Memasuki Musim Panen, Harga Gabah di Jember Stabil

Monday, 30 March 2026 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu petani di Kecamatan Jenggawah, yang sedang menjemur padinya. (Foto: Fadli/Frensia).

Salah satu petani di Kecamatan Jenggawah, yang sedang menjemur padinya. (Foto: Fadli/Frensia).

Jenggawah, Frensia.id – Para petani padi di wilayah Kabupaten Jember telah memasuki musim panen raya. Harga gabah di tahun ini diperkirakan lumayan stabil.

Salah satu petani di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Sukirno, mengatakan harga gabah tahun ini masih dalam kondisi normal.

“Di sini kemarin Rp 650 ribu, itu satu kuintal jenis Padi Inpari 32,” kata dia saat ditemui dipenjemuran padi samping rumahnya, Senin (30/3/2026).

Selain harga stabil, kata Sukirno hasil panen juga dipengaruhi dengan ketersediaan pengairan yang memadai.

Baca Juga :  Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah

“Kalau sawahnya pengairan itu cukup, terus tidak ada hama. Panennya bisa meningkat,” katanya.

Merespon harga gabah saat memasuki musim panen, salah satu Pengepul di Dusun Gayasan, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, H. Subairi, mengatakan bahwa harga yang kini beredar memang dibilang masih stabil.

“Kalau (jenis padi) Logawa itu sekitar harganya Rp 600 ribu (per kuintal) dari sawah,” kata dia.

Dengan harga segitu, kata Subairi sudah masuk dalam kategori standar.

Baca Juga :  Harga Minyakita Naik, Pedagang di Jember Stop Penjualan

“Kalau harga Rp 700 ribu (per kuintal) ke petani itu kemahalan. Kasihan orang yang tidak punya sawah,” katanya.

Subairi dalam menerima penjualan gabah, dirinya lebih banyak menerima Gabah Kering Sawah (GKS) dari para petani.

Selain itu, kadar air padi yang dia terima kisaran 26 persen sampai 27 persen.

“Kalau 30 (persen) pada akhirnya itu dipotong sama pabrik, harganya (padi),” tuturnya.

Follow WhatsApp Channel frensia.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Lainnya

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih
BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi
Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah
Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik
Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah
Harga Minyakita Naik, Pedagang di Jember Stop Penjualan
Gas Elpiji 3 Kg di Jember Langka-Mahal, Pertamina Gelar Operasi Pasar
Perajin Tahu di Mangli Jember Keluhkan Efek Domino Naiknya Harga Kedelai

Baca Lainnya

Thursday, 4 June 2026 - 10:36 WIB

Gawat! Rupiah Terus Melemah, Dolar AS Tembus 18.000 Lebih

Monday, 25 May 2026 - 14:00 WIB

BRI Jember Salurkan KUR Rp 363,6 Miliar, Sektor Pertanian Mendominasi

Friday, 22 May 2026 - 19:32 WIB

Tren Tabungan Emas di BRImo Semakin Diminati saat Rupiah Melemah

Friday, 22 May 2026 - 18:34 WIB

Rupiah Kian Melemah, Ekonom UNEJ Sebut Harga Pangan dan Energi Domestik Berpotensi Naik

Thursday, 21 May 2026 - 14:25 WIB

Pakar Ekonomi UNEJ Soroti Penyebab Lemahnya Rupiah

TERBARU

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tyahyono (Foto: Sigit/Frensia).

Educatia

Kadispendik Jember Tegaskan Tutup Celah Kecurangan SPMB 2026

Thursday, 18 Jun 2026 - 01:20 WIB

Discover more from Frensia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading