Frensia.Id– Pelayanan administrasi di Kantor Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Jember, mendadak lumpuh total sejak pukul 08:00 WIB pada Rabu (18/2/2026). Ironisnya, aktivitas kantor terhenti hanya karena pihak desa tidak mampu membeli token listrik seharga Rp 200 ribu.
Akibatnya, warga yang hendak mengurus dokumen kependudukan seperti KK dan KTP terpaksa pulang.
Salah satu warga, Indra (43), mengaku kaget saat mengetahui alasan di balik padamnya listrik di kantor desa. Dia yang berniat mencetak KK harus pulang dan mengurungkan niatnya.
“Saya mau cetak KK, tapi tadi disampaikan Pak Sekdes kalau listriknya padam karena tidak ada tokennya,” katanya, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Indra, ada sekitar 10 warga yang sudah mengantre sejak pagi. Namun akhirnya diminta pulang karena tidak ada kepastian kapan listrik akan menyala.
“Kita semua akhirnya harus pulang,” ujarnya.
Sekretaris Desa Patemon, Djoni Chairiyanto, membenarkan terkait adanya peristiwa tersebut. Dia menjelaskan, bahwa operasional kantor terganggu karena Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2026 hingga kini belum cair.
“Kami mohon maaf, anggaran belum turun. Bahkan perangkat desa juga belum menerima gaji sejak Januari sampai Februari ini,” ungkapnya.
Djoni merinci, kebutuhan token listrik di kantornya mencapai Rp 200 ribu per minggu. Nilai tersebut digunakan untuk menyokong operasional komputer, dua unit AC, hingga sistem pelayanan digital.
“Tak hanya listrik, tagihan WiFi yang jatuh tempo setiap tanggal 20 juga terancam menunggak. Padahal, koneksi internet adalah “nyawa” bagi pelayanan administrasi berbasis daring (online),” paparnya.
Biasanya, kata dia, pihak desa melakukan koordinasi dengan pejabat kepala desa untuk menalangi biaya operasional darurat yang nantinya diganti saat anggaran cair. Namun, entah mengapa mekanisme tersebut kali ini tidak berjalan.
“Biasanya kalau hampir habis langsung dibayarkan dulu (ditalangi). Tidak pernah terjadi seperti ini sebelumnya,” tambahnya.
Pihak pemerintah desa berjanji akan mengupayakan solusi secepat mungkin agar pelayanan bisa kembali normal pada Kamis esok.
“Dengan berat hati kami minta maaf kepada masyarakat,” tandasnya.







