Frensia.Id – Mohammad Hamid, seorang penyiar pertandingan sepak bola antar kampung (tarkam) asal Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Jember, membuktikan bahwa ketekunan bisa mewujudkan mimpi besar.
Berkat konsistensinya menabung dari honor siaran sejak tahun 2012, tahun ini ia resmi berangkat ke Tanah Suci.
Hamid dikenal luas oleh pecinta bola di wilayah Tapal Kuda hingga Madura karena suaranya yang lantang, gaya bicara yang jenaka, dan tentu jenggot putihnya yang khas.
Siapa sangka, di balik kemeriahan aksinya di pinggir lapangan, Hamid memiliki misi mulia untuk berhaji bersama sang istri.
Perjalanan Hamid menuju Baitullah dimulai 14 tahun silam. Ia mulai menyisihkan sedikit demi sedikit honor yang ia terima setiap kali memandu pertandingan.
“Saya mulai nabung tahun 2012 dari hasil siaran tarkam, bareng istri. Dulu dibayar Rp 25 ribu per pertandingan, bahkan pernah sampai Madura,” katanya, Senin (11/5/2026).
Meskipun nominal yang didapat dari lapangan sederhana tidak menentu, Hamid tetap konsisten. Baginya, setiap rupiah yang dikumpulkan adalah langkah mendekat ke Makkah.
“Walaupun upahnya cuman sedikit, tapi tetap saya tabung,” ujarnya.
Kegigihannya berbuah manis. Pada tahun 2026 ini, Hamid dan istrinya terdaftar dalam kelompok terbang (kloter) 97 asal Jember.
Ia mengaku tidak menyangka profesi yang ia cintai bisa membawanya naik haji.
“Alhamdulillah, tidak menyangka dari penyiar tarkam bisa berangkat haji. Ini berkah,” ungkapnya haru.
Kendati sebentar lagi akan menyandang gelar Haji, Hamid menegaskan tidak akan meninggalkan dunia siaran tarkam. Baginya, lapangan bola telah menjadi bagian dari hidupnya dan menjadi perantara rezeki untuk beribadah.
Hamid dijadwalkan akan bertolak ke Tanah Suci pada 16 Mei 2026 mendatang. Sepulangnya dari ibadah haji, ia berencana kembali menghibur penonton di berbagai lapangan hijau.






