Imigrasi Resmikan “Global Citizen of Indonesia” pada Hari Bakti Imigrasi Ke-76

Tuesday, 27 January 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa.

Foto: Istimewa.

Frensia.Id— Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, resmi meluncurkan kebijakan Global Citizen of Indonesia (GCI) pada Senin (26/01/2026).

Peresmian ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Bakti Imigrasi (HBI) ke-76, di Kampus Politeknik Pengayoman, Kota Tangerang.

GCI merupakan terobosan kebijakan yang memberikan Izin Tinggal Tetap (ITAP), tanpa batas waktu bagi warga negara asing (WNA) yang memiliki ikatan darah, hubungan historis, atau keterikatan kuat dengan Indonesia.

Kebijakan ini menjadi jawaban atas isu kewarganegaraan ganda, tanpa mengharuskan subjeknya melepas status kewarganegaraan asal.

“Kebijakan ini adalah solusi strategis yang tetap menjunjung prinsip kedaulatan hukum kita. GCI membuka ruang partisipasi bagi diaspora untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan nasional,” kata Plt. Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, Selasa (27/1/2026).

Subjek kebijakan ini antara lain eks WNI, keturunan eks WNI hingga derajat kedua, pasangan sah WNI, serta anak hasil perkawinan campuran, termasuk juga anggota keluarga dari pemegang izin tinggal GCI melalui skema penyatuan
keluarga.

Baca Juga :  GMNI Jember bersama Pedagang Gelar Aksi Tuntut Perbaikan Tata Kelola Pasar Tanjung

Disisi lain, Adam Welly Tedja, seorang diaspora yang telah menetap di luar negeri selama 43 tahun, menyambut baik inovasi ini.

Dia melihat Indonesia memiliki potensi besar atau “sleeping giants” pada talenta mudanya.

“Saya rasa ini inisiatif terbaik untuk menghubungkan kembali diaspora di seluruh dunia dengan tanah air. Saya berharap bisa membagikan pengalaman saya untuk membangkitkan talenta-talenta di sini,” ungkapnya.

Senada dengan Adam, Karna Gendo, pemegang GCI lainnya, mengapresiasi profesionalisme layanan imigrasi.

“Prosesnya sangat lancar. Fokus saya saat ini adalah keluarga, dan saya merasa terhormat bisa kembali diterima di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa GCI adalah bagian dari transformasi layanan publik yang modern.

Selain meluncurkan GCI, pemerintah juga meresmikan 18 kantor imigrasi baru, di berbagai provinsi untuk memperluas jangkauan layanan paspor dan pengawasan.

“Tahun 2026 menjadi momentum integrasi teknologi sebagai fondasi utama. Kami ingin memastikan layanan imigrasi hadir secara relevan, cepat, dan mampu menjawab tantangan global,” paparnya.

Baca Juga :  BPBD Jember Salurkan 607 Ribu Liter Air Bersih Atasi Kekeringan di 7 Kecamatan

Sebagai informasi, permohonan GCI dilakukan daring melalui evisa.imigrasi.go.id.

Seluruh indeks visa GCI telah terintegrasi dengan sistem autogate dan konter manual. Khusus pengguna autogate, wajib mengisi deklarasi kedatangan All Indonesia sebelum tiba.

Dalam 24 jam setelah kedatangan, pemegang visa otomatis menerima Izin Tinggal Tetap (ITAP) tanpa batas waktu tanpa perlu melapor ke kantor imigrasi.

Persyaratan Berdasarkan Kategori:

  • Eks WNI & Keturunan: Wajib melampirkan bukti penghasilan (min. USD 1.500/bulan atau USD 15.000/tahun) serta jaminan keimigrasian berupa komitmen investasi atau kepemilikan properti. Jaminan ini bersifat refundable (dapat ditarik kembali) jika masa tinggal berakhir atau status izin tinggal berubah.
  • Penyatuan Keluarga: Pasangan sah WNI, anak hasil perkawinan campuran, serta pasangan pemegang GCI bebas dari kewajiban jaminan keimigrasian sebagai wujud keberpihakan negara pada keutuhan keluarga.
  • Keahlian Khusus: Memerlukan surat undangan atau keterangan urgensi dari pemerintah pusat sebagai penjamin untuk izin tinggal jangka panjang.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Bupati Jember Menyampaikan Banyak Laporan kepada Para Kyai saat Acara Bunga Desaku di Umbulsari
Warga Jember Tersengat Listrik 20 Ribu Volt saat Perbaiki Talang Toko
PPKDN Gelar Kontes Kambing Ratusan Juta Class Regional di Pelataran Dira Jember
Presiden RI ke VI Menulis Novel berjudul “Diana Memang Manja”
Hairul Syapril Sholeh dan Mohammad Erfan Agustian Terpilih Pimpin PC IKAPMII Jember 2026–2031
Ribuan Warga Nahdliyin Kompak Mengikuti Pawai, Ketua MWC NU Umbulsari: Kekuatan Nahdliyin Bisa Ditunjukkan
Kantongi SHM, Warga Nyaris Bentrok dengan 25 Petani Pemegang Akta di Jember
Soroti Isu Nasional hingga Daerah, Aliansi Mahasiswa di Jember Layangkan 18 Tuntutan

Baca Lainnya

Wednesday, 4 November 2026 - 18:50 WIB

Bupati Jember Menyampaikan Banyak Laporan kepada Para Kyai saat Acara Bunga Desaku di Umbulsari

Monday, 2 November 2026 - 22:15 WIB

Warga Jember Tersengat Listrik 20 Ribu Volt saat Perbaiki Talang Toko

Sunday, 1 November 2026 - 21:17 WIB

PPKDN Gelar Kontes Kambing Ratusan Juta Class Regional di Pelataran Dira Jember

Saturday, 31 October 2026 - 20:15 WIB

Presiden RI ke VI Menulis Novel berjudul “Diana Memang Manja”

Saturday, 31 October 2026 - 19:40 WIB

Hairul Syapril Sholeh dan Mohammad Erfan Agustian Terpilih Pimpin PC IKAPMII Jember 2026–2031

TERBARU

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading