Pelayanan Desa di Jember Lumpuh Gegara Tak Kuat Beli Token Listrik

Saturday, 28 February 2026 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa.

Foto: Istimewa.

Frensia.Id– Pelayanan administrasi di Kantor Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Jember, mendadak lumpuh total sejak pukul 08:00 WIB pada Rabu (18/2/2026). Ironisnya, aktivitas kantor terhenti hanya karena pihak desa tidak mampu membeli token listrik seharga Rp 200 ribu.

Akibatnya, warga yang hendak mengurus dokumen kependudukan seperti KK dan KTP terpaksa pulang.

Salah satu warga, Indra (43), mengaku kaget saat mengetahui alasan di balik padamnya listrik di kantor desa. Dia yang berniat mencetak KK harus pulang dan mengurungkan niatnya.

“Saya mau cetak KK, tapi tadi disampaikan Pak Sekdes kalau listriknya padam karena tidak ada tokennya,” katanya, Sabtu (28/2/2026).

Menurut Indra, ada sekitar 10 warga yang sudah mengantre sejak pagi. Namun akhirnya diminta pulang karena tidak ada kepastian kapan listrik akan menyala.

Baca Juga :  Ketua Satgas Tata Ruang Jember Sebur Longsor GOR Bukti Kejahatan Tata Ruang

“Kita semua akhirnya harus pulang,” ujarnya.

Sekretaris Desa Patemon, Djoni Chairiyanto, membenarkan terkait adanya peristiwa tersebut. Dia menjelaskan, bahwa operasional kantor terganggu karena Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2026 hingga kini belum cair.

“Kami mohon maaf, anggaran belum turun. Bahkan perangkat desa juga belum menerima gaji sejak Januari sampai Februari ini,” ungkapnya.

Djoni merinci, kebutuhan token listrik di kantornya mencapai Rp 200 ribu per minggu. Nilai tersebut digunakan untuk menyokong operasional komputer, dua unit AC, hingga sistem pelayanan digital.

Baca Juga :  Api Misterius Bakar Sejumlah Peralatan Rumah Warga di Jember

“Tak hanya listrik, tagihan WiFi yang jatuh tempo setiap tanggal 20 juga terancam menunggak. Padahal, koneksi internet adalah “nyawa” bagi pelayanan administrasi berbasis daring (online),” paparnya.

Biasanya, kata dia, pihak desa melakukan koordinasi dengan pejabat kepala desa untuk menalangi biaya operasional darurat yang nantinya diganti saat anggaran cair. Namun, entah mengapa mekanisme tersebut kali ini tidak berjalan.

“Biasanya kalau hampir habis langsung dibayarkan dulu (ditalangi). Tidak pernah terjadi seperti ini sebelumnya,” tambahnya.

Pihak pemerintah desa berjanji akan mengupayakan solusi secepat mungkin agar pelayanan bisa kembali normal pada Kamis esok.

“Dengan berat hati kami minta maaf kepada masyarakat,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Viral Pelayanan KK-KTP di Desa Jember Terhenti Gegara Tak Mampu Beli Token Listrik
Bulog Jember Kuasai 93 Ribu Ton Beras Hasil Serapan dari Petani Lokal untuk Persediaan Ramadan-Lebaran
Mudahkan WNA Prioritas, Imigrasi Jember Hadirkan Inovasi ‘SIBER OSING’
Pemotor di Jember Tewas Tertabrak Truk Saat Hindari Jalan Berlubang
Sambut Ramadan 2026, Indosat Perkuat Jaringan di Jatim dan Antisipasi Lonjakan Trafik 166%
Polisi Alihkan Arus Kendaraan Dari Arah Jember Gegara Jembatan di Bondowoso Ambrol
Kisah Haru Pasangan Tunanetra di Jember Besarkan 3 Anak: Bukti Cinta Itu Tak Harus Melihat
Balita di Jember Alami Luka Serius Gegara Digigit Monyet Peliharaan

Baca Lainnya

Saturday, 28 February 2026 - 17:40 WIB

Viral Pelayanan KK-KTP di Desa Jember Terhenti Gegara Tak Mampu Beli Token Listrik

Saturday, 28 February 2026 - 17:29 WIB

Pelayanan Desa di Jember Lumpuh Gegara Tak Kuat Beli Token Listrik

Thursday, 26 February 2026 - 16:26 WIB

Bulog Jember Kuasai 93 Ribu Ton Beras Hasil Serapan dari Petani Lokal untuk Persediaan Ramadan-Lebaran

Wednesday, 25 February 2026 - 15:15 WIB

Mudahkan WNA Prioritas, Imigrasi Jember Hadirkan Inovasi ‘SIBER OSING’

Wednesday, 25 February 2026 - 12:03 WIB

Pemotor di Jember Tewas Tertabrak Truk Saat Hindari Jalan Berlubang

TERBARU