertentangan dengan moral.

Sex dianggap muncul dari kebinatangan manusia. Akibatnya, kemunculannya dianggap sebagai tindakan tercela.

Penilaian moral kita terhadap aktivitas seksual pasti akan dipengaruhi oleh apa yang kita lihat sebagai sifat dorongan seksual, atau hasrat seksual, dalam diri manusia. Dalam hal ini, terdapat jurang pemisah yang dalam antara para filsuf yang mungkin kita sebut sebagai kaum optimis seksual metafisik dan mereka yang mungkin kita sebut sebagai kaum pesimis seksual metafisik.

Baca Juga :  IMMH UI Sampaikan Catatan Kritis dalam RDPU Bersama Komisi X DPR RI Soal RUU Sisdiknas

Kaum pesimis dalam filsafat seksualitas, seperti St. Augustine, Immanuel Kant, dan kadang-kadang Sigmund Freud, memandang hasrat seksual serta tindakan yang berasal darinya sebagai sesuatu yang hampir selalu, atau setidaknya seringkali, bertentangan dengan martabat manusia. Mereka melihat dorongan seksual sebagai aspek manusia yang tidak sesuai dengan tujuan moral yang lebih tinggi dan nilai-nilai luhur yang seharusnya dicapai dalam kehidupan manusia. Bagi para pemikir ini, hasrat seksual cenderung membawa manusia menjauh dari aspirasi intelektual dan spiritual yang dianggap lebih penting, yang mengarahkan manusia pada kebaikan dan kebahagiaan yang lebih mulia.

Lebih dari itu, para filsuf pesimis ini khawatir bahwa dorongan seksual yang sangat kuat dan desakan untuk memenuhinya dapat mengganggu tatanan sosial yang harmonis dan beradab. Mereka melihat seksualitas sebagai kekuatan yang, jika tidak dikendalikan, bisa menyebabkan kerusakan besar pada kehidupan moral dan hubungan antar manusia. Dalam pandangan mereka, hasrat seksual bukan hanya ancaman bagi hubungan kita dengan orang lain, yang seharusnya didasarkan pada hormat dan martabat, tetapi juga ancaman bagi diri kita sendiri. Dorongan ini, menurut mereka, dapat menurunkan kemanusiaan kita, karena ia sering kali mengarahkan kita pada perilaku yang lebih primitif, impulsif, dan tidak bermoral.

Baca Juga :  KKN Posko 61 Lakukan Penyuluhan Pencegahan Pernikahan Dini di Kupang Curahdami Bondowoso

Oleh karena itu, mereka melihat seksualitas sebagai sesuatu yang harus diatur dengan ketat atau bahkan ditekan, karena potensinya yang merusak, baik bagi individu maupun masyarakat. Sisi negatif seksualitas ini dianggap lebih mendominasi daripada potensi positifnya, sehingga perlu diwaspadai dan dikendalikan agar tidak merusak tatanan moral yang lebih besar.

Pandangan Metafisika Seksual Optimisme

Beberapa tokoh seperti Plato dalam beberapa karyanya, Bertrand Russell, dan beberapa filsuf kontemporer, melihat dorongan seksual secara lebih positif. Mereka menganggap seksualitas sebagai bagian alami dari eksistensi manusia yang berwujud atau berbinatang, yang tidak membawa ancaman serius terhadap martabat atau kehidupan moral. Mereka percaya bahwa seksualitas dapat memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan manusia, dan dalam beberapa hal bahkan bisa meningkatkan kebahagiaan.

Mereka juga melihat seksualitas sebagai sesuatu yang wajar dan bermanfaat dalam kehidupan manusia, dan dorongan seksual dapat mengarah pada bentuk kebahagiaan yang lebih tinggi tanpa harus mengganggu aspek intelektual atau spiritual manusia. Pandangan metafisik yang seseorang yakini tentang seksualitas ini akan sangat mempengaruhi bagaimana ia menilai nilai moral seksualitas dan peran aktivitas seksual dalam kehidupan yang baik atau berbudi luhur.

Mereka yang mengadopsi pandangan pesimis cenderung lebih kritis terhadap peran seksualitas dalam kehidupan manusia, sementara kaum optimis lebih terbuka untuk melihatnya sebagai aspek positif dalam kehidupan manusia.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot
UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi
Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia
Amat Serius! Kuatkan Kapasitas Dosen, Fakultas Dakwah UIN KHAS Gelar Short Course PAR Di Kongsi Tengah
Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi
Pengukuhan Guru Besar Prof Hamdanah Soroti Urgensi Kelembagaan Pendidikan Islam Berkeadilan Gender
Morula IVF Gandeng RSI Fatimah Banyuwangi, Perkuat Layanan Fertilitas
Akademisi Hukum UIN KHAS Sebut Program Homecare Pemkab Jember Mudahkan Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Baca Lainnya

Monday, 17 August 2026 - 14:25 WIB

KKN Kolaboratif Desa Sidomulyo-Semboro Jember Dorong Pengelolaan Sampah melalui Pemilahan dan Budidaya Maggot

Saturday, 15 August 2026 - 18:55 WIB

UIN KHAS Jember Adakan Diklat Kepemimpinan Ormawa, Bekali Mahasiswa Kemampuan Kelola Organisasi

Friday, 14 August 2026 - 23:08 WIB

Polije Perkuat Kolaborasi Global Lewat WFK-ICT 2026, Gaet 9 Politeknik se-Indonesia

Friday, 14 August 2026 - 19:38 WIB

Amat Serius! Kuatkan Kapasitas Dosen, Fakultas Dakwah UIN KHAS Gelar Short Course PAR Di Kongsi Tengah

Friday, 14 August 2026 - 18:44 WIB

Pria Lansia 60 Tahun Meninggal Saat Bantu Nelayan Dorong Perahu di Pantai Kompit Banyuwangi

TERBARU

BPBD Jember, saat mendistribusikan air bersih di wilayah yang terdampak kekeringan (Foto: Humas BPBD Jember).

News

BPBD Jember Catat 922 KK Terdampak Kekeringan di 7 Kecamatan

Wednesday, 19 Aug 2026 - 21:26 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading