Tempurejo, Frensia.id – Mobil Toyota Fortuner dengan nomor polisi P 1241 KU, milik Heryanto (49) warga Dusun Jatirejo, Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo, Jember hilang di dalam showroom, pada Kamis (12/03/2026) dini hari.
Menurut pengakuan Hery, awalnya, dia masih sempat melakukan pengecekan keberadaan mobil tersebut di showroom, sekitar pukul 02.00 WIB.
Ia menyadari kehilangan mobil, saat mertuanya bernama Asiyah mengetahui keberadan mobil sudah tidak ada di garasi showroom, pada sekitar pukul 02.45 WIB.
Mengetahui mobilnya hilang, Hery langsung melaporkan peristiwa itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jember. Atas kejadian itu, Hery mengalami kerugian sebesar Rp 510 juta.
Mobil Fortuner berjenis 2.8 VRZ 4×2 A/T tahun 2023 itu, hilang di showroom yang telah ia rintis sejak sekitar tahun 2020.
Hery mengungkapkan bahwa sebelum kehilangan mobilnya, pernah ada seseorang yang menawar dengan harga lumayan tinggi.
“Sempat ditawar oleh salah satu orang dari Lumajang, dan sempat ngecek di garasi, juga test drive. Ada penawaran Rp 535 juta, saya bertahan di Rp 540 juta,” kata dia saat ditemui di halaman Dinas Perhubungan Dan Lalu Lintas Angkutan Jalan, Rampibuji, Jember, pada Kamis, (12/3/2026).
Lebih lanjut, dia menceritakan seseorang yang dulu pernah menawar mobilnya yang hilang.
“Kemudian beliaunya (orang Lumajang) itu datang lagi ke rumah. Orang itu sendirian,” kata dia.
Hery mengatakan bahwa ada kejanggalan dengan kedatangan orang, yang sempat menawar mobilnya kembali lagi ke showroom di lain hari.
“Cuma di waktu yang kedua kalinya itu orang tersebut, sempat ngeces di sana (showroom). Kemudian ces (telefon) itu sempat ketinggalan di rumah. Orang Lumajang itu kembali lagi, terus sambil ngambil ces (telefon) tanpa konfirmasi,” kata dia.
Selain itu, hilangnya mobil itu sempat dicek anak Hery melalui CCTV yang terpasang di sekitar rumahnya.
Anak Hery bahkan melakukan pelacakan melalui CCTV yang terpasang di setiap lampu merah di jalan menuju ke arah Lumajang.
“Jam 03.00 WIB, anak saya juga mengecek penelusuran CCTV setiap pertigaan-pertigaan, sampailah ketemu terakhir itu di Jubung ke arah ke barat. Sampai sekarang dicek terakhir di lampu merah Rambipuji,” kata dia.







