Frensia.id – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) di Kabupaten Jember, telah berlangsung mulai tanggal 18 hingga 20 Mei 2026.
Acara tersebut, merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), untuk siswa sekolah di seluruh Indonesia.
Peserta FLS3N adalah siswa dengan jenjang sekolah tingkat SD/Sederajat yang saat pendaftaran berstatus kelas 3, 4 dan 5.
FLS3N di tahun ini digelar oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, di Lingkungan Pondok Pesantren Al-Qodiri dan Aula Graha Wiayata Mandala Dispendik Jember.
Adapun lomba yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut, untuk di tanggal 18 Mei 2026 yaitu Menyanyi Solo, Mendongeng dan Menulis Cerita.
Sedangkan untuk lomba di tanggal 19 Mei 2026 yaitu Pantomim dan Kriya.
Sementara lomba di tanggal 20 Mei 2026, yaitu Tari dan Gambar Bercerita.
Tulus Wijayanto, Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, mengatakan bahwa ajang festival tersebut dulunya hanya untuk perlombaan seni di tingkat Sekolah Dasar.
“Kalau dulu di tahun 2024 itu masih FLS2N. Baru di tahun 2025 kemarin, itu ada tambahan namanya FLS3N, yang singkatannya Festival Lomba Seni Sastra Siswa Nasional. Ketambahan sastranya. Ada ketambahan nasional,” kata Tulus, saat ditemui di Ruangan Kabid GTK Dispendik Jember, pada Senin (18/5/2026).
Selain FLS3N, Kemendikbudristek menurutnya juga mempunyai ajang perlombaan untuk siswa sekolah mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional.
“Sebenarnya kementerian itu punya event atau ajang talenta lainnya seperti O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional). Ada juga OSN (Olimpiade Sains Nasional. Ada lagi opsi Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia,” kata dia.
Kata Tulus, peserta yang mengikuti festival tersebut, merupakan hasil seleksi di tingkat kecamatan.
Kini peserta festival sudah di tahap seleksi tingkat kabupaten yang selanjutnya didelegasikan di wilayah provinsi.
“Nanti Kabupaten Jember ini memiliki perwakilan untuk berlaga di jenjang lebih tinggi yaitu provinsi. Jadi ketika di jenjang provinsi itu bisa berbicara Kabupaten Jember, maka bisa mewakili provinsi untuk ke tingkat nasional,” tuturnya.
Tulus juga bercerita bahwa pihaknya saat dulu masih menjadi Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, pernah mewakili hingga di tingkat nasional.
“Karena sebelumnya di tahun 2024, Pak Tulus itu pernah jadi kepala SMP (Dinas Pendidikan Jember), pada waktu itu. Ya, kita juara 1 lomba Pantomim. Jelasnya kalau juara 1 tingkat provinsi otomatis mewakili ke tingkat nasional. Tapi masih belum berhasil memperoleh medali untuk tingkat nasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Flavia Brenda Sheila Anam, Guru SD Purwoasri 3 Kecamatan Gumukmas, Jember, menyampaikan rasa senang karena muridnya telah menjadi peserta lomba dalam festival tersebut.
“Kebetulan kan murid saya ada yang ikut lomba di sini. Kalau antusiasnya ya sangat antusias,” kata dia.
Flavia berkata pihaknya butuh waktu cukup lama dalam menyiapkan peserta untuk acara festival tersebut.
“Buat persiapan ngelatih anaknya, terus persiapan atribut yang dipakai, terus sama semuanya itu kurang lebih 1 bulan,” tuturnya.






